# Sawit Kita > Sentra Informasi Sawit ## Posts - [Apical Hadirkan “Medanlicious” untuk Kenalkan Keunggulan Produk melalui Kuliner Interaktif](https://sawitkita.id/apical-hadirkan-medanlicious-untuk-kenalkan-keunggulan-produk-melalui-kuliner-interaktif/): MEDAN – Apical menggelar acara Medanlicious di Uniland, Medan, pada 29–30 Maret 2026. Kegiatan itu sebagai wadah untuk memperkenalkan lebih dekat produk functional dan specialty fats melalui rangkaian aktivitas kuliner yang interaktif dan edukatif. Acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam memahami kualitas serta keunggulan produk Apical dalam berbagai aplikasi makanan. Sepanjang acara, pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai turunan produk functional fats Apical yang ditampilkan melalui booth interaktif, lengkap dengan contoh aplikasinya pada beragam produk makanan. Pendekatan ini memberikan gambaran nyata mengenai peran bahan baku dalam menentukan hasil akhir—mulai dari tekstur, stabilitas, hingga konsistensi rasa. Head of Corporate - [BULOG Siap Bangun 100 Infrastruktur Pascapanen Senilai Rp5 Triliun](https://sawitkita.id/bulog-siap-bangun-100-infrastruktur-pascapanen-senilai-rp5-triliun/): JAKARTA – Perum BULOG siap membangun 100 titik infrastruktur pascapanen senilai total Rp5 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi. “Program pembangunan ini direncanakan tersebar di 92 kabupaten,” ujar Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani saat menghadiri Rapat Koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Rapat tersebut membahas kesiapan BULOG dalam menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia. Ahmad Rizal menyampaikan BULOG siap - [Agrinas Palma Raih Peringkat idA dari Pefindo](https://sawitkita.id/agrinas-palma-raih-peringkat-ida-dari-pefindo/): JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) meraih peringkat idA dengan prospek stabil PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Berdasarkan keterangan Pefindo, peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar yang kuat serta profil keuangan sehat. Namun, peringkat dibatasi oleh eksposur perseroan di segmen pasar konstruksi. Pefindo juga menyatakan peringkat belum memperhitungkan kontribusi dari lini bisnis baru di sektor kelapa sawit, mengingat aktivitas masih di tahap awal dan dampaknya ke profil kredit diperkirakan terbatas dalam jangka pendek. “Meskipun demikian, kami akan memantau dengan cermat strategi dan arah kebijakan Agrinas Palma terkait bisnis tersebut,” tulis laporan hasil pemeringkatan Pefindo yang dirilis Selasa (15/7/2025). Baca Juga: - [Pemerintah Terapkan B50 pada 1 Juli 2026, Hemat Subsidi Rp48 Triliun](https://sawitkita.id/pemerintah-terapkan-b50-pada-1-juli-2026-hemat-subsidi-rp48-triliun/): JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan B50 pada 1 Juli 2026 mendatang. Hal ini merupakan salah satu poin dari 8 butir transformasi budaya kerja nasional, dalam merespons gejolak harga minyak dunia dampak dari perang di Timur Tengah. “Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50. Ini mulai berlaku 1 Juli 2026,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026). Airlangga juga menyebut bahwa Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending minyak solar biodiesel berbasis minyak sawit ini. Mandatori B50 ini, kata Airlangga, berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) - [DSNG Kantongi Laba Rp1,8 Triliun di 2025, Melonjak 60%](https://sawitkita.id/dsng-kantongi-laba-rp18-triliun-di-2025-melonjak-60/): JAKARTA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mengantongi laba bersih sebesar Rp1,8 triliun, melonjak 60,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kinerja ini didorong oleh peningkatan volume penjualan serta membaiknya harga jual rata-rata, khususnya dari komoditas kelapa sawit. Dari sisi pendapatan, emiten sawit TP Rachmat ini mencatatkan Rp12,3 triliun, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen kelapa sawit masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 88% atau sekitar Rp10,8 triliun, tumbuh 23,5% YoY. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) sebesar 13,2% menjadi Rp14.474 per kilogram. “Produksi CPO di negara eksportir utama seperti Indonesia dan Malaysia masih terbatas, sementara permintaan - [Prabowo: B50 Diberlakukan Tahun Ini](https://sawitkita.id/prabowo-b50-diberlakukan-tahun-ini/): JAKARTA – Pemerintah bertekad memperkuat ketahanan energi nasional seiring dengan tersendatnya pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah dampak terjadinya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Berbagai kebijakan ditempuh pemerintah. Salah satunya mengoptimalkan potensi energi terbarukan berbasis tanaman di Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto dalam Japan-Indonesia Business Forum yang dihelat di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026) menegaskan Indonesia akan melanjutkan program biodiesel B50 berbasis minyak kelapa sawit pada tahun ini. “Tahun ini, kami akan memproduksi diesel dari kelapa sawit, meningkatkan campuran dari 40% menjadi 50%,” kata Presiden Prabowo, dikutip akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/3/2026). Sebagai informasi, program B50 merupakan campuran 50% - [Perang Israel & AS vs Iran: Harga CPO Meroket!](https://sawitkita.id/perang-israel-as-vs-iran-harga-cpo-meroket/): JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melonjak sejak perang Iran meletus pada akhir Februari 2026. Lonjakan ini tentu saja menjadi keuntungan bagi pengusaha Indonesia yang memiliki bisnis di sektor tersebut. Indonesia merupakan eksportir terbesar CPO di dunia. Data Refinitiv menyebutkan harga CPO ditutup di posisi MYR4.631 (1 MYR setara dengan Rp4.220,28) per ton (Rp19.544.116,68) pada perdagangan Jumat (27/3/2026) atau tepat sebulan sejak terjadi perang Iran. Harga pada perdagangan Jumat naik 1,04%. Sejak perang meletus pada 28 Februari 2026, harga CPO sudah terbang 14,6%. Harganya bahkan sempat menyentuh MYR4.631 per ton pada 16 Maret 2026 atau rekor tertingginya - [Satgas PKH Raup Rp7 Triliun Denda Sawit, Ini Daftarnya](https://sawitkita.id/satgas-pkh-raup-rp7-triliun-denda-sawit-ini-daftarnya/): JAKARTA – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah mengantongi Rp7,39 triliun denda sawit dari perusahaan yang dituding melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Denda itu didapatkan dari 51 entitas, mulai dari Salim Group hingga Wilmar Group. Adapun, 51 entitas tersebut terdiri dari Salim Group sebesar Rp2,33 triliun; Best Agro Group sebesar Rp1,64 triliun; Goodhope sebesar Rp1,34 triliun; Wilmar Group sebesar Rp894,37 miliar; Astra Agro Lestari Group sebesar Rp571,04 miliar. Selanjutnya, Susantri Permai sebesar Rp396,05 miliar; BGA Group sebesar Rp116,15 miliar; Surya Dumai Group sebesar Rp96,58 miliar; dan Sampoerna Agro Group (PT Mutiara Bunda) sebesar Rp65 juta. Entitas Bisnis    - [Agrinas Kolaborasi dengan Trimegah, Ini Isi Perjanjiannya](https://sawitkita.id/agrinas-kolaborasi-dengan-trimegah-ini-isi-perjanjiannya/): JAKARTA – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menjalin kerjasama dengan PT Agrinas Palma Nusantara. Perjanjian kerjasama tersebut dilakukan oleh anak usaha NCKL, PT Obi Nickel Cobalt. “Pada tanggal 18 Maret 2026, terjadi perjanjian kerjasama jasa konsultasi, detail desain, sertifikasi dan izin konstruksi TSF Obi-3 antara Obi Nickel Cobalt dan PT Agrinas Palma Nusantara,” jelas Direktur Utama Trimegah Bangun Persada Roy Arman Arfandy dalam keterbukaan informasi di BEI. Nilai transaksi kerjasama afiliasi ini sebesar Rp2,11 miliar dengan jangka waktu perjanjian efektif sejak tanggal 1 Maret 2026 hingga 30 November 2026. “Kerjasama ini untuk melakukan pekerjaan jasa konsultasi, detail desain, sertifikasi - [Ada Transaksi Jumbo di Saham FAPA, Dikendalikan Keluarga Fangiono?](https://sawitkita.id/ada-transaksi-jumbo-di-saham-fapa-dikendalikan-keluarga-fangiono/): JAKARTA – Di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/3/2026) lalu ada transaksi crossing jumbo. Angka mencapai Rp18,77 triliun. Transaksi crossing itu berlangsung di harga Rp6.500 per saham dan di bawah harga pasar yang diperdagangkan dalam rentang Rp6.600–6.725. Saham tersebt ditutup menguat 1,52% ke Rp6.700 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp24,32 triliun pada sesi pertama Kamis (26/3/2026). Crossing saham adalah transaksi antara dua pihak atau investor yang menggunakan broker atau sekuritas yang sama. Transaksi ini tidak terjadi di pasar reguler, melainkan di pasar negosiasi. Adalah PT FAP Agri Tbk (FAPA) yang mencatatkan transaksi crossing jumbo tersebut. FAPA merupakan emiten kelapa sawit milik. - [Jajaran Direksi Agrinas Palma Dirombak, Mohammad Abdul Ghani Jabat Dirut](https://sawitkita.id/jajaran-direksi-agrinas-palma-dirombak-mohammad-abdul-ghani-jabat-dirut/): JAKARTA – Jajaran direksi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dirombak. Mohammad Abdul Ghani ditetapkan sebagai direktur utama BUMN yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit itu. Mohammad Abdul Ghani menggantikan Agus Sutomo. Hal itu terungkap dalam SK Nomor: 172 Tahun 2026 dan Nomor: 067/DI-DAM/DO/2026 yang diterima SAWITKITA. Penetapan jajaran direksi ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan manajemen perusahaan guna mendukung pengembangan bisnis dan tata kelola perusahaan di sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit. Sebelum ditunjuk sebagai pimpinan Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani diketahui memiliki rekam jejak panjang di industri perkebunan nasional. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara - [Tantangan Industri Sawit Nasional Kian Berat](https://sawitkita.id/tantangan-industri-sawit-nasional-kian-berat/): JAKARTA – Tantangan industri kelapa sawit nasional ke depan kian berat. Tantangan tersebut datang dari luar negeri maupun dalam negeri. Jika tidak segera diantisipasi, berpotensi mengancam keberlanjutan industri andalan Indonesia ini. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono pada acara “Konferensi Pers dan Buka Puasa Bersama” di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (12/3/2026). Eddy Martono menyampaikan bahwa industri sawit Indonesia sebenarnya masih menunjukkan kinerja yang solid, tetapi berada dalam tekanan yang semakin kompleks—baik dari dalam negeri maupun dari pasar global. “Terus terang kita sedang menghadapi krisis yang luar biasa. Semoga kita semua bisa menghadapi krisis - [Pajak Air Permukaan Tambah Beban Industri Sawit](https://sawitkita.id/pajak-air-permukaan-tambah-beban-industri-sawit/): JAKARTA – Beban industri kelapa sawit diyakini akan semakin berat menyusul rencana sejumlah pemerintah daerah yang akan memberlakukan Pajak Air Permukaan (PAP) terhadap pohon kelapa sawit. Para pelaku usaha yang bergerak di perkebunan kelapa sawit pun kompak menolak rencana tersebut. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan industri sawit justru membutuhkan penyederhanaan berbagai pungutan, agar daya saing sawit di persaingan minyak nabati di pasar global tetap terjaga. “Kami juga mengharapkan beban-beban industri, seperti pajak, retribusi, dan pungutan harus dapat dirapikan kembali, sehingga daya saing industri sawit di pasar global semakin meningkat,” kata Eddy dalam Konferensi Pers - [Forwatan dan Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim](https://sawitkita.id/forwatan-dan-industri-sawit-hadirkan-kebahagiaan-ramadan-untuk-anak-yatim/): JAKARTA – Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bersama industri sawit mengedukasi anak-anak panti asuhan tentang manfaat sawit sekaligus menyalurkan santunan berupa sembako melalui melalui program ‘Sawit Berbagi, Ramadhan Penuh Makna’ di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini didukung oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), PT Astra Agro Lestari Tbk, Apical, dan Wilmar Group, sebagai bentuk kepedulian industri sawit sekaligus meredam isu negatif yang kerap beredar di masyarakat. Ketua Forwatan, Beledug Bantolo mengatakan, ‘Sawit Berbagi, Ramadhan Penuh Makna’ merupakan agenda tahunan Forwatan bersama industri sawit sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. “Jadi, enggak hanya di sini, nanti ada beberapa panti asuhan juga - [Tiga Anak Usaha Astra Agro di Aceh Sesuaikan Program CSR dengan Potensi Desa ](https://sawitkita.id/tiga-anak-usaha-astra-agro-di-aceh-sesuaikan-program-csr-dengan-potensi-desa/): BANDA ACEH – Tiga perusahaan sawit yang beroperasi di Aceh yakni PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), Karya Tanah Subur (KTS) dan Tunggal Perkasa Plantations (TPP) menempatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) pada pengembangan potensi desa hingga kesehatan. “Program CSR dijalankan melalui empat pilar utama, yakni penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, dukungan pendidikan, serta pelestarian lingkungan,” kata Asisten Sustainability dan CSR PT Perkebunan Lembah Bhakti, Catur Wibowo saat bersilaturahmi dengan media seperti dilansir Antara, di Banda Aceh, Kamis (5/3/2026). Catur mengatakan, program CSR menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. Sepanjang - [Asian Agri Kelola Kebun Secara Tepat, Apical Olah Minyak Sawit Bernilai Tambah Tinggi](https://sawitkita.id/asian-agri-kelola-kebun-secara-tepat-apical-olah-minyak-sawit-bernilai-tambah-tinggi/): JAKARTA – Bulan Ramadan menjadi waktu untuk refleksi dan pembaruan. Bagi industri kelapa sawit, momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat manfaat satu komoditas ini di berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga berbagai sektor industri. Tema tersebut diangkat dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Asian Agri bersama Apical di GIOI Menteng, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan media dan menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pandangan mengenai perkembangan industri kelapa sawit serta kontribusinya dalam kehidupan sehari-hari dan perekonomian Indonesia. Dalam sambutannya, Johan Kurniawan, Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, menyampaikan bahwa - [Alokasi B40 Naik Jadi 15,646 Juta Kiloliter](https://sawitkita.id/alokasi-b40-naik-jadi-15646-juta-kiloliter/): JAKARTA – Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori biodiesel 40% (B40) pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter. Angka tersebut hanya meningkat sekitar 30.000 kiloliter dibandingkan alokasi 2025 sebesar 15,616 juta kiloliter. “Alokasi mandatori B40 tahun ini naik sekitar 30.000 kiloliter menjadi total 15,646 juta kiloliter,” ujar Ernest dalam acara Buka Puasa dan Bincang Santai di Jakarta, Selatan, Rabu (25/2/2026). Dari total alokasi 2026, sebanyak 7,4 juta kiloliter diperuntukkan bagi sektor public service obligation (PSO), sementara 8,1 juta kiloliter dialokasikan untuk sektor non-PSO. Baca Juga: Realisasi B40 Sepanjang 2025 Capai 14,2 Juta KL - [China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit](https://sawitkita.id/china-tertarik-beli-kredit-karbon-sawit/): JAKARTA – Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengungkapkan China menyatakan minat membeli kredit karbon dari transformasi industri sawit Indonesia, dengan potensi nilai mendekati USD700 juta per tahun. Menurut Sahat, ketertarikan tersebut muncul setelah ia mempresentasikan konsep perubahan teknologi pengolahan sawit yang diklaim mampu menurunkan emisi karbon hingga 78%. “Jadi itulah yang dipertanyakan China, dan China ingin membeli karbon trading dari penurunan itu,” kata Sahat dalam acara Buka Puasa dan Bincang Santai di Jakarta, Selatan, Rabu (25/2/2026). Baca Juga: Ini Teknologi Pembuat Carbon Black dari Biomassa Sawit Sahat menambahkan angka potensi penurunan emisi 45,3 juta ton - [Pendapatan Naik 31,35%, Astra Agro Raup Laba Bersih Rp1,47 Triliun](https://sawitkita.id/pendapatan-naik-3135-astra-agro-raup-laba-bersih-rp147-triliun/): JAKARTA – Emiten sawit PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2025. Pada tahun lalu, AALI membukukan laba bersih sebesar Rp1,47 triliun, yang didukung oleh pendapatan sebesar Rp28,6 triliun. Pendapatan ini naik 31,35% secara tahunan, dari sebelumnya sebesar Rp21,81 triliun. Pendapatan Astra Agro Lestari berasal dari minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp25,52 triliun, inti sawit dan turunannya sebesar Rp3,12 triliun, dan pendapatan lainnya senilai Rp10,92 miliar. Sementara itu, berdasarkan segmen operasinya, AALI memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp11,77 triliun dari segmen operasi di Sumatera, lalu Rp12,88 triliun dari Kalimantan, dan sebesar Rp16,67 triliun - [MinyaKita Dijual di Atas HET, Mentan: Produsen-Distributor Harus Diproses Hukum](https://sawitkita.id/minyakita-dijual-di-atas-het-mentan-produsen-distributor-harus-diproses-hukum/): JAKARTA – Indonesia merupakan produsen terbesar minyak sawit di dunia. Karena itu, minyak goreng tak boleh dijual mahal dan langka di pasaran. “Kita mengekspor minyak (sawit) ke seluruh dunia. Kenapa (MinyaKita) naik? Enggak ada alasan minyak goreng naik di Indonesia. Enggak boleh diberi ampun. Bagi orang yang ingin memanfaatkan bulan suci Ramadhan itu harus ditindak,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (21/2/2026). Penegasan Mentan tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran. Dalam sidak tersebut, ditemukan minyak goreng rakyat merek MinyaKita masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan - [Bantuan Beras-Minyak Goreng Disalurkan Minggu Depan](https://sawitkita.id/bantuan-beras-minyak-goreng-disalurkan-minggu-depan/): JAKARTA – Bantuan beras dan minyak goreng dari pemerintah akan disalurkan pada pekan keempat Februari 2026. Langkah ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat selama Ramadhan 1447 Hijriah. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa dana bantuan pangan telah resmi cair dari Kementerian Keuangan, memungkinkan dimulainya penyaluran setelah kesiapan teknis dan administratif dari Bulog dinyatakan lengkap. “Insya Allah minggu depan (pekan keempat Februari 2026), sudah mulai (penyaluran) Banpang (bantuan pangan),” ujarnya pada Sabtu (21/2/2026). Penyaluran ini diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan menjaga stabilitas harga beras dan minyak goreng di pasaran. Badan - [Sawit Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana](https://sawitkita.id/sawit-kunci-pemulihan-ekonomi-pasca-bencana/): MEDAN – Guru Besar bidang Ekonomi Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Diana Chalil menegaskan, budidaya tanaman kelapa sawit pada lahan yang tepat akan menjadi kunci pemulihan ekonomi pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dibandingkan komoditas lainnya, perkebunan sawit memberikan multiplier effect positif yang lebih besar baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan. “Manfaat lingkungan tidak (selalu) lagi trade-off dengan manfaat ekonomi. Kita belajar pasca bencana tsunami di Aceh tahun 2004, sawit menjadi preferensi petani karena menguntungkan. Perkebunan sawit rakyat banyak dari konversi komoditi lain,” kata Prof Diana Chalil dalam Diskusi Ilmiah Dialektika Sawit Indonesia di Kampus - [Ekofisiologis Tak Sesuai Picu Banjir dan Tanah Longsor](https://sawitkita.id/ekofisiologis-tak-sesuai-picu-banjir-dan-tanah-longsor/): MEDAN – Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu terjadi akibat tata kelola lahan yang tidak memperhatikan aspek ekofisiologi tanaman. Risiko kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim bisa diminimalisir jika tata kelola lahan, baik untuk tanaman hutan maupun perkebunan, memperhatikan aspek interaksi antara fungsi fisiologis dengan kondisi lingkungan fisik. “Interaksi antara fungsi fisiologis tanaman dengan kondisi lingkungan fisiknya tertuang dalam kriteria kelas kesesuaian lahan, baik di lahan mineral, maupun di lahan gambut,” kata Prof Dr Ir Abdul Rauf, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara (USU), dalam diskusi Dialektika Sawit Indonesia - [BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana](https://sawitkita.id/bmkg-perubahan-iklim-picu-meningkatnya-bencana/): MEDAN – Perubahan iklim menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terkahir. Termasuk bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung tahun 2025 di Pulau Sumatera. “Bencana alam yang terjadi akhir tahun lalu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat disebabkan iklim dunia yang terus memanas serta adanya siklon tropis di sekitar Sumatera,” kata Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Penegasan ini disampaikan Dr Ardhasena saat menjadi pembicara pada Diskusi Ilmiah bertajuk “Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra” di Kampus USU (Universitas Sumatra Utara) Medan, - [Warek USU: Perlu Pendekatan Kolaboratif Antisipasi Bencana](https://sawitkita.id/warek-usu-perlu-pendekatan-kolaboratif-antisipasi-bencana/): MEDAN – Isu perubahan iklim global telah menjadi fakta ilmiah yang tidak terbantahkan. Perubahan pola curah hujan, peningkatan intensitas cuaca ekstrem, serta dinamika sistem iklim regional telah meningkatkan risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatera. Mengantisipasi risiko meningkatnya potensi terjadi bencana ke depan, perlu pendekatan kolaboratif di antara semua pemangku kepentingan: pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pengusaha. “Kita harus dapat merumuskan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana,” kata Wakil Rektor III Universitas Sumatra Utara (USU) Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., saat membuka Diskusi Ilmiah bertajuk “Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan - [CSR Lestari Tani Teladan Fokus di Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi](https://sawitkita.id/csr-lestari-tani-teladan-fokus-di-pendidikan-kesehatan-dan-pemberdayaan-ekonomi/): DONGGALA – Dana tanggung jawab sosial (CSR) PT Lestari Tani Teladan (LTT) anak perusahaan PT Astra Agro Lestari memberikan dampak positif bagi warga Desa Towiora Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah khususnya sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Keterlibatan pihak swasta membangun daerah sangat dibutuhkan, maka kolaborasi ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat dalam memantapkan program berani cerdas,” kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, dikutip Antara, Jumat (6/2/2026). Ia mengemukakan program tersebut bisa menjamin pemerataan pendidikan di seluruh masyarakat Sulteng. Harapnya, program berani cerdas bisa semakin meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sulteng. “Bukan hanya janji kampanye semata tapi sebuah upaya kita memajukan - [Banyak yang Nyinyir, Prabowo: Kelapa Sawit adalah Tanaman Ajaib!](https://sawitkita.id/banyak-yang-nyinyir-prabowo-kelapa-sawit-adalah-tanaman-ajaib/): BOGOR – Banyak kelompok masyarakat yang anti tanaman kelapa sawit sehingga mereka melakukan kampanye hitam (black campaign). Presiden Prabowo Subianto melakukan pembelaan terhadap tanaman yang telah terbukti menjadi penopang perekonomian nasional ini. Presiden mengatakan kelapa sawit adalah tanaman ajaib alias miracle crop. Apa sebabnya? “Kenapa kelapa sawit bagi saya saya katakan itu miracle crop? It is miracle crop,” ujar Prabowo di mimbar pidato Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah atau Rakornas 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dia menepis keraguan dari pihak yang disebutnya sebagai “kelompok nyinyir” mengenai sawit. Padahal, kata Prabowo, sawit memang ajaib. “Karena kelapa sawit itu - [Konversi Lahan Sudah Terjadi Sejak Masa Kolonial](https://sawitkita.id/konversi-lahan-sudah-terjadi-sejak-masa-kolonial/): YOGYAKARTA – Isu perubahan tutupan hutan dan pemanfaatan lahan di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari dinamika panjang sejarah pembangunan. Pembukaan perkebunan di Sumatera Timur (kini Sumatera Utara) telah dimulai sejak 1863, dipelopori Nienhuys. Namun pada masa itu, komoditas yang dikembangkan bukan kelapa sawit, melainkan tembakau yang menjadi primadona pasar Eropa. “Ini menunjukkan bahwa pembukaan lahan perkebunan sudah berlangsung jauh sebelum sawit berkembang seperti sekarang,” ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University, Prof Yanto Santosa pada Seminar Nasional Sawit yang digelar UPN Veteran Yogyakarta, Kamis (22/1/2026). Prof Yanto memaparkan sejumlah penyebab utama konversi hutan menjadi non-hutan atau penggunaan lahan lainnya di - [Indonesia-China Kerja Sama Industri Sawit Rendah Karbon](https://sawitkita.id/indonesia-china-kerja-sama-industri-sawit-rendah-karbon/): JAKARTA – Indonesia dan China memperkuat kerja sama di bidang pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Chinese Society of Environmental Sciences (CSES) dalam pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi. Kemitraan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mentransformasi industri kelapa sawit nasional agar sejalan dengan agenda pembangunan hijau dan target penurunan emisi. “Salah satu aspek utama dari kemitraan ini adalah pengembangan dan penerapan teknologi inovatif rendah emisi, atau yang kami sebut sebagai PaMER (Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah),” kata Sekretaris Kementerian PPN Teni Widuriyanti sebagaimana dikutip Xinhua dan Antara, Jumat (30/01/2026). Baca Juga: Pasar Berubah, China - [Sumsel Ekspor 95.400 Benih Sawit ke Peru](https://sawitkita.id/sumsel-ekspor-95-400-benih-sawit-ke-peru/): PALEMBANG – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan memfasilitasi ekspor 95.400 butir benih kelapa sawit dari provinsi setempat ke Peru. “Untuk memfasilitasi ekspor tersebut, petugas Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap benih kelapa sawit tersebut,” kata Kepala BKHIT Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari seperti dikutip dari Antara, Minggu (25/1/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan benih memenuhi persyaratan teknis negara tujuan, khususnya bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) Marasmius sp yang dipersyaratkan oleh otoritas karantina Peru. Kegiatan pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, serta pengujian kesehatan benih sesuai standar - [Agrinas Bukukan Laba Rp 1,6 Triliun di Tahun Pertama Operasi](https://sawitkita.id/agrinas-bukukan-laba-rp-16-triliun-di-tahun-pertama-operasi/): JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mengelola lahan perkebunan sawit seluas 1,7 juta hektare hanya dalam setahun beroperasi, sejak diresmikan pada 16 Januari 2025. Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Agus Sutomo mengatakan, 1 tahun pertama menjadi fase krusial dalam membangun fondasi perusahaan yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kepentingan publik. “Lima kali kami menerima tugas mengelola lahan dan saat ini total lahan yang dikelola mencapai sekitar 1,7 juta hektare, dengan luasan tanaman sekitar 774.000 hektare,” ujar Agus di Menara Palma, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Adapun, dari pengelolaan lahan tersebut, dalam 1 tahun Agrinas Palma berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 4,3 - [Industri Sawit Diharapkan Terus Tumbuh dan Dorong Perekonomian Nasional](https://sawitkita.id/industri-sawit-diharapkan-terus-tumbuh-dan-dorong-perekonomian-nasional/): YOGYAKARTA – Industri sawit memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia dan menjadi tumpuan sumber pendapatan bagi 16,5 juta kepala keluarga, mulai dari petani hingga karyawan perusahaan yang bergerak di industri kelapa sawit. Hal itu dikatakan Ketua Umum GAPKI Eddy Martono pada Seminar Nasional dengan Tema “Menakar Industri Sawit dari Aspek Sosial, Ekonomi dan Lingkungan” yang diselenggarakan Pusat Studi Lahan dan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Kamis (22/1/2026). “Industri kelapa sawit di Indonesia juga berkontribusi pada devisa ekspor pada 2022 mencapai USD39 miliar, yang menjadikan neraca perdagangan Indonesia surplus USD56 miliar,” ujar Eddy Martono. Baca Juga: Industri Sawit Berkomitmen terhadap Hak - [Tragedi DAS Garoga Sumatera Utara Akibat Fenomena Alam Ekstrem](https://sawitkita.id/tragedi-das-garoga-sumatera-utara-akibat-fenomena-alam-ekstrem/): BOGOR – Para ahli lingkungan dan kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan kajian ilmiah membedah secara objektif dugaan keterlibatan korporasi, khususnya PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS) yang sebelumnya diisukan di ruang digital sebagai salah satu korporasi penyebab banjir dan longsor di wilayah Tapanuli. Mereka itu di antaranya Prof Dr Yanto Santosa, Dr Ir Basuki Sumawinata, dan Dr Ir Idung Risdiyanto. Ketiganya diketahui sebagai akademisi yang fokus dalam kajian kehutanan, tanah, dan hidrologi. Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada bukti kuat PT TBS sebagai penyebab banjir. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah posisi kebun sawit PT TBS terhadap - [GAPKI-PPKS Gelar Pelatihan Manajemen Perkebunan Sawit bersama Delegasi Tanzania](https://sawitkita.id/gapki-ppks-gelar-pelatihan-manajemen-perkebunan-sawit-bersama-delegasi-tanzania/): JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengadakan Short Course of Oil Palm Plantation Management. Kegiatan ini merupakan program pelatihan yang mengombinasikan pembelajaran di kelas dengan praktik langsung di lapangan. Program yang akan berlangsung selama dua bulan ini diikuti oleh 13 perwakilan dari Tanzania Agricultural Research Institute (TARI) dan Tanzania Plant Health and Pesticides Authority (TPHPA). Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Ketua Konsorsium Ganoderma Indonesia GAPKI sekaligus Kepala SSPL PT Socfin Indonesia, Indra Syahputra. Indra menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat datang kepada delegasi Tanzania yang hadir di Sumatera Utara. “Kolaborasi ini merupakan bentuk - [Pemerintah Bakal Naikkan Pungutan Ekspor CPO](https://sawitkita.id/pemerintah-bakal-naikkan-pungutan-ekspor-cpo/): JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mensinyalir pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) akan naik dari level saat ini sebesar 10%, meskipun program mandatori biodiesel B50 belum diimplementasikan pada awal tahun ini. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan kenaikan pungutan ekspor CPO tersebut diperlukan guna menambal dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang turut diperuntukan untuk ‘menyubsidi’ biodiesel. Eniya menjelaskan, potensi kenaikan pungutan ekspor tersebut saat ini sedang dikaji oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Mau B40 atau B50 ini tetap harus naik PE-nya, - [Realisasi B40 Sepanjang 2025 Capai 14,2 Juta KL](https://sawitkita.id/realisasi-b40-sepanjang-2025-capai-142-juta-kl/): JAKARTA – Realisasi pemanfaatan program mandatori biodiesel B40 sepanjang 2025 mencapai 14,2 juta kilo liter (KL). Program B40 ini diklaim berhasil menurunkan impor solar sebanyak 3,3 juta KL. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi tersebut setara dengan 105,2% di atas target pemanfaatan biodiesel B40 sebanyak 13,5 juta KL pada tahun lalu.“Kebijakan mandatori biodiesel, saya bersyukur bahwa impor solar kita pada 2024 masih kurang lebih 8,3 juta KL, kemudian pada 2025 turun menjadi 5 juta KL. Jadi ini akibat apa? Program biodiesel kita, B40,” kata Bahlil dalam konferensi pers kinerja 2025 kementeriannya, Kamis (8/1/2026). Pada kesempatan tersebut, Bahlil juga k mbali - [RI-Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception](https://sawitkita.id/ri-pakistan-perkuat-kemitraan-strategis-melalui-indonesia-palm-oil-networking-reception/): KARACHI – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi, bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyelenggarakan The Indonesia Palm Oil Networking Reception. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral pasca Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ke Islamabad pada Desember 2025. Acara tersebut dihadiri para pejabat tinggi, antara lain Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Chief Guest Federal Minister for Commerce of Pakistan Jam Kamal Khan, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Pakistan Chandra W. Sukotjo, Konsul Jenderal Republik - [Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026](https://sawitkita.id/prabowo-bakal-sita-4-5-juta-ha-kebun-sawit-ilegal-di-2026/): JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan mau melakukan penyitaan terhadap 4-5 juta hektare (ha) lahan sawit bermasalah di tahun 2026 ini. Hal ini diungkapkan saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Prabowo minta pembantunya di kabinet untuk kompak melawan korupsi dan memberantas penyelewengan terhadap hukum. Dia mencontohkan seperti penguasaan kembali 4 juta ha kawasan hutan yang sebelumnya kebun sawit bermasalah. “Dan tahun 2026 mungkin kita akan sita tambahan 4 atau 5 juta lagi,” kata Prabowo. Selain itu, menurutnya, pemerintah juga sudah melakukan penyelamatan atau penguasaan kembali terhadap ratusan praktek tambang ilegal. Meski masih banyak - [Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu](https://sawitkita.id/ikuti-perintah-kdm-kebun-sawit-di-cirebon-diganti-mangga-gincu/): CIREBON – Bupati Cirebon H. Imron memerintahkan ke jajarannya agar segera mencabuti tanaman kelapa sawit yang sudah tertanam di Kabupaten Cirebon. Selanjutnya, kebun bekas kelapa sawit tersebut ditanami buah mangga gincu. Sikap Bupati Cirebon tersebut untuk mendukung penuh Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait larangan penanaman kelapa sawit di wilayah Jawa Barat. Bupati Imron pun langsung turun ke Kecamatan Pasaleman, lokasi kebun sawit. “Kami sekarang ini mengadakan kegiatan silaturahmi dan diskusi. Ada Pak Danrem, DPR, dan Pak Dandim, karena ada edaran dari Pak Gubernur bahwa di Jawa Barat ada larangan penanaman sawit,” ujar Imron di lokasi kebun sawit, Senin (5/1/2026). - [Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua](https://sawitkita.id/kemendagri-sawit-bukan-satu-satunya-pilihan-yang-harus-ditanam-di-papua/): JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk membantah adanya arahan untuk menanam sawit di Papua. “Ada opini yang sementara berkembang bahwa ada arahan Bapak Presiden untuk menanam sawit di Papua. Itu tidak benar,” kata Ribka dalam keterangannya di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, dalam siaran pers resmi Pusat Penerangan Kemendagri, Senin (5/1/2026). Dia merujuk pada pertemuan antara Presiden, jajaran menteri, serta kepala daerah dari enam provinsi dan 42 kabupaten/kota se-Tanah Papua di Istana Negara pada 16 Desember 2025. Dalam pertemuan itu, Presiden mendorong Pemda untuk memiliki pemahaman yang sama mengenai upaya percepatan pembangunan di Papua. Dia - [Presiden Ingin Papua Ditanami Sawit hingga Tebu](https://sawitkita.id/presiden-ingin-papua-ditanami-sawit-hingga-tebu/): JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berharap, Papua turut ditanami sawit agar dapat berswasembada energi dengan menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) dari sawit. “Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit,” kata Prabowo saat memberi pengarahan dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Prabowo juga ingin di Papua ditanam tebu hingga singkong agar bisa memproduksi etanol. Diharapkan dalam lima tahun ke depan, semua daerah, termasuk Papua, bisa swasembada energi dan swasembada pangan. Baca Juga: KDM Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan - [KDM Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan Tidak Tepat](https://sawitkita.id/kdm-larang-sawit-di-jawa-barat-pakar-ipb-nilai-kebijakan-tidak-tepat/): JAKARTA – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menuturkan, karakteristik “Tanah Sunda” yang sempit tidak kompatibel dengan industri perkebunan kelapa sawit. Ia menganggap perkebunan kelapa sawit yang masif dan boros air dapat memicu ancaman krisis air dan bencana lingkungan. “Jawa Barat itu kecil, wilayahnya sempit. Sawit butuh lahan luas, enggak cocok. Kita cocoknya teh, karet, kina, kopi,” ujar Dedi, dilansir dari Antara, Jumat (2/1/2025). Ia melarang penanaman sawit di Jawa Barat melalui Surat Edaran Nomor 187/PM.05.02.01/PEREK, yang ditandatangani pada Senin (29/12/2025). Dedi juga menginstruksikan penggantian tanaman atau alih komoditas secara bertahap bagi lahan yang sudah terlanjur ditanami sawit di seluruh - [Siapa Pemilik Perkebunan Kelapa Sawit di Papua?](https://sawitkita.id/siapa-pemilik-perkebunan-kelapa-sawit-di-papua/): JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berharap agar Papua mengembangkan tanaman kelapa sawit hingga tebu ke depan. Tujuannya agar Indonesia dapat mencapai swasembada energi dan swasembada pangan. Harapan ini disampaikan kepada Kepala Daerah se Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di Istana Negara, Jakarta Selasa (16/12/2025). Menurut Prabowo, Papua memiliki potensi sangat besar untuk pengembangan bahan baku bioenergi yang dapat menghasilkan bahan bakar minyak maupun etanol. Sayangnya, potensi besar Papua untuk komoditas sawit hingga tebu belum maksimal. Sebenarnya perkebunan kelapa sawit sudah beroperasi di Papua. Namun, jumlah masih terbatas dan tidak sebanding dengan luas Papua. Baca Juga: Papua - [Produsen Pupuk Bisa Ekspor Pupuk Nonsubsidi Lagi](https://sawitkita.id/produsen-pupuk-bisa-ekspor-pupuk-nonsubsidi-lagi/): JAKARTA – Pemeritah memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi sekaligus menggairahkan industri pupuk nasional dengan menerbitkan Perpres No. 113 Tahun 2025 sebagai revisi Perpres No. 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Subsidi. Regulasi ini menjadi fondasi transformasi kebijakan pupuk, dari skema subsidi output menjadi subsidi input yang lebih berkelanjutan. “Dulu ekspor tidak diperbolehkan, sekarang dimungkinkan. Ini menjadi insentif positif bagi industri pupuk nasional,” kata Yustina Retno Widiati, Kepala Seksi Pupuk Bersubsidi yang mewakili Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian dalam diskusi Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertajuk Penguatan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Pasca Terbitnya Perpres 113 Tahun 2025 - [PTPN, Aspek-PIR dan KUD Binaan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh](https://sawitkita.id/ptpn-aspek-pir-dan-kud-binaan-salurkan-bantuan-korban-banjir-di-aceh/): Banda Aceh — PTPN IV Regional 3 bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia serta koperasi unit desa (KUD) binaan PTPN IV Regional 3 menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sandang, pangan, dan kebutuhan medis senilai ratusan juta rupiah kepada masyarakat terdampak bencana alam banjir bandang di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Wilayah yang menerima bantuan adalah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur. Penyerahan bantuan langsung dilakukan oleh Aspekpir, KUD Binaan PTPN IV Regional III dan manajemen PTPN IV Regional III Rombongan dari Aspekpir dipimpin oleh Setiyono (Ketua Umum), Samijo (Ketua Aspekpir Siak), Syarifuddin - [Aturan Kemitraan Kebun Sawit Bakal Diubah: Plasma 80%, Inti 20%](https://sawitkita.id/aturan-kemitraan-kebun-sawit-bakal-diubah-plasma-80-inti-20/): PALANGKARAYA – Kebijakan kemitraan perkebunan kelapa sawit bakal diubah. Porsi plasma yang selama ini ditetapkan 20% dari kebun inti, direncanakan ditingkatkan menjadi 80%. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta agar ketentuan plasma diubah agar manfaat perkebunan sawit lebih banyak dirasakan masyarakat. “Peraturan plasma 20% ini akan diubah, karena Pak Presiden meminta untuk plasmanya menjadi 80%,” ujar Nusron saat rapat koordinasi pertanahan di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (11/12/2025). Baca Juga: Aturan Plasma 30% untuk Pembaruan HGU Sawit Rusak Investasi Kebijakan plasma 20% merupakan kewajiban perusahaan perkebunan besar untuk mengalokasikan sebagian hasil - [Menghukum Bukan untuk Melampiaskan Emosi](https://sawitkita.id/menghukum-bukan-untuk-melampiaskan-emosi/): BANYUWANGI – Setiap bencana besar selalu meninggalkan dua jejak: kerusakan fisik dan kegaduhan sosial. Yang pertama menuntut pemulihan, yang kedua menuntut kewarasan. Sayangnya, dalam banyak peristiwa bencana—terutama banjir bandang dan kebakaran lahan—kita sering tergelincir pada kesimpulan moral yang terlalu cepat: siapa yang harus disalahkan, dan siapa yang pantas dihukum. Ambil contoh kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang. Secara visual, kayu-kayu itu tampak memperparah dampak banjir—menyumbat jembatan, menghantam rumah, merusak infrastruktur. Namun pertanyaan yang jarang diajukan adalah: apakah pemilik kayu tersebut pelaku kejahatan, atau justru juga korban bencana cuaca ekstrem? Boleh jadi, kayu itu berasal dari kegiatan legal yang terdampak hujan - [Imbas Banjir Sumatera, Kebun Sawit Bakal Dikembalikan Jadi Hutan](https://sawitkita.id/imbas-banjir-sumatera-kebun-sawit-bakal-dikembalikan-jadi-hutan/): JAKARTA – Perkebunan kelapa sawit di Pulau Sumatera hasil pelepasan kawasan hutan akan dikembalikan menjadi hutan. Rencana tersebut sebagai imbas banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (08/12/2025). “Saya kemarin rapat, termasuk Menteri Kehutanan juga sedang mengevaluasi beberapa kebun-kebun yang dulunya hasil pelepasan kawasan hutan, kemungkinan besar dengan adanya bencana ini nanti akan ada evaluasi besar-besaran dan ada salah satu keputusan ekstremnya adalah dikembalikan menjadi fungsi hutan lagi,” kata Nusron. Baca Juga: HGU Sawit Akan Digunakan untuk - [HGU Sawit Akan Digunakan untuk Huntara bagi Korban Banjir](https://sawitkita.id/hgu-sawit-akan-digunakan-untuk-huntara-bagi-korban-banjir/): JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah harus segera memastikan ketersediaan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia bahkan menyatakan siap mencabut sementara HGU apabila langkah itu diperlukan, misalnya HGU kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa salah satu kendala utama percepatan pembangunan huntara bagi korban banjir Sumatera adalah terbatasnya lahan yang dapat disediakan pemerintah daerah. Menanggapi hal itu, Prabowo kembali menekankan urgensi penyediaan lahan dan meminta adanya koordinasi penuh antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten, termasuk seluruh kementerian - [Apakah Pencabutan Izin Dapat Menyelesaikan Masalah?](https://sawitkita.id/apakah-pencabutan-izin-dapat-menyelesaikan-masalah/): BOGOR – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera baru-baru ini kembali menyadarkan kita betapa rentannya masyarakat terhadap bencana hidrometeorologis. Arus air yang membawa material kayu, lumpur, dan batu membuat kerusakan luas, memaksa ribuan keluarga meninggalkan rumah, dan meninggalkan trauma yang mendalam. Dalam suasana emosional seperti ini, wajar bila masyarakat ingin mencari pihak yang bertanggung jawab. Tidak lama kemudian, tekanan publik mengarah pada pemegang izin usaha kehutanan, pertambangan, dan perkebunan. Gelombang tuntutan pun muncul: cabut izinnya. Namun pertanyaan yang jarang diajukan di tengah euforia penyaluran amarah adalah ini: apakah pencabutan izin benar-benar menyelesaikan masalah? Atau jangan-jangan, kebijakan ini justru - [Mentan Apresiasi Kepedulian GAPKI pada Gerakan Donasi Bencana Sumatera](https://sawitkita.id/mentan-apresiasi-kepedulian-gapki-pada-gerakan-donasi-bencana-sumatera/): JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara langsung menyerahkan piagam apresiasi kepada Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), M. Hadi Sugeng. Sambil berjabat tangan, Mentan menyampaikan terima kasih atas partisipasi asosiasi para pengusaha kelapa sawit dalam gerakan donasi untuk korban bencana yang dipelopori Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Piagam Apresiasi dari Kementan itu diserahkan di Markas Komando Lintas Laut Militer, Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (5/12/2025) saat rombongan truk pengangkut bantuan berada di kapal laut. Dengan mengirimkan pasokan berupa bahan makanan dan minuman yang diserahkan GAPKI, Mentan berharap agar kebutuhan konsumsi para korban banjir dan longsor paska badai - [Pakar Sayangkan Dugaan Kebun Sawit Picu Banjir di Sumatera](https://sawitkita.id/pakar-sayangkan-dugaan-kebun-sawit-picu-banjir-di-sumatera/): JAKARTA – Tanpa mengurangi duka cita yang amat dalam terhadap banjir dan longsor yang menelan korban di Sumatera, kajian dan analisis terhadap pemicu bencana harus dilakukan dengan sangat cermat. Dugaan yang tidak dilandasi data yang akurat bukan hanya gagal menawarkan solusi, namun juga berpotensi menimbulkan pengulangan bencana serupa dan dampak negatif berikutnya. Demikian kesimpulan pendapat yang disampaikan Guru Besar Kebijakan Kehutanan, Prof. Sudarsono Soedomo dan Kepala Pusat Studi Sawit Prof. Budi Mulyanto. Kedua pakar dari IPB University itu menyayangkan sudut pandang yang terlalu tergesa-gesa dan sangat sederhana dalam menghubungkan bencana sebagai dampak perkebunan kelapa sawit. “Saya tidak sependapat dengan adanya - [GAPKI Bantu Korban Siklon Tropis Senyar melalui Kementan](https://sawitkita.id/gapki-bantu-korban-siklon-tropis-senyar-melalui-kementan/): JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar aksi GAPKI Peduli. Bersama Kementerian Pertanian (Kementan), asosiasi yang terdiri dari para pegiat industri perkebunan kelapa sawit itu mengirimkan bantuan yang ditujukan langsung kepada korban bencana di beberapa bagian di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. “Solidaritas bukanlah seremoni, melainkan panggilan moral bangsa,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan arahan dalam menggalang donasi bagi korban bencana. Dalam waktu satu jam, terkumpul sekitar Rp75,85 miliar. Bantuan dalam bentuk barang langsung dikirim menggunakan 207 unit truk pada Kamis (4/12/2025). Seperti diketahui, curah hujan yang sangat tinggi akibat badai siklon tropis senyar - [Industri Sawit Berkomitmen terhadap Hak Anak dan Pekerja Perempuan](https://sawitkita.id/industri-sawit-berkomitmen-terhadap-hak-anak-dan-pekerja-perempuan/): JAKARTA – Pelaku industri sawit memberikan prioritas terhadap perlindungan hak anak dan pekerja perempuan sebagai implementasi praktik sawit berkelanjutan. Saat ini, sudah banyak fasilitas di perkebunan yang setara dengan perkantoran di kota besar seperti ruang laktasi, layanan kesehatan, fasilitas pendidikan anak usia dini, dan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan, untuk memastikan komoditas emas hijau ini ramah terhadap anak dan perempuan. Informasi ini menjadi tema bahasan Diskusi Rutin Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) yang berlangsung di Gedung C Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (2/12/2025). Narasumber yang hadir antara lain Baginda Siagian (Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian), Delima Hasri Azahari (Peneliti - [Nila Riana Perempuan Pertama Pimpin APINDO Riau](https://sawitkita.id/nila-riana-perempuan-pertama-pimpin-apindo-riau/): PEKANBARU – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Riau resmi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) V Tahun 2025 di Hotel Grand Suka Pekanbaru dengan mengangkat tema: “Peran Strategis APINDO dalam Peningkatan Ekonomi Riau Merawat Tuah, Menjaga Marwah Menuju Indonesia Emas 2045.” Musprov ini menjadi momentum penting bagi dunia usaha dalam memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja di Provinsi Riau. Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO Anthony Hilman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pengurus DPP APINDO Riau Masa Bakti 2020-2025 serta menjelaskan bahwa tantangan ketenagakerjaan baik nasional maupun regional harus dijawab dengan kebijakan yang memberi ruang lebih besar bagi dunia - [Pejabat Eselon 1 Kementan Dirombak, Suwandi Jadi Sekjen](https://sawitkita.id/pejabat-eselon-1-kementan-dirombak-suwandi-jadi-sekjen/): JAKARTA – Jajaran pejabat eselon 1 Kementerian Pertanian (Kementan) dirombak. Tercatat ada lima pejabat eselon 1 yang dilantik oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025). Mereka adalah Suwandi yang sebelumnya Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian dilantik sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan. Suwandi menggantikan Ali Jamil. Mentan Amran juga melantik Hermanto sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian. Hermanto sebelumnya pelaksana tugas yang sekaligus sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Lahan dan Irigasi Pertanian. Baca Juga: Pupuk Kaltim dan Kementan Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Sementara itu untuk Direktorat - [GAPKI Perkuat Kemitraan Global ](https://sawitkita.id/gapki-perkuat-kemitraan-global/): JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyelesaikan misi selama sepekan ke Amerika Serikat dan Eropa, menandatangani enam Nota Kesepahaman (MoU) dengan organisasi mitra di dua benua. Langkah ini menjagi bagian dari kampanye positif berkelanjutan untuk sawit Indonesia. Delegasi senior GAPKI yang terdiri dari Ketua Umum Eddy Martono, Wakil Ketua Umum Sany Anthony dan Ketua Bidang Luar Negeri Fadhil Hasan mengunjungi AS dan empat negara Eropa antara tanggal 18 dan 26 November 2025. Misi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kelembagaan, memfasilitasi dialog dengan pemangku kepentingan internasional dan meningkatkan pemahaman tentang sektor kelapa sawit Indonesia. “Misi ini menunjukkan komitmen GAPKI - [Astra Agro Bukukan Capaian Pengurangan Emisi GRK](https://sawitkita.id/astra-agro-bukukan-capaian-pengurangan-emisi-grk/): ⁠JAKARTA – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) mendapatkan penghargaan Social Business Innovation and Green (SIGREEN) Commitment Awards atas komitmennya dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan transparan. Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini dinobatkan sebagai Best Corporate in Responsible Business Practices for Eco-Friendly Product Innovation to Support the Reduction of Greenhouse Gas Emission untuk Kategori Agribusiness. “Selamat kepada para peserta dan para pelaku usaha,” kata mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang hadir secara virtual sebagai keynote speaker. Menurutnya, inovasi sosial dan komitmen hijau dalam dunia usaha memang sangat penting. Chief Commercial Officer Astra Agro Veronica - [Harga Melonjak, Kelapa Lebih Menguntungkan Ketimbang Sawit?](https://sawitkita.id/harga-melonjak-kelapa-lebih-menguntungkan-ketimbang-sawit/): JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir harga kelapa mengalami lonjakan. Tingginya permintaan dari China menjadi pemicu kenaikan harga kelapa di dalam negeri. Menteri Koordinator (Menko) bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, kebun kelapa kini memiliki daya jual yang lebih baik dibandingkan dengan kebun sawit. “Kebun kelapa lebih untung dari kebun sawit sekarang,” kata Zulhas di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/11/2025). Menurutnya, harga kelapa telah melonjak signifikan dari sebelumnya Rp2.000 menjadi Rp12.000 per butir. Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan terhadap komoditas kelapa. Baca Juga: Sawit Dihadang di Eropa, Mendag Zulhas Andalkan Program Prabowo Sebagai contoh, komoditas kelapa di China - [Sawit Sumbermas Akuisisi Saham SML Rp1,6 Triliun](https://sawitkita.id/sawit-sumbermas-akuisisi-saham-sml-rp16-triliun/): JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengakuisisi 98.328 saham PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang dimiliki oleh PT Citra Borneo Indah (CBI) pada 24 November 2025. Nilai transaksi pembelian aset ini mencapai Rp1,6 triliun. Direktur Utama SSMS Jap Hartono mengatakan, akuisisi ini merupakan transaksi afiliasi. Sebab, CBI adalah induk usaha dari Perseroan dan juga pemegang saham mayoritas Perseroan dengan kepemilikan sebesar 62,30%. Pendanaan untuk pembelian aset ini berasal dari fasilitas pinjaman sindikasi bank berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi No. 17 dan Akta Perjanjian Line Facility Pembiayaan Sindikasi Musyarakah No. 18, yang keduanya bertanggal 18 November 2025. Baca Juga: - [Minyak Goreng Impor Ilegal Masuk Lewat Batam](https://sawitkita.id/minyak-goreng-impor-ilegal-masuk-lewat-batam/): JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tampak marah dan kecewa. Tak seperti biasanya, konferensi pers dilaksanakan di rumah pribadinya di kawasan Jakarta Selatan. Padahal biasanya untuk menyampaikan informasi ke awak media, Amran melaksanakan di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) Jalan Harsono RM, Kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Rupanya ada informasi yang sangat penting untuk segera disampaikan ke publik. Dia menyebut ada 40,4 ton beras dan 2,04 ton minyak goreng impor ilegal masuk ke Indonesia melalui Batam, Kepulauan Riau. Baca Juga: Pabrik Minyak Goreng Hibah dari Kementan Ditarik Lagi Tak hanya komoditas itu saja yang masuk, tapi juga ada beberapa komoditas - [Manipulasi Ekspor Produk Sawit, Kejagung Periksa 40 Orang](https://sawitkita.id/manipulasi-ekspor-produk-sawit-kejagung-periksa-40-orang/): JAKARTA – Sebanyak 40 orang telah diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan manipulasi ekspor produk turunan minyak sawit pada 2022. “Saksi lebih dari 40 orang (yang sudah diperiksa),” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna, kepada wartawan di kompleks Kejagung, Jumat (21/11/2025). Anang tak memerinci siapa saja saksi yang telah diperiksa. Dia hanya menyebut para saksi berasal dari pihak birokrasi hingga swasta. “Dari birokrasi ada, dari swasta ada juga,” ucapnya. Baca Juga: Mitra Mentari Sentosa Diduga Manipulasi Ekspor Sawit Kejagung belum benar-benar menjelaskan duduk perkara kasus dugaan korupsi limbah minyak kelapa sawit pada 2022. Hanya, disebutkan perkara ini masih dalam - [POSCO Akuisisi Sampoerna Agro Senilai Rp9,44 Triliun](https://sawitkita.id/posco-akuisisi-sampoerna-agro-senilai-rp944-triliun/): JAKARTA – POSCO International Corporation melalui anak perusahaannya AGPA Pte. Ltd. mengakuisisi 65,721% saham PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) yang dimiliki Grup Sampoerna melalui Twinwood Family Holdings Limited. Untuk menebus 1,19 miliar lembar saham SGRO itu, POSCO merogoh kocek sebesar Rp9,44 triliun. Harga per lembar saham SGRO pada transaksi itu Rp7.903 per lembar. Pasca akuisisi SGRO, POSCO kini memiliki lahan sawit di Indonesia seluas 150.000 hektare (ha) atau lebih dari dua kali luas Kota Seoul, Ibu Kota Korea Selatan. Presiden Direktur Grup Sampoerna Bambang Sulistyo mengatakan bersyukur karena telah menemukan rumah baru bagi SGRO. “Kami yakin, pemilik baru akan menjadi - [Catatan Produksi Beras 2025](https://sawitkita.id/catatan-produksi-beras-2025/): JAKARTA – BPS telah merilis perkiraan produksi padi/beras tahun 2025. Rilis disampaikan 3 November lalu. Menurut BPS, produksi beras Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, naik 13,54% dibandingkan tahun lalu. Meskipun produksi Oktober-Desember 2025 masih potensi, kenaikan dua digit ini termasuk prestasi luar biasa. Amat jarang produksi beras bisa naik lebih 5%. Karena itu, apresiasi perlu diberikan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan seluruh jajarannya. Capaian ini membuat tekad pemerintah bahwa tidak akan menugaskan Bulog mengimpor beras yang diputuskan pada akhir tahun lalu bisa dipenuhi. Capaian ini cukup membanggakan, termasuk bagi Presiden Prabowo Subianto. Namun, yang patut diingat, - [Dukung Transisi Hijau Industri Sawit, BNI Rilis ESG Advisory](https://sawitkita.id/dukung-transisi-hijau-industri-sawit-bni-rilis-esg-advisory/): JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meluncurkan ESG Advisory Playbook khusus untuk sektor perkebunan kelapa sawit. Dokumen ini menjadikan BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang menyediakan panduan komprehensif bagi debitur untuk mempercepat transisi hijau sesuai standar global. Peluncuran ini merupakan langkah responsif terhadap meningkatnya tuntutan internasional terhadap praktik industri sawit yang berkelanjutan, termasuk penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang berdampak pada rantai pasok sawit nasional. Playbook tersebut diperkenalkan dalam rangkaian BNI ESG & Sustainability Transition (BEST) Event 2025 bertema Driving Sustainability in Palm Oil Sector with BNI di Menara BNI Pejompongan, Rabu (19/11/2025). Hadir dalam - [Sawit Sumbermas Sarana Dapat Kredit Rp5,2 Triliun ](https://sawitkita.id/sawit-sumbermas-sarana-dapat-kredit-rp52-triliun/): JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memfasilitasi sindikasi pembiayaan senilai Rp5,2 triliun kepada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Dalam transaksi ini, BRI bertindak sebagai Original Mandated Lead Arranger & Bookrunner sekaligus Facility Agent. Terdapat beberapa lembaga keuangan yang terlibat dalam pembiayaan ini, di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank KB Indonesia Tbk, dan PT Allo Bank Indonesia Tbk. Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto mengatakan, sektor agribisnis memiliki peran penting - [Astra Agro Fokuskan Dekarbonisasi Lintas Sektor](https://sawitkita.id/astra-agro-fokuskan-dekarbonisasi-lintas-sektor/): BELEM – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menegaskan kembali pentingnya penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam menjalankan operasional perusahaan. “Komitmen yang menjadi bagian penting operasional Astra Agro itu salah satunya melalui program digitalitasi, langkah-langkah solutif berbasis alam serta aplikasi teknologi hijau,” ujar Direktur Sustainability Astra Agro, Dr. Bandung Sahari saat menjadi pemateri mewakili Astra International di acara Conference of the Parties ke-30 (COP30), Belem, Brasil, Kamis (13/11/2025). Forum tahunan yang diselenggarakan Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) itu pada 2025 ini mengusung tema “Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievement through Indonesia High Integrity Carbon”.   COP menjadi - [B50 Harus Pertimbangkan Risiko Fiskal dan Pasar Sawit](https://sawitkita.id/b50-harus-pertimbangkan-risiko-fiskal-dan-pasar-sawit/): NUSA DUA – Rencana pemerintah mempercepat penerapan biodiesel B50 memicu diskusi tajam di pasar minyak nabati global. Di satu sisi, Indonesia ingin memperkuat kemandirian energi. Namun di sisi lain, percepatan ini dinilai mulai menekan stabilitas pasar minyak sawit dan menimbulkan risiko fiskal yang tidak ringan. Dalam wawancara di sela IPOC 2025 yang digelar di BICC The Westin Nusa Dua, Bali, Managing Director Glenauk Economics Julian Conway McGill menyebut percepatan dari B30, B40, hingga menuju B50 telah menciptakan ekspektasi pasar yang berlebihan. Menurut dia, hal itu membuat harga minyak sawit mentah (CPO) tetap tinggi. “Program biodiesel Indonesia terlalu berhasil,” ujarnya di - [China Beralih dari Konsumen Jadi Pengekspor Bioenergi](https://sawitkita.id/china-beralih-dari-konsumen-jadi-pengekspor-bioenergi/): NUSA DUA – Ekonomi China masih berada dalam tekanan deflasi, dengan deflator PDB yang tetap negatif. Kondisi ini menjaga harga tetap rendah dan membebani konsumsi, termasuk konsumsi minyak nabati. Hal itu dikatakan Ryan Chen dari China CNF Business Director – Oils & Oilseeds Cargill Investments (China) Limited pada acara 21st Indonesia Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook (IPOC 2025) di Nusa Dua, Bali, Jumat (14/11/2025). “Permintaan dalam negeri masih lemah sehingga konsumsi minyak sawit belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan dalam waktu dekat,” kata Chen. Baca Juga: Pasar Berubah, China Gunakan Minyak Sawit Bersertifikat Ia juga mengungkapkan bahwa ekspor China ke - [Pasar Berubah, China Gunakan Minyak Sawit Bersertifikat](https://sawitkita.id/pasar-berubah-china-gunakan-minyak-sawit-bersertifikat/): NUSA DUA – China salah satu pasar terbesar minyak sawit dunia, tengah mengalami perubahan struktur permintaan. Perusahaan-perusahaan besar di sana kini semakin mendorong penggunaan minyak sawit bersertifikat, terutama RSPO, meskipun belum menjadi aturan wajib pemerintah. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan dalam 21st Indonesia Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook (IPOC 2025) di Nusa Dua, Bali, Jumat (14/11/2025). Perubahan preferensi tersebut, kata Fadhil, dipicu oleh tuntutan rantai pasok global dan kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan. Akibatnya, muncul dua segmen baru di pasar China: pembeli sensitif harga serta pembeli premium - [Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara Dideklarasikan](https://sawitkita.id/serikat-pekerja-perkebunan-nusantara-dideklarasikan/): MEDAN – Puluhan aktivis dan pekerja perkebunan dari berbagai kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membentuk dan mendeklarasikan DPP Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPPN). Jonni Silitonga didaulat menjadi Ketua Umum untuk lima tahun ke depan atau periode 2025-2030. Dalam proses deklarasi yang digelar di Medan, Sabtu (15/11/2025) siang, Jonni didampingi Hendrik Hutabarat dan Supono sebagai Wakil Ketua. Kemudian Ali Santonius Tampubolon selaku Sekretaris Umum, Alpiyan Fikri Siregar dan Syafiyrina sebagai Wakil Sekretaris; serta Reantina Novaria Gurusinga sebagai Bendahara Umum. Jonni Silitonga mengatakan kesejahteraan dan kebebasan berbicara dan berorganisasi para pekerja atau buruh perkebunan merupakan salah satu unsur penting yang membuat - [Produksi Sawit ASEAN Turun, B50 Jadi Penentu Pasar](https://sawitkita.id/produksi-sawit-asean-turun-b50-jadi-penentu-pasar/): NUSA DUA – Produksi minyak sawit di Asia Tenggara diperkirakan melemah pada musim 2025–2026. Analis LSEG Singapore, Kian Pang Tan, menyebut penurunan ini terjadi akibat kombinasi kendala struktural di kebun, cuaca kering berkepanjangan, serta tekanan perdagangan global. Tan menyoroti tekanan eksternal yang datang dari perlambatan ekonomi utama. IMF memprediksi ekonomi China turun ke 4,2% pada 2026, India ke 6,2%, Uni Eropa ke 1,1%. “Tarif AS dan ketegangan perdagangan dengan China sudah mengganggu arus perdagangan dan memberikan tekanan yang semakin besar pada perdagangan internasional,” kata Tan dalam presentasinya di Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2025, Nusa Dua, Bali, Jumat (14/11/2025). Baca - [Dominasi Minyak Sawit di Pakistan Terancam, Ada Apa? ](https://sawitkita.id/dominasi-minyak-sawit-di-pakistan-terancam-ada-apa/): NUSA DUA – CEO Westbury Group, Abdul Rasheed Jan Mohammad, menyoroti gejolak besar di pasar minyak nabati dunia yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, lonjakan produksi sawit di Indonesia dan Malaysia muncul di luar ekspektasi pasar dan menjadi pemicu utama tekanan harga. “Pasar telah mengalami gejolak besar, terutama karena peningkatan produksi di Malaysia dan Indonesia, yang tidak diharapkan oleh sebagian besar pelaku pasar,” ujarnya dalam presentasi di Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2025, Nusa Dua, Bali, Jumat (14/11/2025). Selain faktor produksi, dinamika global juga memperkeruh situasi. Kebijakan biodiesel Indonesia masih belum tegas, sementara perang tarif antara negara-negara besar membuat - [Kebijakan Tarif India Tak Efektif, Untungkan Sawit Indonesia?](https://sawitkita.id/kebijakan-tarif-india-tak-efektif-untungkan-sawit-indonesia/): NUSA DUA – India tengah berada pada fase kritis dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati nasional. Dengan konsumsi yang terus meningkat dan ketergantungan impor yang tinggi, India dinilai harus mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produksi domestik sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara produsen. Hal itu diungkapkan Chairman Asian Palm Oil Alliance (APOA) Atul Chaturvedi saat menjadi pembicara di Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2025, Nusa Dua, Bali, Jumat (14/11/2025). “India adalah pasar minyak nabati terbesar di dunia, namun sekaligus negara yang paling rentan karena ketergantungan impor mencapai 60%. Ini adalah tantangan besar yang tidak bisa diatasi hanya dengan kebijakan tarif, melainkan - [Industri Sawit Harus Jadikan EUDR sebagai Peluang](https://sawitkita.id/industri-sawit-harus-jadikan-eudr-sebagai-peluang/): NUSA DUA – Industri sawit berada pada titik penting dalam menghadapi tekanan regulasi dan persepsi negatif dunia. Hal itu diungkapkan Adjunct Professor dari John Cabot University, Roma, Pietro Paganini, di hari kedua IPOC 2025. Dalam paparannya berjudul “EUDR and Beyond: Navigating New Frontiers for Palm Oil”, Paganini menyatakan bahwa tantangan terbesar sawit saat ini bukanlah produktivitas, melainkan masalah persepsi dan kepercayaan. “Kelapa sawit adalah komoditas yang paling produktif dan paling inklusif, tetapi justru memiliki reputasi paling buruk,” ujar Paganini di IPOC 2025 di BICC The Westin Nusa Dua, Bali, Jumat (14/11/2025). Baca Juga: Sawit Pilar Indonesia Emas 2045 dan Motor - [Sawit Pilar Indonesia Emas 2045 dan Motor Transformasi Hijau](https://sawitkita.id/sawit-pilar-indonesia-emas-2045-dan-motor-transformasi-hijau/): NUSA DUA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa sektor kelapa sawit akan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan The 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2026 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025). Dalam pidatonya, Rachmat menekankan bahwa sawit bukan sekadar komoditas, melainkan fondasi strategis pembangunan nasional. “Kelapa sawit bukan hanya komoditas. Sawit adalah jembatan persahabatan, perdamaian, dan kemanusiaan,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa dunia tengah menghadapi ketidakpastian global, tekanan perubahan iklim, dan kebutuhan pangan serta energi yang terus meningkat. Di tengah tantangan tersebut, Indonesia - [Kementerian ESDM Uji Jalan Program B50 awal Desember](https://sawitkita.id/kementerian-esdm-uji-jalan-program-b50-awal-desember/): NUSA DUA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap meluncurkan uji jalan program B50 pada awal Desember 2025. Langkah ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan uji laboratorium yang menunjukkan performa mesin dan filter kendaraan tetap optimal, mirip transisi dari B30 ke B40 sebelumnya. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Prof. Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa uji jalan B50 akan menggunakan dua jenis solar: solar konvensional dengan kandungan sulfur 2.000 ppm dan solar standar Euro 4 dengan sulfur 50 ppm. Hasil menunjukkan, performa terbaik dicapai menggunakan solar Euro 4. Sebelumnya, Kementerian ESDM juga meneliti campuran Hydrogenated Vegetable - [Carut Marut Regulasi di Sektor Sawit Picu Iklim Investasi Jadi Labil](https://sawitkita.id/carut-marut-regulasi-di-sektor-sawit-picu-iklim-investasi-jadi-labil/): NUSA DUA – Carut marut regulasi melingkupi usaha perkebunan kelapa sawit nasional. Pelaku usaha pun menghadapi ketidakpastian dalam berinvestasi. Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Studi Sawit IPB University Prof. Budi Mulyanto saat menjadi pembicara di hari pertama 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook yang digelar di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025). Prof Budi Mulyanto memaparkan bahwa industri sawit mengelola 16,8 juta hektare (ha) dengan kontribusi ekspor USD30–40 miliar per tahun. Lebih dari 16,5 juta tenaga kerja bergantung pada sektor ini. Ia mengingatkan bahwa 42% dari total lahan dikelola petani rakyat. Baca Juga: Program Biodiesel Ciptakan - [Program Biodiesel Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja](https://sawitkita.id/program-biodiesel-ciptakan-2-juta-lapangan-kerja/): NUSA DUA – Kebijakan mandatori biodiesel sangat strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Tak hanya itu, kebijakan ini juga diklaim menciptakan 2 juta lapangan kerja baru. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Eddy Abdurrahman saat menjadi pembicara di hari pertama 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook yang digelar di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025). Eddy Abdurrahman memaparkan bahwa program biodiesel telah membawa Indonesia menjadi negara dengan pemanfaatan biofuel paling progresif. “Biodiesel bukan hanya energi alternatif, tetapi pilar stabilisasi harga sawit dan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya. Baca Juga: Produktivitas dan Hilirisasi Kunci - [Produktivitas dan Hilirisasi Kunci Masa Depan Sawit Nasional](https://sawitkita.id/produktivitas-dan-hilirisasi-kunci-masa-depan-sawit-nasional/): NUSA DUA – Plt Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menyampaikan bahwa industri sawit nasional kini mencakup 16,38 juta hektare (ha), dengan 42% dikelola oleh pekebun rakyat. Industri ini menyerap 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja tidak langsung. Dalam upaya meningkatkan produktivitas, pemerintah mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan reformasi regulasi besar-besaran seperti penyederhanaan persyaratan dari 14 syarat menjadi 2 syarat, verifikasi dipangkas dari tiga tahap menjadi satu tahap, integrasi proses melalui sistem digital nasional. Baca Juga: EUDR Tak Sejalan dengan Prinsip Keberlanjutan Internasional “Penyederhanaan regulasi PSR merupakan langkah nyata memudahkan pekebun dalam - [EUDR Tak Sejalan dengan Prinsip Keberlanjutan Internasional](https://sawitkita.id/eudr-tak-sejalan-dengan-prinsip-keberlanjutan-internasional/): NUSA DUA – Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, menyoroti dinamika global industri perkebunan, termasuk kebijakan resiprokal tarif Amerika dan tantangan persaingan pasar. Ia mengungkap potensi besar ekspor produk turunan sawit Indonesia ke Nigeria, serta menekankan bahwa standar keberlanjutan harus bersifat universal, bukan menguntungkan satu kawasan saja. Hal itu diungkapkan saat menyampaikan sambutannya pada acara 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook yang digelar di Bali, Kamis (13/11/2025). Baca Juga: Menteri PPN/Kepala Bappenas: Sawit Motor Energi Terbarukan Arif Havas mengkritisi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip keberlanjutan internasional, membebani petani - [Menteri PPN/Kepala Bappenas: Sawit Motor Energi Terbarukan](https://sawitkita.id/menteri-ppn-kepala-bappenas-sawit-motor-energi-terbarukan/): NUSA DUA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyoroti pesatnya ekspansi sawit dari 0,1 juta hektare (ha) pada 1950 kini menjadi 17 juta ha. Ia mengingatkan perlunya pengelolaan yang hati-hati agar tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan pangan. Hal itu diungkapkan saat menyampaikan sambutannya pada acara 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook yang digelar di Bali, Kamis (13/11/2025). Dalam visi Indonesia Emas 2045, kata Rachmat Pambudy, industri sawit diposisikan sebagai antara lain motor energi terbarukan, penyokong ketahanan pangan global, pencipta jutaan lapangan kerja hijau, serta fondasi bagi industri hilir seperti biofuel, oleokimia, - [Airlangga Tegaskan Sawit Jadi Pilar Ekonomi dan Energi Bersih](https://sawitkita.id/airlangga-tegaskan-sawit-jadi-pilar-ekonomi-dan-energi-bersih/): NUSA DUA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, secara resmi membuka 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook yang digelar di Bali, 13-14 November 2025. Dalam keynote speech yang disampaikan secara virtual, Menko Airlangga menegaskan bahwa industri kelapa sawit tetap menjadi pilar utama perekonomian Indonesia sekaligus motor penggerak transisi energi bersih nasional. Dalam pidatonya, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi meski menghadapi perlambatan ekonomi global. Pada kuartal III/2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% dengan kontribusi kuat dari sektor manufaktur, perdagangan, dan pertanian. Baca Juga: Catat Rekor, 1.545 Peserta dari 26 Negara Ikuti IPOC 2025 - [GAPKI Ungkap Tiga Tantangan Industri Sawit, Apa Saja Itu?](https://sawitkita.id/gapki-ungkap-tiga-tantangan-industri-sawit-apa-saja-itu/): NUSA DUA – Industri sawit nasional menghadapi tantangan yang kompleks dan belum pernah terjadi di era sebelumnya. Perhatian terhadap lansekap perdagangan global yang berubah, penerapan tata kelola yang tepat serta kebijakan bauran energi menjadi faktor penting yang akan sangat menentukan masa depan industri sawit nasional. “Inilah strategi yang akan GAPKI terapkan,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono saat memberi sambutan pada pembukaan 21st Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) di Bali, Kamis (13/11/2025). Optimisme itu didasari sejumlah sinyal. Data September 2025, misalnya. Produksi melonjak lebih dari 43 juta ton –11% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Di sisi - [Catat Rekor, 1.545 Peserta dari 26 Negara Ikuti IPOC 2025 ](https://sawitkita.id/catat-rekor-1-545-peserta-dari-26-negara-ikuti-ipoc-2025/): NUSA DUA – Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) semakin menunjukkan perannya bagi kemajuan industri sawit nasional. Sebagai forum strategis tahunan yang menjadi barometer arah kebijakan dan prospek industri kelapa sawit nasional maupun global, konferensi yang menghadirkan pembicara kelas dunia, pengambil kebijakan dan para pemimpin di bidang masing-masing semakin dinilai penting para pelaku industri sawit nasional. “Antusiasme untuk acara tahun ini sungguh luar biasa,” kata Ketua Panitia IPOC ke-21, Mona Surya pada acara pembukaan The 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2026 Price Outlook (IPOC 2025) di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025). Menurut - [Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit](https://sawitkita.id/tim-biflow-its-surabaya-juara-kompetisi-inovasi-digital-sawit/): JAKARTA – Sebanyak 139 tim mahasiswa dari 35 perguruan tinggi di seluruh Indonesia ambil bagian dalam ajang Hackathon Sawit Nasional 2025, kompetisi inovasi digital berskala nasional yang digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Mengusung tema “Mengakselerasi Peran Sosial Ekonomi Sawit Melalui Inovasi Digital”, kompetisi ini bertujuan mendorong lahirnya solusi teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan nilai sosial dan ekonomi sawit dari hulu hingga hilir. Baca Juga: Mahasiswa IPB Sulap Limbah Sawit Jadi Panel Akustik Diselenggarakan secara online sejak Agustus hingga November 2025, kompetisi ini menyajikan sesi pembekalan (meet the mentors), mentoring, dan - [⁠Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo Menangkan Women in SDGs Action Award 2025](https://sawitkita.id/%e2%81%a0direktur-astra-agro-tingning-sukowignjo-menangkan-women-in-sdgs-action-award-2025/): JAKARTA – Komitmen PT Astra Agro Lestari Tbk dalam menerapkan praktik agribisnis berkelanjutan kembali memperoleh apresiasi nasional. Perusahaan berhasil meraih Women in SDGs Action Award 2025 untuk kategori SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinannya dalam mendorong penerapan strategi mitigasi perubahan iklim dan praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit. Pencapaian ini menegaskan komitmen Astra Agro dalam mendukung upaya global menuju ekonomi hijau dan pengendalian perubahan iklim. Perusahaan terus memperkuat langkah-langkah pengurangan emisi karbon (carbon reduction) melalui efisiensi energi di pabrik - [Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi](https://sawitkita.id/grant-riset-sawit-2025-55-proposal-lolos-seleksi-presentasi/): JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) beserta Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP menyatakan 55 proposal riset lolos seleksi presentasi Program Grant Riset Sawit Tahun 2025. Pengumuman Nomor Peng-3/BPDP.4/2025 Tentang Daftar Proposal Lolos Seleksi Presentasi Grant Riset Sawit 2025 ini dipublikasi melalui laman resmi https://www.bpdp.or.id/ pada Selasa (11/11/2025). Pengumuman ini ditetapkan di Jakarta tanggal 9 November 2025 dan ditandatangani secara elektronik oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah. Menindaklanjuti hasil seleksi presentasi tersebut, kata Mohammad Alfansyah, wajib dilakukan perbaikan/revisi proposal sesuai dengan masukan dan hasil reviu Komite Penelitian dan Pengembangan saat seleksi presentasi berlangsung. Hasil reviu selengkapnya akan - ['Bom Waktu' Stok Jumbo Beras Bulog](https://sawitkita.id/bom-waktu-stok-jumbo-beras-bulog/): JAKARTA – BPS merilis data terbaru produksi padi/beras, 3 November 2025. BPS memperkirakan produksi beras tahun ini 34,77 juta ton, naik 13,54% dari tahun lalu. Meskipun produksi Oktober-Desember 2025 masih potensi, kenaikan dua digit ini termasuk capaian luar biasa. Amat jarang produksi beras bisa naik lebih 5%. Karena itu, apresiasi patut diberikan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan jajarannya. Kebutuhan konsumsi tahun ini diperkirakan 30,9 juta ton. Jadi, ada surplus beras 3,87 juta ton. Ini surplus tahunan tertinggi sejak 2019. Hanya kalah dari 2018: 4,37 juta ton beras. Bukan hanya surplus. Tekad pemerintah di akhir tahun lalu bahwa tidak menugaskan - [Kasus Ekspor Limbah Sawit: 20 Orang Diperiksa!](https://sawitkita.id/kasus-ekspor-limbah-sawit-20-orang-diperiksa/): JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa 20 orang terkait kasus dugaan korupsi ekspor palm oil mill effluent (POME) atau limbah minyak kelapa sawit tahun 2022. “Yang jelas lebih dari 20 orang. Pokoknya ada dari beberapa kalangan saksi ya, beberapa kalangan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025). Anang belum merinci siapa saja saksi yang sudah diperiksa. Dia menuturkan mereka berasal dari beberapa kalangan termasuk dari Bea Cukai. “Yang jelas dari Bea Cukai sudah, dari luar juga ada sebagian,” ujarnya. Baca Juga: Modus Curang Ekspor Produk Sawit: 282 Wajib Pajak - [Modus Curang Ekspor Produk Sawit: 282 Wajib Pajak Bakal Diperiksa](https://sawitkita.id/modus-curang-ekspor-produk-sawit-282-wajib-pajak-bakal-diperiksa/): JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memeriksa 282 wajib pajak yang melakukan kegiatan ekspor produk turunan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Pemeriksaan dilakukan setelah ditemukan adanya indikasi praktik penyamaran jenis barang atau HS misclassification, praktik underinvoice, serta penghindaran pajak yang dilakukan sejumlah eksportir untuk produk turunan kelapa sawit. Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Bimo Wijayanto mengatakan modus tersebut berpotensi menyebabkan kerugian penerimaan negara yang besar dan memperkuat aktivitas shadow economy alias kegiatan yang berlangsung di luar sistem resmi negara dan tidak tercatat dalam sistem perpajakan maupun kepabeanan. Baca Juga: Mitra Mentari Sentosa Diduga Manipulasi Ekspor - [Mitra Mentari Sentosa Diduga Manipulasi Ekspor Sawit](https://sawitkita.id/mitra-mentari-sentosa-diduga-manipulasi-ekspor-sawit/): JAKARTA – Dugaan manipulasi ekspor produk turunan kelapa sawit membuka kembali potensi kebocoran penerimaan negara dari sektor hilir. Dugaan ini melibatkan PT Mitra Mentari Sentosa (PT MMS). Operasi gabungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kepolisian Negara RI menemukan 87 kontainer berisi fatty matter yang terbukti mengandung produk turunan crude palm oil (CPO), komoditas yang seharusnya dikenai bea keluar (BK) dan pungutan ekspor (PE). Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menjelaskan, operasi gabungan tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, dan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri. Tim gabungan mengungkap dugaan pelanggaran ekspor produk turunan CPO oleh PT - [Astra Agro Kenalkan Digitalisasi Perkebunan Sawit ke Mahasiswa Agribisnis IPB](https://sawitkita.id/astra-agro-kenalkan-digitalisasi-perkebunan-sawit-ke-mahasiswa-agribisnis-ipb/): JAKARTA – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) kenalkan program digitalisasi di perkebunan kelapa sawit kepada mahasiswa agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB). “Ditalisasi merupakan bagian penting dari strategi Astra Agro dalam memperkuat ekosistem agribisnis yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Direktur Astra Agro, Bandung Sahari di hadapan 55 mahasiswa Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB di kantor Astra Agro, akhir Oktober lalu. Kepada para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Profesi Mahasiswa Agribisnis (HIPMA), Bandung menyampaikan bahwa industri kelapa sawit Indonesia sangat potensial dan dapat diterus dikembangkan. Tantangan serta peluang di masa depan dihadapi dengan langkah-langkah yang inovatif. Baca Juga: - [Kasus Ekspor CPO, Musim Mas dan Permata Hijau Bayar Uang Pengganti Triliunan dengan Cara Dicicil](https://sawitkita.id/kasus-ekspor-cpo-musim-mas-dan-permata-hijau-bayar-uang-pengganti-triliunan-dengan-cara-dicicil/): JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan tenggat waktu terhadap Musim Mas Group dan Permata Hijau Group untuk membayar uang pengganti (UP) senilai Rp4,4 triliun hingga pertengahan tahun 2026. Uang pengganti yang dibebankan kepada raksasa sawit tersebut terkait dengan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO. Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna mengatakan pembayaran kewajiban UP itu telah disanggupi kedua korporasi. “Ada tenggatnya 2026. Kalau kurang lebih kesanggupannya sekitar pertengahan tahun lah,” kata Anang di Kejagung, Rabu (5/11/2025). Anang mengatakan kedua perusahaan tersebut bakal melunasi UP dengan cara mencicil. “Uang pengganti yang masih belum dilunasi, dari Rp17,7 triliun. Ada Rp4,4 triliun (belum lunas) - [Ini Jurus BPDP Percepat Program PSR](https://sawitkita.id/ini-jurus-bpdp-percepat-program-psr/): JAKARTA – BPDP siapkan lima pendekatan strategis untuk mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di 2025. Simak strategi kunci BPDP mengatasi tantangan legalitas lahan dan pendanaan demi kesejahteraan petani. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah mengumumkan lima pendekatan strategis yang akan diimplementasikan untuk mengakselerasi PSR di 2025. Langkah ini diambil guna memastikan tercapainya target yang telah ditetapkan, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani sawit swadaya di seluruh Indonesia. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP Normansyah Hidayat Syahruddin, menjelaskan bahwa program PSR telah terbukti berhasil dalam meningkatkan pendapatan petani. Hingga Oktober 2025, BPDP telah menyalurkan dana Rp804 miliar kepada 12.343 - [Melihat Bekantan dan Tanaman Endemik di Hutan Konservasi Astra Agro](https://sawitkita.id/melihat-bekantan-dan-tanaman-endemik-di-hutan-konservasi-astra-agro/): PANGKALAN BUN – Cuaca sangat terik. Iring-iringan dua bus dan beberapa mobil berpacu membelah hamparan kebun sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (30/10/2025). Ada beberapa lokasi yang menjadi tujuan media trip di rangkaian acara Talk to The CEO yang diselenggarakan PT Astra Agro Lestari (Astra Agro) ini. Satu di antaranya yakni mengunjungi kawasan konservasi yang dikelola PT Agro Menara Rachmat (AMR), salah satu anak usaha Astra Agro. Setelah beberapa puluh kilometer menyusuri kebun sawit, laju kendaraan mulai melambat. Ada yang berbeda di luar sana. Jika tadinya di kanan kiri terlihat jejeran pohon sawit, kini berubah menjadi lebatnya pepohonan - [Astra Agro Kantongi Laba Bersih Rp1,07 Triliun](https://sawitkita.id/astra-agro-kantongi-laba-bersih-rp107-triliun/): PANGKALAN BUN – PT Astra Agro Lestari (AALI) pada kuartal III/2025 mengantongi laba bersih sebesar Rp1,07 triliun. Laba bersih tersebut meningkat sekitar 33,6% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) yang tercatat sebesar Rp801,2 miliar. Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan bersih Astra Agro juga mengalami kenaikan sekitar 35,8% menjadi Rp22,11 triliun dari sebelumnya Rp16,28 triliun. Presiden Direktur Astra Agro Djap Tet Fa mengatakan, kenaikan kinerja keuangan itu disumbang oleh peningkatan produksi dan kenaikan harga crude palm oil (CPO). “Penyebab utamanya memang ada dua, satu memang ada peningkatan produksi dibanding tahun lalu. Total produksi kita naik sekitar 8% dan juga ada - [Astra Agro Bangun 10 Methan Capture hingga 2030](https://sawitkita.id/astra-agro-bangun-10-methan-capture-hingga-2030/): PANGKALAN BUN – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) memperkuat komitmennya mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) melalui inovasi hijau dengan membangun fasilitas methane capture. Rencananya, perseroan membangun fasilitas ini sebanyak 10 unit hingga tahun 2030. Saat ini, Astra Agro telah memiliki dua fasilitas methane capture di Riau. Akhir tahun ini akan ada fasilitas methane capture yang ketiga yang lokasinya ada di Riau juga. Methane capture ketiga yang dimaksud tersebut akan dilakukan commissioning pada Desember 2025. “Jadi pada Desember 2025 kita sudah punya tiga methane capture, tiga-tiganya di Riau. Tahun depan kita akan (bangun) di Sulawesi,” ungkap Djap Tet - [Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit](https://sawitkita.id/digitalisasi-astra-agro-jadi-kunci-ketelusuran-sawit/): PANGKALAN BUN – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) senantiasa memperkuat proses dan tahapan transformasi menuju industri kelapa sawit modern serta berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen untuk dapat menjaga kesinambungan dan efisiensi operasional di seluruh lini sekaligus menjaga ekosistem lingkungan di sekitarnya melalui sistem yang transparan dan memiliki ketelusuran. Komitmen tersebut diperlihatkan secara langsung kepada para jurnalis dalam kunjungan lapangan ke area operasional PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP), anak perusahaan Astra Agro, di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara tahunan “Talk to The CEO” yang diselenggarakan oleh Astra Agro. Dalam kesempatan tersebut, para - [Melihat Operasional Kebun Sawit Modern di Kalteng](https://sawitkita.id/melihat-operasional-kebun-sawit-modern-di-kalteng/): PANGKALAN BUN – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) mengajak sejumlah jurnalis mengunjungi operasional perkebunan. Kegiatan yang dikemas dalam kegiatan “Talk to the CEO (TCEO) 2025” itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Benar sekali kalimat yang menyatakan seeing is believing,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Astra Agro, Djap Tet Fa. Menurut Presiden Direktur Astra Agro itu, dengan melihat secara langsung best practices yang diterapkan perusahaan, para jurnalis diharapkan akan semakin memahami potensi dan kontribusi industri kelapa sawit dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Baca Juga: Astra Agro Perkuat ## Pages - [DataKita](https://sawitkita.id/datakita/) - [Pedoman Media Siber](https://sawitkita.id/pedoman-media-siber/): Pedoman Pemberitaan Media Siber DEWAN PERS   Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers. Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai berikut:   Ruang Lingkup - [Tentang Kami](https://sawitkita.id/tentang-kami/): SAWITKITA.ID berfokus pada konten tentang bisnis kelapa sawit dan produk turunannya yang diproduksi oleh individu, komunitas, koperasi, asosiasi, maupun korporasi. Konten SAWITKITA berbasis data sebagai sumber informasi untuk publik dan bahan bagi pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan. Apabila Anda memiliki informasi menarik tentang kelapa sawit dan produk turunannya, Anda dapat mengirimnya kepada kami sebagai bahan pembuatan konten. SAWITKITA berkomitmen pada kebaikan, kemaslahatan, dan kepentingan bersama. Jika Anda menemukan kebaikan dari konten kami, bagikan dan sebarkan untuk teman, kerabat, sahabat dan kenalan Anda. Salam Sukses, SAWITKITA.ID Email sawitkita.id@gmail.com - [Redaksi](https://sawitkita.id/redaksi/): Penasehat H. Firman Soebagyo, S.E., M.H. Pemimpin Redaksi Sudarsono Staf Redaksi Ahmad Mustafa Maulana Fikri Novayanti Desain Kreatif Wawan Bastian Anggi Wijaya Pemasaran Dian Anggraini Ahmad Ali Penerbit PT Berkah Sawit Kita Nomor AHU-0074687.AH.01.01 Tahu 2023 Alamat Kompleks Pelita Blok F4 No. 4 Pancoran Mas – Depok – Jawa Barat SAWITKITA.ID menerima kiriman konten dan kerjasama yang berhubungan dengan layanan komunikasi tentang kelapa sawit dan produk turunannya. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi sawitkita.id@gmail.com - [Our Authors](https://sawitkita.id/our-authors/): Here’s a list of all of our authors. - [Get In Touch](https://sawitkita.id/get-in-touch/): Lorem Ipsum Press is licensed by Bionetwork Ltd. Our office is located within the company’s building. Address: Lorem 15 Str., 4844, Ipsum, State, UKPhone: +30-2106019311 Contact Form This example form is built using our Contact Form 7 integration. - [Typography Elements](https://sawitkita.id/typography-post-elements/): This page shows typography and text related elements of the posts and pages in the default WordPress editor. You can see other elements in the Gutenberg Styles post. Exercitation photo booth stumptown tote bag Banksy, elit small batch freegan sed. Craft beer elit seitan exercitation, photo booth et 8-bit kale chips proident chillwave deep v laborum. 1. Default Pullquote Only a quarter of young adults are financially literate. You don’t want to overwhelm them with terrible advice. James Matthews The normal pullquote style is available only with the Gutenberg Editor. 2. Pullquotes Modern The modern quote is available both in - [Sawit Kita](https://sawitkita.id/): Berita Terbaru Apical Gandeng IDH dan Pemkab Aceh Singkil Serahkan STDB ke 160 Petani Swadaya Redaksi SawitKita22 Agustus 2024 Berita Terbaru Begini Cara Tanam Sawit yang Baik Agar Produktivitasnya Tinggi Redaksi SawitKita22 Agustus 2024 Berita Terbaru HET MinyaKita Naik Jadi Rp15.700, Kemendag: Karena Permintaan CPO Dunia Turun Redaksi SawitKita21 Agustus 2024 Berita Terbaru Pemerintah Pacu Peningkatan Mandatori Biodiesel, Produktivitas Sawit Jadi PR Redaksi SawitKita21 Agustus 2024 Berita Terbaru Faktor Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Menanam Sawit Redaksi SawitKita21 Agustus 2024 Headline Berita Terbaru HET MinyaKita Naik Jadi Rp15.700, Kemendag: Karena Permintaan CPO Dunia Turun JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menaikkan harga [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)