Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Alokasi B40 Naik Jadi 15,646 Juta Kiloliter

    27 Februari 2026

    China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

    27 Februari 2026

    Pendapatan Naik 31,35%, Astra Agro Raup Laba Bersih Rp1,47 Triliun

    23 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Alokasi B40 Naik Jadi 15,646 Juta Kiloliter

      27 Februari 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026

      Pendapatan Naik 31,35%, Astra Agro Raup Laba Bersih Rp1,47 Triliun

      23 Februari 2026

      MinyaKita Dijual di Atas HET, Mentan: Produsen-Distributor Harus Diproses Hukum

      22 Februari 2026

      Sawit Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

      11 Februari 2026
    • Klinik

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024

      Sekat Kanal di Lahan Gambut Tekan Emisi Gas Karbondioksida

      13 September 2024
    • Pertanian

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026

      Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

      8 Januari 2026

      Produsen Pupuk Bisa Ekspor Pupuk Nonsubsidi Lagi

      21 Desember 2025

      Pejabat Eselon 1 Kementan Dirombak, Suwandi Jadi Sekjen

      28 November 2025

      Catatan Produksi Beras 2025

      24 November 2025
    • Indepth

      ‘Bom Waktu’ Stok Jumbo Beras Bulog

      11 November 2025

      Melihat Bekantan dan Tanaman Endemik di Hutan Konservasi Astra Agro

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025

      39% Lahan Sitaan Satgas PKH Tak Ada Tanaman Sawit

      27 Oktober 2025

      B50 Gerus Neraca Perdagangan Rp18,15 Triliun

      21 Oktober 2025
    • Inovasi

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Astra Agro Kenalkan Digitalisasi Perkebunan Sawit ke Mahasiswa Agribisnis IPB

      6 November 2025

      Astra Agro Bangun 10 Methan Capture hingga 2030

      3 November 2025
    • Nasional

      Bantuan Beras-Minyak Goreng Disalurkan Minggu Depan

      22 Februari 2026

      Sawit Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

      11 Februari 2026

      Ekofisiologis Tak Sesuai Picu Banjir dan Tanah Longsor

      11 Februari 2026

      BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana

      11 Februari 2026

      Warek USU: Perlu Pendekatan Kolaboratif Antisipasi Bencana

      11 Februari 2026
    • Kisah
    • Korporasi

      Pendapatan Naik 31,35%, Astra Agro Raup Laba Bersih Rp1,47 Triliun

      23 Februari 2026

      CSR Lestari Tani Teladan Fokus di Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi

      8 Februari 2026

      PTPN, Aspek-PIR dan KUD Binaan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh

      20 Desember 2025

      Aturan Kemitraan Kebun Sawit Bakal Diubah: Plasma 80%, Inti 20%

      12 Desember 2025

      Astra Agro Bukukan Capaian Pengurangan Emisi GRK

      28 November 2025
    • Hilir

      Alokasi B40 Naik Jadi 15,646 Juta Kiloliter

      27 Februari 2026

      MinyaKita Dijual di Atas HET, Mentan: Produsen-Distributor Harus Diproses Hukum

      22 Februari 2026

      Bantuan Beras-Minyak Goreng Disalurkan Minggu Depan

      22 Februari 2026

      Realisasi B40 Sepanjang 2025 Capai 14,2 Juta KL

      13 Januari 2026

      Program Biodiesel Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja

      14 November 2025
    Button
    Sawit Kita
    Home » Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya
    Berita Terbaru

    Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

    Partenokarpi adalah salah satu fenomena tandan sawit yang terbentuk dengan komposisi buah (brondolan) yang tidak sempurna.
    By Redaksi SawitKita27 Februari 202565 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Para narasumber dan mandor tanaman PTPN IV Regional 3 yang menjadi peserta pelatihan teknis pengendalian tandan partenokarpi.
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Produktivitas tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor, yang terbagi dalam faktor genetik, lingkungan (biotik dan abiotik) serta perlakuan budidaya/kultur teknis. Interaksi ketiga faktor tersebut akan memberikan performa tertentu pada tanaman kelapa sawit, tak terkecuali performa produksi berupa tandan.

    Partenokarpi adalah salah satu fenomena tandan sawit yang terbentuk dengan komposisi buah (brondolan) yang tidak sempurna. Brondolan tersebut berupa tangkai bunga yang membesar menyerupai buah atau brondolan yang terbentuk tetapi tidak memikili kernel/cangkang. Seringkali partenokarpi diikuti dengan fenomena buah landak dengan potensi fruitset dan oil content yang juga rendah.

    Fenomena tandan partenokarpi, buah “kempet” dan buah landak sangat berkaitan dengan pengelolaan kultur teknis termasuk salah satunya adalah efektifitas penyerbukan menjadi kendala dalam pencapaian kinerja terpadu (kebun dan pabrik).

    Baca Juga:
    Menghemat Biaya Pemupukan dengan Mulsa Benjoni

    Terdapat varietas dengan karakter sex ratio yang sangat tinggi (dominan komposisi bunga betina/feminin) yang menjadi salah satu sebab munculnya tandan partenokarpi. Tanaman dengan karakter minim bunga jantan cenderung menyebabkan rendahnya populasi serangga penyerbuk. Hal tersebut secara bersama akan mempengaruhi rendahnya efektifitas penyerbukan.

    Selain varietas, umur tanaman dan perlakuan kultur teknis/riwayat tanaman sebelumnya juga mempengaruhi dinamika nilai sex ratio atau komposisi bunga, tanaman menghasilkan (TM) muda cenderung menghasilkan tandan pertenokarpi lebih banyak.

    Guna mengurangi terjadinya tandan kurang bernas, perlu perencanaan mulai dari pemilihan bahan tanam (varietas), penentuan pola tanam, pengelolaan tanaman belum menghasilkan (TBM) prima dengan orientasi pada produksi serta pengelolaan kultur teknis secara terencana dan efektif.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima SAWITKITA, pelatihan teknis ini membahas penanganan berbagai faktor dan komponen yang berpengaruh terhadap terbentuknya tandan partenokarpi. Melalui pelatihan (di kelas dan praktek lapangan) berupa eksplorasi pemaparan, simulasi praktek dan diskusi di lapangan, diharapkan peserta program (Bagi Mandor I dan Mandor Pemeliharaan Tanaman) mendapatkan pembelajaran secara lebih komperehensif sekaligus mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam peningkatan kinerja kebun dan juga pabrik/pengolahan.

    Baca Juga:
    Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

    Dalam pelatihan teknis ini, dibahas juga tentang konsep rendemen meter dalam pengelolaan produksi, berorientasi pada faktor-faktor yang terkait dengan kualitas tandan yang dihasilkan. Tandan yang berkualitas, tidak hanya mengacu pada fraksi kematangan saja tetapi harus terbebas dari kontaminasi jenis Dura serta secara fisik tandan harus bernas/memiliki fruitset dan fruit to bunch yang tinggi.

    Bentuk pelatihan berupa in-house training dengan peserta Mandor I atau Mandor Pemeliharaan Tanaman (BOD-4, BOD-5). Untuk angkatan pertama, pelatihan dilaksanakan pada 12-13 Februari 2025, sementara angkatan kedua dilaksanakan pada 14-15 Februari 2025. Lokasi pelatihan di Kebun Tandun dan Sei Galuh.

    Adapun narasumber adalah Aries Sukariawan (SME LPP Agro), Hadly Hasyim M. Munte (Praktisi, Eks. GM PT. Herpinta), Henry Budi Hasibuan (Praktisi, Eks. Manajer PT. BGA), dan Hariady, SP., MP.

    Sasaran pelatihan memberikan pemahaman terkait dengan fenomena buah partenokarpi/abnormal khususnya pada karakter varietas dan periode tertentu yaitu pada TM Muda. Selain itu juga memberikan kesadaran pentingnya kualitas tandan (fruitset dan fruit to bunch) serta perolehan minyak dalam penyediaan bahan baku olah di PKS.

    Tujuannya lainnya agar peserta mampu mengimplementasikan pembelajaran yang diperoleh melalui optimasi penanganan kultur teknis guna identifikasi masalah, antisipasi pencegahan dan solusi penanganan tandan partenokarpi dalam bentuk kinerja di lapangan. (SDR)

    budidaya LPP Agro tanaman kelapa sawit teknis budidaya tanaman sawit
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Alokasi B40 Naik Jadi 15,646 Juta Kiloliter

    27 Februari 2026
    Berita Terbaru

    China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

    27 Februari 2026
    Berita Terbaru

    Pendapatan Naik 31,35%, Astra Agro Raup Laba Bersih Rp1,47 Triliun

    23 Februari 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,363 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,475 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,580 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,546 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,149 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.