Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    GAPKI Optimistis Inovasi dan Produktivitas Perkuat Masa Depan Sawit Indonesia

    11 Agustus 2026

    Petani-DPRD Tolak Rencana Moratorium Pendirian PKS Baru

    11 Agustus 2026

    Laba Bersih Astra Agro Rp1,10 Triliun, Melonjak 56,5%

    11 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      GAPKI Optimistis Inovasi dan Produktivitas Perkuat Masa Depan Sawit Indonesia

      11 Agustus 2026

      Petani-DPRD Tolak Rencana Moratorium Pendirian PKS Baru

      11 Agustus 2026

      Laba Bersih Astra Agro Rp1,10 Triliun, Melonjak 56,5%

      11 Agustus 2026

      POPSI Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor Sawit

      31 Juli 2026

      Astra Agro Raih Dua Penghargaan pada Investor Gathering Kabupaten Lamandau 2026

      28 Juli 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026

      Tata Kelola Impor Bahan Baku Pakan Picu Jatuhnya Harga Ayam

      24 Juni 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026
    • Indepth

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      RI Terancam Tekor Rp70,3 Triliun dari Sawit Rakyat

      2 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026
    • Inovasi

      BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

      21 Juli 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026
    • Nasional

      Economic Frontline 2026 Bahas Arah Baru Ekonomi Indonesia di Tengah Menguatnya Peran Negara

      31 Juli 2026

      Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

      16 Juli 2026

      Dominasi Batu Bara Belum Berbuah Harga Optimal, Ada Indikasi Underpricing

      16 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026

      Indonesia Tak Perlu Tambah Kuota Produksi Nikel

      24 Juni 2026
    • Kisah

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Korporasi

      Laba Bersih Astra Agro Rp1,10 Triliun, Melonjak 56,5%

      11 Agustus 2026

      Astra Agro Raih Dua Penghargaan pada Investor Gathering Kabupaten Lamandau 2026

      28 Juli 2026

      Agrinas Palma Bangun Ekosistem Agribisnis Perkebunan Melalui Koperasi

      14 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul

      12 Juni 2026
    • Hilir

      Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Terapkan Biodiesel B50

      9 Juli 2026

      Rest Area KM 57 Cikampek Jadi Saksi Peluncuran B50

      9 Juli 2026

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      B50 Diterapkan, Filter Bahan Bakar Fuso Jadi Perhatian

      7 Juli 2026

      Mandatori B50 Berpotensi Kerek Biaya Penambangan Sekitar 5%

      7 Juli 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » Kementan Perkokoh Tata Kelola Komoditas Sawit di Kalimantan Selatan
    Berita Terbaru

    Kementan Perkokoh Tata Kelola Komoditas Sawit di Kalimantan Selatan

    Pengembangan sawit ke depan memiliki konsep sawit satu yakni perbaikan tata kelola perkebunan sawit yang memiliki sistem terintegrasi berbasis spasial.
    By Redaksi SawitKita23 Agustus 20237 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANJARMASIN – Untuk memperkuat penyediaan pangan Indonesia bagi dunia di tengan perubahan iklim ekstrim global, Kementerian Pertanian (Kementan) berfokus membangun tata kelola dalam memajukan kelapa sawit di Kalimantan Selatan. Daerah ini merupakan salah satu penghasil komoditas sawit nasional.

    Kalimantan Selatan memiliki potensi sawit yang sangat serius dan mumpuni untuk diupayakan secara maksimal agar berproduksi dengan baik,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dalam Rapat Koordinasi Membangun Perkebunan Sawit se Kalimantan Selatan di Banjarmasin pada 22 Agustus 2023. Rapat ini diikuti oleh Gubernur, Kapolda, dan Ketua DPRD.

    Salah satu agenda aksi pengembangan sawit nasional, terutama di Kalimantan Selatan adalah replanting. Agenda ini harus dilakukan segera karena rata-rata usia tanaman sawit saat ini di atas 20 sampai 30 tahun sehingga produktivitasnya menurun.

    “Malam ini kami berkomitmen melakukan replanting sawit di Kalimantan Selatan mencapai 10 ribu hektar. Harapanya dalam dua tahun ke depan minimal produktivitasnya naik untuk kesejahteraan rakyat,” katanya. Di sisi lain, Mentan SYL juga menekankan pentingnya hilirisasi sawit yang harus diwujudkan di Kalimantan Selatan.

    Mentan SYL mengatakan pengembangan sawit, tidak hanya dengan replanting dan hilirisasi, tapi juga implementasi program tanaman tumpang sari sawit dengan komoditas lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

    “Intervensi yang kita lakukan adalah tumpang sawit dengan jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan dan atau tanaman lainnya. Ini agar petani tidak harus menunggu sawit berbuah dua tahun sehingga sumber pendapatan bagi masyarakat meningkat,” katanya.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengajak semua pihak yang terlibat untuk ikut andil dalam perbaikan tata kelola perkebunan sawit secara berkelanjutan. Di antaranya melalui program peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, dan sarana prasarana.

    Ia mengungkapkan pengembangan sawit ke depan memiliki konsep sawit satu yakni perbaikan tata kelola perkebunan sawit yang memiliki sistem terintegrasi berbasis spasial sehingga perlu kerja inovatif dan kolaboratif. Saat ini pihaknya telah menjaring 1.870 perusahaan perkebunan sawit yang mendaftarkan di SIPERIBUN. Konsep ini akan menjadi model secara nasional dalam rangka perbaikan tata kelola perkebunan kelapa sawit.

    “Khususnya dari aspek hulu yang bisa digunakan bagi kementerian/lembaga lain sebagai upaya penyelesaian berbagai tantangan di setiap sektornya untuk mendukung industri kelapa sawit Indonesia khususnya yang menyangkut kepastian berusaha,” katanya.

    Andi mengatakan Direktorat Jenderal Perkebunan telah membuat sistem penyediaan, pengawasan, dan peredaran benih sawit terintegrasi yaitu Bank Benih Perkebunan (BABE-Bun). Sisitem ini berfokus mendukung akselerasi program PSR, menjamin stakeholder kelapa sawit rakyat dapat mengakses penyediaan dan meminimalisir penggunaan benih palsu, pemasaran atau bisnis benih sawit lebih terbuka atau tidak terjadi monopoli, serta distribusi benih sawit lebih terorganisasi.

    “Pengembangan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Selatan dalam kacamata Direktorat Jenderal Perkebunan cukup menggembirakan. Kolaborasi antar pelaku usaha dengan pemerintah daerah sangat menonjol bahkan inovasi atas optimalisasi usaha perkebunan kelapa sawit dengan usaha peternakan menjadi contoh bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia,” terangnya.

    Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi mengapresiasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) hingga hilirisasi yang dilakukan Kementan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 70% atau 62 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah melapor ke SIPERIBUN (Sistem Informasi Perijinan Perkebunan).

    “Pemerintah akan terus melakukan sosialiasi per wilayah baik terkait pengusulan PSR pola 1 maupun pola 2. Dinas tentu selalu berupaya melibatkan dan mengikutsertakan semua pihak dalam memajukan pengembangan sawit Indonesia, sehingga diharapkan di tahun 2025 nanti sudah dapat terpenuhi,” ucapnya. (NYT)

    Kelapa Sawit Kementan Perkebunan Kelapa Sawit Perkebunan Sawit
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    GAPKI Optimistis Inovasi dan Produktivitas Perkuat Masa Depan Sawit Indonesia

    11 Agustus 2026
    Berita Terbaru

    Petani-DPRD Tolak Rencana Moratorium Pendirian PKS Baru

    11 Agustus 2026
    Berita Terbaru

    Laba Bersih Astra Agro Rp1,10 Triliun, Melonjak 56,5%

    11 Agustus 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,413 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,999 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,640 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,550 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,211 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.