JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berharap agar Papua mengembangkan tanaman kelapa sawit hingga tebu ke depan. Tujuannya agar Indonesia dapat mencapai swasembada energi dan swasembada pangan. Harapan ini disampaikan kepada Kepala Daerah se Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di Istana Negara, Jakarta Selasa (16/12/2025).
Menurut Prabowo, Papua memiliki potensi sangat besar untuk pengembangan bahan baku bioenergi yang dapat menghasilkan bahan bakar minyak maupun etanol. Sayangnya, potensi besar Papua untuk komoditas sawit hingga tebu belum maksimal. Sebenarnya perkebunan kelapa sawit sudah beroperasi di Papua. Namun, jumlah masih terbatas dan tidak sebanding dengan luas Papua.
Baca Juga: Papua Siapkan Lahan 3 Juta Hektare untuk Kebun Sawit
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, luas perkebunan kelapa sawit di Papua mencapai 236 ribu hektar. Kebun sawit terluas berada di Provinsi Papua Selatan. Lantas, siapa saja pemilik perkebunan sawit di Papua?
Sebenarnya perkebunan kelapa sawit di Papua sudah ada sejak 1998 yakni di Kabupaten Boven Digoel dan Merauke. Perintisnya adalah Tunas Sawa Erma (TSE) Group, bagian dari Korindo dari Korea Selatan. TSE mendapat izin Pelepasan Kawasan Hutan dari Kementerian Kehutanan pada 1998 seluas 34.000 hektar di Boven Digoel. Di tahun yang sama, TSE mulai menanam sawit di area seluas 7.917 hektar, yang terus bertambah hingga kini.
Baca Juga: Genjot B60, Pemerintah Kembangkan 300.000 Ha Sawit di Papua
Kelompok usaha ini mengembangkan usahanya bersama anak perusahaan yang mengelola delapa perkebunan sawit hingga 2021. Lokasinya meluas ke Kabupaten Halmahera, Maluku Utara. Semua perkebunan kelapa sawit ini beroeprasi di bawah bendera PT Tunas Sawa Erma (TSE), PT Dongin Prabhawa (DP), PT Berkat Cipta Abadi (BCA), PT Gelora Mandiri Membangun (GMM), dan PT Papua Agro Lestari (PAL). Saat ini, luas lahan yang dikelola PT TSE adalah 60 ribu hektar dengan produksi TBS 3 juta ton dalam tiga tahun terakhir.
Sedangkan PT Berkat Cipta Abadi, mengantongi HGU atas lahan seluas 10.000 hektar, tapi sebagian besar belum ditanami. BCA juga punya kebun sawit di Merauke yang mulai ditanam tahun 2012. Adapun PT Dongin Prabhawa mengembangkan perkebunan sawit di Merauke sejak 2011.
PT Papua Agro Lestari juga di Merauke memperoleh izin HGU untuk areal seluas sekitar 25.000 hektare. Papua Agro Lestari terus mengembangkan perkebunan sawitnya hingga mencapai 4.200 hektar.
Saat ini, manajemen Korindo dan TSE sudah terpisah sejak TSE Group melepas binisnya sehingga Korindo Group dan TSE Group dikelola oleh manajemen berbeda. (NYT)

