PEKANBARU – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) menggelar kegiatan praktik pembuatan laporan keuangan dan perpajakan bagi petani dan UMKM di Provinsi Riau yang dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (28/8/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Aspekpir Indonesia dan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) serta didukung Program Studi Doktor Sains Manajemen program pascasarjana Univesitas Islam Riau serta menghasilkan 100 pelaku UMKM di Provinsi Riau.
Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono menjelaskan kegiatan ini sangat penting bagi petani kelapa sawit, khususnya yang berkecimpung di dunia koperasi. Begitu juga dengan para pelaku UMKM.
Baca Juga: Kebun Sawit Plasma Diklaim Masuk Kawasan Hutan, Aspekpir Ngadu ke DPR
“Kegiatan ini kita inisiasi lantaran ada keresahan kita melihat banyaknya koperasi yang diperiksa oleh badan perpajakan bahkan hingga aparat penegak hukum (APH). Salah satunya lantaran laporan keuangan yang masih belum maksimal,” bebernya.
Dia menjelaskan kegiatan ini menjadi antispasi agar tidak lagi terjadi kesalahan- kesalahan pada laporan keuangan baik di koperasi maupun UMKM. “Pembelajaran untuk pembuatan laporan keuangan sangat diperlukan. Sehingga kita berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Sehingga wawasan dan pengetahuan mengenai laporan keuangan meningkat,” harapnya.
Direktur Program Pascasarjana UIR, Prof. Dr. H. Detri Karya, S.E., M.A yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya sangat apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Aspekpir Galakkan Pembuatan Biochar dari Tandan Kosong Sawit
Menurutnya asosiasi dan petani kelapa sawit adalah tamu yang memang ditunggu. Sebab merupakan pihak yang langsung bergelut dan berhasil di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi komoditi andalan Indonesia.
“Pertemuan hari ini sangat luar biasa, karena menghadirkan para pengurus koperasi dan pelaku UMKM. Semoga kegiatan ini dapat terus berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Detri, ketertiban dalam laporan keuangan mendorong kekuatan dalam berorganisasi. Sehingga lahir koperasi-koperasi yang kuat dan mampu bersaing hingga kancah internasional dalam menawarkan produk dan hasil karyanya. Dengan begitu target pemerintah Indonesia Emas tahun 2045 mendatang terwujud dengan dukungan perekonomian yang kuat dari koperasi dan UMKM.
Baca Juga: Aspekpir Dorong Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat
“Untuk mendukung kemajuan dalam pembuatan laporan keuangan dalam koperasi dan UMKM kita akan hadirkan lembaga konsultasi untuk UMKM dan koperasi. Sehingga kita ikut berpartisipasi dalam mendukung kemajuan UMKM mulai dari Provinsi Riau. Kemudian juga memperkuat SDM salah satunya di sektor perkebunan sawit,” ujar mantan rektor Universitas Perkebunan Pelalawan itu.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan, dan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP, Helmi Muhansah menyatakan bahwa beruntung sekali kegiatan ini dapat dilaksanakan di UIR yang menjadi salah satu pusat pendidikan di Provinsi Riau.
Sebab universitas yang berada di jalan Kaharuddin Nasution ini memiliki program studi Sains Manajemen. “Peserta yang berasal dari koperasi dan UMKM dapat menggali ilmu lebih dalam dari kegiatan ini,” katanya.
Dia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta. Kemudian ia juga berharap petani dan pelaku UMKM dapat menikmati sejumlah program yang dihadirkan oleh BPDP.
“Harapan kita petani, koperasi dan UMKM tidak hanya menjadi penyumbang devisa saja, namun juga dapat menikmati kerja kerasnya perkebunan kelapa sawit lewat program BPDP,” katanya.
Sementara Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Defris Hatmaja yang membuka acara ini mengatakan kegiatan yang digelar Aspekpir selaras dengan program Disbun Riau yakni pengembangan SDM. Sehingga ia mengapresiasi dan terbantu dengan gelaran ini. “Kita berharap ini dapat menambah pengetahuan para peserta dan menciptakan SDM-SDM yang berwawasan dan berilmu pengetahuan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha kelapa sawit adalah dari sistem tata kelolanya. Salah satunya di tubuh lembaga atau koperasi. Untuk itu kegiatan ini sangat penting mendukung koperasi dalam berusaha lebih profesional.
Dalam kegiatan ini Aspekpir Indonesia menggandeng sejumlah pemateri yang menjabarkan mengenai seluk beluk laporan keuangan dan perpajakan antara lain Ketua Program Studi Sarjana Akuntansi IBT Pelita Indonesia DR. Mimelientesa Irman, SE.,Ak.,M.Ak.,CA, Ketua Prodi Doktor Sains Manajemen Universitas Islam Riau Assoc. Prof Dr Annisa Mardatillah.,M.Si dan Founder dan Owners Rumah Tamadun Hendra Dermawan. (SDR)