Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua

    6 Januari 2026

    Presiden Ingin Papua Ditanami Sawit hingga Tebu

    6 Januari 2026

    KDM Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan Tidak Tepat

    5 Januari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua

      6 Januari 2026

      Presiden Ingin Papua Ditanami Sawit hingga Tebu

      6 Januari 2026

      KDM Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan Tidak Tepat

      5 Januari 2026

      Siapa Pemilik Perkebunan Kelapa Sawit di Papua?

      22 Desember 2025

      PTPN, Aspek-PIR dan KUD Binaan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh

      20 Desember 2025
    • Klinik

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024

      Sekat Kanal di Lahan Gambut Tekan Emisi Gas Karbondioksida

      13 September 2024
    • Pertanian

      Produsen Pupuk Bisa Ekspor Pupuk Nonsubsidi Lagi

      21 Desember 2025

      Pejabat Eselon 1 Kementan Dirombak, Suwandi Jadi Sekjen

      28 November 2025

      Catatan Produksi Beras 2025

      24 November 2025

      ‘Bom Waktu’ Stok Jumbo Beras Bulog

      11 November 2025

      Catatan Setahun Prabowo-Gibran di Bidang Pangan

      20 Oktober 2025
    • Indepth

      ‘Bom Waktu’ Stok Jumbo Beras Bulog

      11 November 2025

      Melihat Bekantan dan Tanaman Endemik di Hutan Konservasi Astra Agro

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025

      39% Lahan Sitaan Satgas PKH Tak Ada Tanaman Sawit

      27 Oktober 2025

      B50 Gerus Neraca Perdagangan Rp18,15 Triliun

      21 Oktober 2025
    • Inovasi

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Astra Agro Kenalkan Digitalisasi Perkebunan Sawit ke Mahasiswa Agribisnis IPB

      6 November 2025

      Astra Agro Bangun 10 Methan Capture hingga 2030

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025
    • Nasional

      Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua

      6 Januari 2026

      Presiden Ingin Papua Ditanami Sawit hingga Tebu

      6 Januari 2026

      KDM Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan Tidak Tepat

      5 Januari 2026

      Menghukum Bukan untuk Melampiaskan Emosi

      9 Desember 2025

      Imbas Banjir Sumatera, Kebun Sawit Bakal Dikembalikan Jadi Hutan

      9 Desember 2025
    • Kisah
    • Korporasi

      PTPN, Aspek-PIR dan KUD Binaan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh

      20 Desember 2025

      Aturan Kemitraan Kebun Sawit Bakal Diubah: Plasma 80%, Inti 20%

      12 Desember 2025

      Astra Agro Bukukan Capaian Pengurangan Emisi GRK

      28 November 2025

      Sawit Sumbermas Akuisisi Saham SML Rp1,6 Triliun

      27 November 2025

      POSCO Akuisisi Sampoerna Agro Senilai Rp9,44 Triliun

      24 November 2025
    • Hilir

      Program Biodiesel Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja

      14 November 2025

      UKM dan Koperasi Jadi Pemicu Kemajuan Sawit

      24 Oktober 2025

      Jadikan Harga CPO dan Minyak Bumi sebagai Acuan dalam Penerapan Mandatori Biodiesel

      20 Oktober 2025

      Eropa Banding Putusan WTO soal Sengketa Biodiesel, Mendag: Hanya Ulur Waktu

      7 Oktober 2025

      Harga Biodiesel Oktober Turun Jadi Rp13.921/Liter

      7 Oktober 2025
    Button
    Sawit Kita
    Home » Biodiesel Berbasis Sawit Jadi Komoditas Unggulan Ekspor Indonesia
    Berita Terbaru

    Biodiesel Berbasis Sawit Jadi Komoditas Unggulan Ekspor Indonesia

    Indonesia juga mengekspor biodiesel untuk memenuhi kebutuhan negara importir atas produk renewable energy yang rendah emisi.
    By Redaksi SawitKita20 Mei 202435 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang dalam pengembangan biodiesel, khususnya biodiesel kelapa sawit. Melalui sejarah yang panjang tersebut, Indonesia berhasil menjadi produsen biofuel terbesar di dunia.

    Pada awal pengembangan, produksi biodiesel baru mencapai 190.000 kiloliter pada 2009 (B2,5) dan kemudian meningkat secara bertahap seiring dengan peningkatan blending rate (B10) pada 2014 yakni dengan volume produksi sebesar 3,96 juta kiloliter.

    Volume produksi biodiesel mengalami penurunan hampir 50% menjadi 1,65 juta kiloliter pada 2015. Hal ini disebabkan harga biodiesel saat itu lebih tinggi dibandingkan minyak diesel (solar).

    Selain itu, subsidi BBN (biodiesel) yang dijadwalkan diberikan hingga 2015, harus dicabut sebagai implikasi dari besarnya defisit perdagangan Indonesia. Kondisi ini menjadi dilema bagi kelanjutan industri biodiesel Indonesia.

    Ditetapkannya Peraturan Pemerintah No. 24/2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan dan Peraturan Presiden No. 61/2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit, menjadi titik terang untuk melanjutkan program mandatori biodiesel di Indonesia.

    “Regulasi tersebut memberikan peluang untuk memanfaatkan dana sawit hasil pungutan ekspor produk sawit untuk insentif pengembangan biodiesel,” ujar Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung dalam artikel berjudul Biodiesel Indonesia: Produksi, Konsumsi dan Ekspor (2024).

    Menurut Tungkot, insentif biodiesel tersebut berhasil meningkatkan bleeding rate dan produksi biodiesel Indonesia yakni dari 3,66 juta kiloliter (B20 pada sektor PSO) pada 2016 menjadi 6,17 juta kiloliter (B20 sektor PSO dan non-PSO) tahun 2018.

    Volume produksi biodiesel juga terus meningkat pada implementasi mandatori B30 yakni 8,59 juta kiloliter tahun 2020 menjadi 8,98 juta kiloliter pada 2021 dan 11,81 juta kiloliter tahun 2022. Dengan diimplementasikannya kebijakan mandatori B35 pada awal Februari lalu, pemerintah menargetkan alokasi volume biodiesel tahun 2023 sebesar 13,15 juta kiloliter.

    Biodiesel yang dihasilkan perusahaan produsen (Badan Usaha Bahan Bakar Nabati/BU BBN) sebagian besar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Biodiesel tersebut kemudian didistribusikan kepada Pertamina selaku Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM).

    Konsumsi biodiesel dalam negeri mengalami peningkatan dari 119.000 kiloliter tahun 2009 menjadi 10,42 juta kiloliter tahun 2022. Proporsi konsumsi biodiesel di dalam negeri terhadap produksi juga menunjukkan peningkatan. Misalnya pada 2009, sekitar 63% produksi biodiesel digunakan untuk konsumsi domestik.

    Proporsi tersebut terus meningkat hingga pernah mencapai 98% produksi biodiesel digunakan untuk konsumsi domestik pada 2020. Namun, konsumsi biodiesel domestik juga pernah hanya sekitar 20% dari produksinya pada 2011.

    Hal yang menarik dari penggunaan biodiesel di dalam negeri adalah keberlangsungan program mandatori biodiesel B30 di tengah masa pandemi Covid-19 yang sempat diragukan oleh beberapa pihak. Kebijakan lockdown dan restriksi aktivitas sosial-ekonomi yang berlaku baik di Indonesia menyebabkan konsumsi biodiesel mengalami penurunan.

    Meskipun secara volume konsumsi tetap mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, namun target penyaluran biodiesel B30 yang telah ditentukan di awal tahun jauh dari realisasinya. Namun, Pemerintah Indonesia tetap berpegang teguh untuk menjalankan target bauran energi dengan kembali melanjutkan program mandatori biodiesel B30 sepanjang tahun 2020 hingga terus berlanjut ke 2021 dan 2022.

    Selain diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik dalam rangka mewujudkan ketahanan energi nasional, Indonesia juga mengekspor biodiesel untuk memenuhi kebutuhan negara importir atas produk renewable energy yang rendah emisi. Ekspor biodiesel juga menjadi salah satu sumber devisa bagi Indonesia.

    Volume ekspor biodiesel Indonesia relatif berfluktuatif, namun trennya masih menunjukkan pertumbuhan positif. Selama periode 2009-2022, volume ekspor biodiesel Indonesia meningkat dari 70.000 kiloliter menjadi 419.000 kiloliter.

    Ekspor biodiesel Indonesia menunjukkan good performance pada periode 2011-2014, ditunjukkan dengan volume ekspor biodiesel yang relatif tinggi. Namun tiga tahun selanjutnya (2015-2017), ekspor biodiesel Indonesia menurun signifikan. Hal tersebut sebagai dampak dari tuduhan anti-dumping dari pemerintah Uni Eropa terhadap biodiesel Indonesia.

    Uni Eropa mengenakan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) dengan tarif yang tinggi berkisar 8,8-23,3% sejak November 2013. Akibat dari implementasi bea masuk tersebut menghambat impor biodiesel Indonesia ke pasar Uni Eropa. Kondisi ini juga mengurangi insentif eksportir biodiesel Indonesia.

    Volume ekspor biodiesel Indonesia kembali menunjukkan peningkatan pada 2018-2019. Pertumbuhan positif tersebut merupakan dampak atas kemenangan Indonesia dalam gugatan tingkat banding di Mahkamah Uni Eropa pada kasus Bea Masuk Anti-Damping (BMAD) untuk biodiesel Indonesia.

    “Dengan kemenangan tersebut, Uni Eropa harus menghapus tarif BMAD yang artinya juga menghapus hambatan impor. Hal ini kembali mendorong peningkatan volume ekspor biodiesel Indonesia,” kata Tungkot.

    Perfoma ekspor biodiesel Indonesia harus kembali menurun pada 2020 sebagai dampak dari Pandemi Covid-19. Kebijakan lockdown atau restriksi aktivitas sosial-ekonomi menurunkan konsumsi masyarakat terhadap produk bahan bakar dan biodiesel.

    Namun seiring dengan pemulihan ekonomi global, permintaan negara importir atas biodiesel kembali meningkat. “Hal ini berimplikasi pada peningkatan volume ekspor biodiesel Indonesia,” ujar Tungkot.

    Sementara itu, berkaitan dengan negara tujuan utama ekspor biodiesel Indonesia periode 2012-2022 adalah Uni Eropa (UE-28). Meskipun Uni Eropa merupakan negara dengan restriksi perdagangan terhadap biodiesel sawit Indonesia yang relatif banyak, seperti ditunjukkan dengan diterbitkannya berbagai kebijakan yang menghambat perdagangan biodiesel (seperti BMAD, RED II ILUC), namun pangsa ekspor Indonesia ke negara tersebut relatif tinggi mencapai 40%.

    Negara tujuan ekspor biodiesel Indonesia lainnya adalah China (29%), Amerika Serikat (11%), Malaysia (9%), dan Singapura (6%).

    Sementara itu Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) menilai potensi hilirisasi biofuel dalam beberapa tahun mendatang semakin terbuka lebar. Apalagi kebutuhan energi akan selalu meningkat sebagai kebutuhan utama selain pangan.

    Melihat potensi ini, sejumlah perusahaan hulu sawit mulai melirik untuk menjajaki bisnis hilirisasi biofuel. Industri biodiesel sebagai salah satu produk turunan biofuel telah dimulai sejak 2005.

    Adapun hingga saat ini biodiesel berkontribusi sebesar 30% pada solar. Februari 2023, kontribusi biodiesel meningkat menjadi 35% pada solar. Untuk itu, Aprobi menegaskan siap untuk memasok biodiesel dengan kualitas serta volume sesuai dengan ketentuan. (ANG)

    Aprobi Biodiesel BPDPKS Ekspor biodiesel Kementerian ESDM Konsumsi biodiesel
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua

    6 Januari 2026
    Berita Terbaru

    Presiden Ingin Papua Ditanami Sawit hingga Tebu

    6 Januari 2026
    Berita Terbaru

    KDM Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan Tidak Tepat

    5 Januari 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,353 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,351 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,560 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,545 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,128 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.