JAKARTA – Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bersama industri sawit mengedukasi anak-anak panti asuhan tentang manfaat sawit sekaligus menyalurkan santunan berupa sembako melalui melalui program ‘Sawit Berbagi, Ramadhan Penuh Makna’ di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini didukung oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), PT Astra Agro Lestari Tbk, Apical, dan Wilmar Group, sebagai bentuk kepedulian industri sawit sekaligus meredam isu negatif yang kerap beredar di masyarakat.
Ketua Forwatan, Beledug Bantolo mengatakan, ‘Sawit Berbagi, Ramadhan Penuh Makna’ merupakan agenda tahunan Forwatan bersama industri sawit sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. “Jadi, enggak hanya di sini, nanti ada beberapa panti asuhan juga kita bagikan juga sembako dan sedikit rezeki dari kami,” ujar Bantolo.
Baca Juga: Forwatan dan Tiga Asosiasi Hilir Sawit Berbagi Manfaat Produk Turunan Sawit kepada Ratusan Yatim Piatu
Menurut Bantolo yang akrab disapa BeBe ini, sawit merupakan komoditas strategis Indonesia yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari minyak goreng dan sabun, hingga cokelat, es krim, dan bahan bakar biodiesel.
“Produk sawit digunakan hampir sepanjang hari dalam kehidupan kita. Mulai dari sabun, minyak goreng, cokelat, hingga es krim, semuanya dibuat dari minyak olahan sawit,” ujar Bantolo.
Selain itu, lanjutnya, sawit juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Perindustrian, nilai ekonomi sektor hilir sawit diperkirakan mencapai sekitar Rp750 triliun, setara dengan sekitar 3,5% dari Produk Domestik Bruto Indonesia, termasuk nilai ekspor dan produk turunannya.
Baca Juga: Forwatan Promosikan Sawit Sambil Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim
Untuk itu, Redaktur Pelaksana Agrofarm ini menekankan pentingnya menjaga kelestarian sawit sekaligus meluruskan berbagai kampanye negatif yang selama ini kerap dialamatkan kepada komoditas tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa sawit harus dilestarikan dan manfaatnya dijaga, jangan sampai keberadaannya di negeri kita dilupakan,” ujarnya.
Sementara itu, Media Relations GAPKI, Mochamad Husni, menjelaskan bahwa perusahaan sawit aktif menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung masyarakat sekitar.
“Kami tidak hanya mengolah sawit untuk dijadikan minyak goreng, sabun, mentega, atau pasta gigi, tetapi juga membagikan sebagian hasilnya melalui kegiatan sosial agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Husni.
Ia menambahkan, CSR perusahaan mencakup empat sektor utama, yaitu pendidikan, peningkatan ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Menurut Husni, hasil usaha sawit tidak hanya untuk perusahaan, tetapi dibagikan agar memberikan manfaat bagi banyak orang, sebagai bagian dari keberkahan yang disyukuri.
“Di banyak perusahaan sawit, terutama di kebun-kebun luar Jawa, kegiatan sosial seperti ini rutin dilakukan. Ini bagian dari prinsip kami bahwa rezeki yang didapat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dengan kegiatan ini, perusahaan sawit berupaya membantu sekolah, meningkatkan ekonomi masyarakat, mendukung fasilitas kesehatan, dan menjaga lingkungan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas.
Adapun Pengasuh Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Riyadhush Sholihin Kebayunan Tapos Depok, KH Bahrudin menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Forwatan dan perusahaan sawit kepada anak-anak yatim.
Ia mengatakan, Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi Bapak dan Ibu semuanya, serta dilancarkan segala urusannya,” ujarnya.
Ia juga berharap doa dan dukungan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Menurutnya, seperti halnya sawit yang memberi manfaat bagi banyak orang, anak-anak panti pun diharapkan kelak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Panti Asuhan Riyadhus Shalihin, yang berlokasi di Tapos, Depok, adalah lembaga yang didirikan secara mandiri oleh KH. Moh. Yasin untuk mengasuh anak yatim dan piatu. Panti ini menampung dan mengasuh 98 anak yatim, piatu, dan dhuafa. (SDR)

