Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RI-Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception

    12 Januari 2026

    Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

    8 Januari 2026

    Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

    8 Januari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      RI-Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception

      12 Januari 2026

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026

      Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

      8 Januari 2026

      Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua

      6 Januari 2026

      Presiden Ingin Papua Ditanami Sawit hingga Tebu

      6 Januari 2026
    • Klinik

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024

      Sekat Kanal di Lahan Gambut Tekan Emisi Gas Karbondioksida

      13 September 2024
    • Pertanian

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026

      Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

      8 Januari 2026

      Produsen Pupuk Bisa Ekspor Pupuk Nonsubsidi Lagi

      21 Desember 2025

      Pejabat Eselon 1 Kementan Dirombak, Suwandi Jadi Sekjen

      28 November 2025

      Catatan Produksi Beras 2025

      24 November 2025
    • Indepth

      ‘Bom Waktu’ Stok Jumbo Beras Bulog

      11 November 2025

      Melihat Bekantan dan Tanaman Endemik di Hutan Konservasi Astra Agro

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025

      39% Lahan Sitaan Satgas PKH Tak Ada Tanaman Sawit

      27 Oktober 2025

      B50 Gerus Neraca Perdagangan Rp18,15 Triliun

      21 Oktober 2025
    • Inovasi

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Astra Agro Kenalkan Digitalisasi Perkebunan Sawit ke Mahasiswa Agribisnis IPB

      6 November 2025

      Astra Agro Bangun 10 Methan Capture hingga 2030

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025
    • Nasional

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026

      Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

      8 Januari 2026

      Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua

      6 Januari 2026

      Presiden Ingin Papua Ditanami Sawit hingga Tebu

      6 Januari 2026

      KDM Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan Tidak Tepat

      5 Januari 2026
    • Kisah
    • Korporasi

      PTPN, Aspek-PIR dan KUD Binaan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh

      20 Desember 2025

      Aturan Kemitraan Kebun Sawit Bakal Diubah: Plasma 80%, Inti 20%

      12 Desember 2025

      Astra Agro Bukukan Capaian Pengurangan Emisi GRK

      28 November 2025

      Sawit Sumbermas Akuisisi Saham SML Rp1,6 Triliun

      27 November 2025

      POSCO Akuisisi Sampoerna Agro Senilai Rp9,44 Triliun

      24 November 2025
    • Hilir

      Program Biodiesel Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja

      14 November 2025

      UKM dan Koperasi Jadi Pemicu Kemajuan Sawit

      24 Oktober 2025

      Jadikan Harga CPO dan Minyak Bumi sebagai Acuan dalam Penerapan Mandatori Biodiesel

      20 Oktober 2025

      Eropa Banding Putusan WTO soal Sengketa Biodiesel, Mendag: Hanya Ulur Waktu

      7 Oktober 2025

      Harga Biodiesel Oktober Turun Jadi Rp13.921/Liter

      7 Oktober 2025
    Button
    Sawit Kita
    Home » RI-Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception
    Berita Terbaru

    RI-Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception

    By Redaksi SawitKita12 Januari 20260 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Ketua Umum GAPKI Eddy Martono pada acara The Indonesia Palm Oil Networking Reception di Karachi, Pakistan.
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    KARACHI – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi, bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyelenggarakan The Indonesia Palm Oil Networking Reception. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral pasca Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ke Islamabad pada Desember 2025.

    Acara tersebut dihadiri para pejabat tinggi, antara lain Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Chief Guest Federal Minister for Commerce of Pakistan Jam Kamal Khan, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Pakistan Chandra W. Sukotjo, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Karachi Mudzakir, serta Ketua Umum GAPKI Eddy Martono.

    Turut hadir Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Izzana Salleh dan Direktur CPOPC Antonius Yudi Triantoro, Konsul Jenderal Malaysia untuk Karachi Herman Hardynata Ahmad, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha, para importir minyak nabati di Pakistan, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

    Baca Juga:
    Mentan Apresiasi Kepedulian GAPKI pada Gerakan Donasi Bencana Sumatera

    Duta Besar Chandra W. Sukotjo memaparkan hubungan historis Indonesia-Pakistan serta menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan berorientasi ke masa depan. Ini sejalan dengan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Islamabad sebelumnya.

    Sukotjo menekankan bahwa industri sawit merupakan pilar utama hubungan ekonomi kedua negara. Indonesia berkomitmen untuk mendorong kemakmuran bersama dan hubungan perdagangan yang lebih berimbang, termasuk melalui peningkatan impor dari Pakistan serta penjajakan penciptaan nilai bersama di luar perdagangan yang bersifat transaksional.

    Karachi, sebagai gerbang ekonomi Pakistan, diakui sebagai mitra alami bagi Indonesia dalam memperluas jangkauan ekonomi di kawasan Asia Selatan. “Pertemuan ini merupakan wadah untuk mengakui kemitraan yang telah ada, memperkuat kepercayaan, serta menjajaki peluang baru menuju kerja sama ekonomi yang lebih terstruktur dan berorientasi masa depan,” ujarnya.

    Baca Juga:
    GAPKI Perkuat Kemitraan Global

    Sementara itu, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan bahwa GAPKI berperan sebagai mitra strategis pemerintah khususnya KJRI Karachi dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral. Salah satu tugas GAPKI adalah menyediakan informasi yang akurat mengenai praktik industri kelapa sawit Indonesia.

    GAPKI memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi pemasok minyak sawit yang stabil, bertanggung jawab, dan andal bagi pasar Pakistan, yang merupakan salah satu importir minyak sawit terbesar di dunia. Bersama para mitra di Pakistan, GAPKI akan memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen Indonesia dan pembeli Pakistan guna menjamin ketersediaan pasokan minyak sawit bagi kebutuhan pangan dan industri di Pakistan, sekaligus mendorong kolaborasi teknis di bidang refinery dan pengolahan minyak sawit.

    Selain itu, GAPKI juga berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku usaha kelapa sawit untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Perdagangan dalam perumusan kebijakan ekspor yang mendukung daya saing produk Indonesia di pasar global, termasuk Pakistan. Dalam konteks acara The Indonesia Palm Oil Networking Reception, GAPKI menjadi penggerak utama sektor swasta yang memastikan komitmen politik pemerintah dapat diterjemahkan ke dalam transaksi nyata serta kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

    Baca Juga:
    GAPKI, India, dan APOA Perkuat Kerja Sama Perdagangan Minyak Sawit

    Saat menyampaikan pidato, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri kembali menegaskan pentingnya pasar Pakistan bagi Indonesia. “Pakistan penting bagi Indonesia. Pasar Pakistan, industri Pakistan, dan konsumen Pakistan sangat penting bagi kami,” tegas Dyah Roro.

    Hubungan dagang Indonesia-Pakistan memang sudah lama terjalin erat. Kebutuhan minyak sawit negara itu sebagian besar berasal dari Indonesia. Dari 150 negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia, Pakistan berada di urutan ketiga. Berdasarkan Oil World 2025, dari tahun ke tahun, nilai ekspor sawit Indonesia ke Pakistan terus meningkat. Peningkatan terbesar terjadi di 2024 dengan total ekspor mencapai 3 juta ton lebih.

    Data yang disampaikan Chairman Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA) Abdul Rasheed JanMohammad saat menjadi pembicara di Indonesia Palm Oil Conference 2025 makin menguatkan kedekatan hubungan dagang Indonesia Pakistan. Dibandingkan negara produsen sawit lainnya, Indonesia ternyata memasok 90% kebutuhan minyak sawit Pakistan.

    Wamendag juga menegaskan komitmen Indonesia untuk menciptakan perdagangan yang lebih berimbang, dengan membuka peluang yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Pakistan, mulai dari sektor pertanian hingga layanan digital.

    Sebagai bentuk konkret penguatan kerja sama, pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan tiga dokumen kesepakatan penting, yaitu: Nota Kesepahaman (MoU) tentang pembentukan Komisi Perdagangan Bersama Indonesia-Pakistan; dan MoU tentang Kerja sama antara GAPKI dengan PEORA (Pakistan Edible Oil Refiners Association dan PVMA (Pakistan Vegetable Manufacturers Association).

    MoU tentang Pembentukan Komisi Perdagangan Bersama Indonesia–Pakistan ditandatangani oleh Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan Pakistan. Komisi ini diharapkan menjadi forum resmi untuk mengelola hubungan ekonomi bilateral secara berkelanjutan, mengatasi hambatan perdagangan, serta menjajaki peluang baru di bidang ekspor-impor.

    Pada tingkat sektoral, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan Pakistan juga menyaksikan penandatanganan MoU antara GAPKI, PEORA dan PVMA. Kerja sama ini bertujuan untuk mengamankan rantai pasok serta menjaga stabilitas harga minyak sawit di kedua negara. (SDR)

    GAPKI Kemitraan strategis Kerjasama Ketua Umum GAPKI Eddy Martono Pakistan
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

    8 Januari 2026
    Berita Terbaru

    Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

    8 Januari 2026
    Berita Terbaru

    Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua

    6 Januari 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,353 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,355 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,561 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,545 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,129 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.