Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

    5 Mei 2026

    BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

    1 Mei 2026

    Rayakan 45 Tahun, GAPKI Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

      5 Mei 2026

      Rayakan 45 Tahun, GAPKI Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

      29 April 2026

      Astra Agro Kantongi Laba Bersih Rp373 Miliar di Kuartal I/2026

      29 April 2026

      Perkuat Tata Kelola Gambut, Astra Agro Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla

      29 April 2026

      Agrinas Palma Gandeng RSI Percepat Peremajaan Sawit Rakyat

      28 April 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Pelaku Usaha Industri Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

      24 April 2026

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      BULOG Siap Bangun 100 Infrastruktur Pascapanen Senilai Rp5 Triliun

      1 April 2026

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026
    • Indepth

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Pelaku Usaha Industri Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

      24 April 2026

      Perang Israel & AS vs Iran: Harga CPO Meroket!

      30 Maret 2026

      Ada Transaksi Jumbo di Saham FAPA, Dikendalikan Keluarga Fangiono?

      27 Maret 2026

      ‘Bom Waktu’ Stok Jumbo Beras Bulog

      11 November 2025
    • Inovasi

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025
    • Nasional

      GAPKI Bersama Pemerintah Antisipasi Risiko Karhutla

      26 April 2026

      Aman, Uji Coba B50 Pada Mesin Diesel Sesuai Spesifikasi

      24 April 2026

      Helikopter Jatuh di Sekadau, 8 Korban Ditemukan Tewas

      17 April 2026

      Helikopter yang Ditumpangi CEO KPN Plantation Jatuh di Sekadau

      17 April 2026

      Pemerintah Terapkan B50 pada 1 Juli 2026, Hemat Subsidi Rp48 Triliun

      31 Maret 2026
    • Kisah

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Korporasi

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Rayakan 45 Tahun, GAPKI Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

      29 April 2026

      Astra Agro Kantongi Laba Bersih Rp373 Miliar di Kuartal I/2026

      29 April 2026

      Perkuat Tata Kelola Gambut, Astra Agro Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla

      29 April 2026

      Agrinas-KPBN Perkuat Sistem Pemasaran CPO Nasional

      24 April 2026
    • Hilir

      Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

      5 Mei 2026

      Aman, Uji Coba B50 Pada Mesin Diesel Sesuai Spesifikasi

      24 April 2026

      Harga Patokan B50 Bakal Dirilis Tiap Bulan

      24 April 2026

      Pemerintah Terapkan B50 pada 1 Juli 2026, Hemat Subsidi Rp48 Triliun

      31 Maret 2026

      Alokasi B40 Naik Jadi 15,646 Juta Kiloliter

      27 Februari 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » DPMO, Teknologi Pengolahan TBS Diklaim Lebih Menguntungkan
    Berita Terbaru

    DPMO, Teknologi Pengolahan TBS Diklaim Lebih Menguntungkan

    Melalui metode ini, maka cara lama bakal ditinggalkan karena metode baru bakal menghasilkan lebih sedikit emisi dalam proses minyak nabati sawit.
    By Redaksi SawitKita31 Juli 202496 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga (kanan) saat diwawancarai wartawan di Bandung.
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Degummed Palm Mesocarp Oil (DPMO) merupakan teknologi pengolahan dalam industri kelapa sawit. Teknologi baru ini diklaim lebih menguntungkan dan menghasilkan emisi yang lebih sedikit.

    Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga. Menurut Sahat, melalui metode ini, maka cara lama bakal ditinggalkan karena metode baru bakal menghasilkan lebih sedikit emisi dalam proses minyak nabati sawit.

    “Selama ini pakai wet proses atau sterilisasi, ini menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Ini saya ubah sehingga terjadi dry process namanya, pasteurisasi emisi karbon rendah, saya usulkan dry process tandan buah segar jadi DPMO bukan CPO. DPMO kualitas lebih bagus jadi ngga ada namanya crude karena identik dengan jelek, karena sudah 100 tahun nggak ada perubahan,” kata Sahat di Jakarta, Rabu (31/7/2024).

    Baca Juga:
    Teknologi Tinggi dan Adaptif Dukung Keberlanjutan Industri Sawit

    Selain menghasilkan emisi lebih rendah, harga DPMO yang bakal dijual juga bakal lebih tinggi. Perbedaan harga antara DPMO ke CPO berkisar di USD10/ton. Alhasil harga tandan buah segar (TBS) yang dibeli dari petani juga otomatis akan naik.

    Selain itu, petani juga berpotensi untuk mengolah hasil TBS-nya karena kapasitas teknologi ini jauh lebih kecil dibandingkan milik banyak perusahaan besar.

    “Saya yang kembangin, jadi bisa digunakan banyak pihak. Saya nggak peduli gimananya yang penting saya ingin petani nggak lagi bergantung ke perusahaan besar atau selama ini disebut pabrik kelapa sawit (PKS) yang kapasitasnya ini biasa gede-gede 30, 60, 90 ton per jam. Tapi nantinya bisa lewat pamer atau pabrik minyak sawit emisi karbon rendah kapasitasnya cuma 5, 10, 20 ton, kenapa kecil? Karena saya mau taruh di petani, ongkos murah, jarak dekat,” kata Sahat.

    Di sisi lain, untuk memproduksi CPO, petani harus rela merogoh kocek besar untuk bisa mengirim TBS-nya ke banyak pabrikan sawit. Pasalnya jarak antara kebun dan pabrikan sawit cukup jauh, mencapai puluhan kilometer.

    Baca Juga:
    CPO Cerita Lama, RI Mesti Kembangkan DPMO

    “Sekarang mereka ada yang 60 km ada 80 km ada 50 km, rata-rata saya itung 60 km. Ongkosnya Rp8/kg/km berarti Rp480 untuk ongkos setiap kg. Nah ini cuma 15 x 8 bayangkan 5-6x lipat itu, yang saya usulkan, tapi pemerintah nggak tau kenapa jadi belum didukung,” kata Sahat.

    Upaya Sahat dalam mengembangkan teknologi DPMO ini menarik perhatian peneliti Finlandia yakni Senior Research Fellow University of Turku Finlandia, Erja Kettunen-Matilainen. Erja mengungkapkan bakal meneliti pengembangan sawit di Indonesia, termasuk pengembangan teknologi yang dilakukan oleh pelaku sawit di Indonesia.

    “Menurut saya itu sangat inovatif dan seberapa banyak dia tahu tentang sejarah dan teknologi, tentang kimia dan semuanya. Semuanya pada dasarnya digabungkan. Dan, berdasarkan itu, dia menciptakan semacam model bisnis juga tentang bagaimana itu harus disusun secara terstruktur dan siapa yang harus terlibat dan seterusnya. Jadi saya pikir itu benar-benar membuat saya kagum dan membuka mata saya. Jadi, pada dasarnya itu sangat positif,” kata Erja. (ANG)

    CPO DMSI DPMO GAPKI Kemenperin
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

    5 Mei 2026
    Berita Terbaru

    BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

    1 Mei 2026
    Berita Terbaru

    Rayakan 45 Tahun, GAPKI Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

    29 April 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,379 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,629 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,605 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,547 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,165 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.