ATAMBUA – PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) merekrut ratusan warga di Kabupaten Belu dan Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tenaga pemanen sawit di Kalimantan Barat (Kalbar). Sosialisasi sekaligus pendaftaran perekrutan tenaga kerja dilakukan di lapangan Makodim Belu perbatasan RI-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Selasa (5/5/2026).
Manager Hubungan Industrial, Direktorat SDM dan Umum PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Kolonel Inf (Purn) Jonnie Koentara mengatakan, Agrinas Palma mencari tenaga kerja yang akan bertugas sebagai tenaga panen kelapa sawit selama dua tahun.
Untuk tahap awal, para pekerja tenaga panen yang lolos seleksi akan ditempatkan di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat. Menurut dia, wilayah NTT dipilih sebagai fokus utama rekrutmen karena reputasi masyarakatnya yang dikenal sebagai pekerja keras dan tangguh.
Baca Juga: La Nina Ganggu Aktivitas Panen Sawit
“Kami dapat amanah dari negara untuk merekrut karyawan-karyawan panen. Sementara berasal dari wilayah NTT karena NTT ini sejak dulu terkenal sebagai daerah penghasil karyawan panen yang tangguh,” ujar Koentara.
Dijelaskan, untuk pemberangkatan tenaga kerja panen tahap pertama di wilayah Belu dan Malaka dibatasi sebanyak 100 orang. Soal pengalaman bukan syarat mutlak. Bagi pelamar yang belum berpengalaman, perusahaan akan memberikan pelatihan intensif selama satu minggu setibanya di Kalimantan Barat.
“Untuk tahap pertama itu 100 orang dulu dan diutamakan mereka yang memang pernah punya pengalaman sebagai pemanen tetapi bila tidak ada, yang kita lihat kesediaan mereka saja. Karena mereka ini umumnya banyak orang baru, tentu mereka harus dilatih dulu. Kami rencanakan akan melatih selama satu minggu di Kalimantan Barat,” kata Koentara.
Agrinas Palma memastikan para pekerja tidak terlantar. Perusahaan telah menyiapkan fasilitas lengkap di lokasi penempatan, mulai dari rumah tinggal, akses listrik, air, hingga perlengkapan dapur dan tempat tidur.
Bahkan, untuk dua minggu pertama, dia menyampaikan bahwa, kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, dan telur akan disediakan secara gratis oleh perusahaan.
Baca Juga: Agar Panen Tetap Optimal, Peremajaan Sawit Rakyat Akan Dikebut
“Sekarang ini kami prioritaskan untuk mengurus dulu akomodasi mereka di Kalimantan Barat. Jadi disiapkan dulu rumahnya, listrik, air, perlengkapan dapur dan memasak dan perlengkapan tidur. Kita siapkan selama 2 minggu untuk kebutuhan makan minum dan mereka datang membawa pakaian saja dengan niat bekerja keras, itu saja,” papar Koentara.
Salah satu syarat untuk menjadi tenaga kerja, lanjut Koentara, yakni membuka rekening BRI. Karena untuk pengupahan, gaji akan dibayarkan melalui rekening BRI.
Selain warga yang mengikuti sosialisasi, dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berminat dapat mengambil formulir pendaftaran yang telah disediakan. “Kita dari perusahaan berikan waktu selama satu minggu bagi pelamar untuk kembalikan formulir pendaftaran. Jika kuota terpenuhi dalam waktu dekat, pemberangkatan akan dilakukan di bulan ini juga,” kata Koentara. (ANG)

