Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    B50 dan Neraca Sawit Indonesia

    6 Mei 2026

    Sampai Kapan Pelaku Usaha Industri Perberasan Merugi?

    6 Mei 2026

    Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis

    6 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      B50 dan Neraca Sawit Indonesia

      6 Mei 2026

      Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

      5 Mei 2026

      Rayakan 45 Tahun, GAPKI Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

      29 April 2026

      Astra Agro Kantongi Laba Bersih Rp373 Miliar di Kuartal I/2026

      29 April 2026

      Perkuat Tata Kelola Gambut, Astra Agro Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla

      29 April 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Sampai Kapan Pelaku Usaha Industri Perberasan Merugi?

      6 Mei 2026

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Pelaku Usaha Industri Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

      24 April 2026

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      BULOG Siap Bangun 100 Infrastruktur Pascapanen Senilai Rp5 Triliun

      1 April 2026
    • Indepth

      B50 dan Neraca Sawit Indonesia

      6 Mei 2026

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Pelaku Usaha Industri Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

      24 April 2026

      Perang Israel & AS vs Iran: Harga CPO Meroket!

      30 Maret 2026

      Ada Transaksi Jumbo di Saham FAPA, Dikendalikan Keluarga Fangiono?

      27 Maret 2026
    • Inovasi

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025
    • Nasional

      B50 dan Neraca Sawit Indonesia

      6 Mei 2026

      Sampai Kapan Pelaku Usaha Industri Perberasan Merugi?

      6 Mei 2026

      Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis

      6 Mei 2026

      GAPKI Bersama Pemerintah Antisipasi Risiko Karhutla

      26 April 2026

      Aman, Uji Coba B50 Pada Mesin Diesel Sesuai Spesifikasi

      24 April 2026
    • Kisah

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Korporasi

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Rayakan 45 Tahun, GAPKI Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

      29 April 2026

      Astra Agro Kantongi Laba Bersih Rp373 Miliar di Kuartal I/2026

      29 April 2026

      Perkuat Tata Kelola Gambut, Astra Agro Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla

      29 April 2026

      Agrinas-KPBN Perkuat Sistem Pemasaran CPO Nasional

      24 April 2026
    • Hilir

      Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

      5 Mei 2026

      Aman, Uji Coba B50 Pada Mesin Diesel Sesuai Spesifikasi

      24 April 2026

      Harga Patokan B50 Bakal Dirilis Tiap Bulan

      24 April 2026

      Pemerintah Terapkan B50 pada 1 Juli 2026, Hemat Subsidi Rp48 Triliun

      31 Maret 2026

      Alokasi B40 Naik Jadi 15,646 Juta Kiloliter

      27 Februari 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis
    Berita Terbaru

    Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis

    Kuliah Umum Dahlan Iskan di Universitas Paramadina
    By Redaksi SawitKita6 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    DISKUSI PARAMADINA: (dari kiri) Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Prof Dr Ahmad Badawi Saluy, Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan, Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Didik J. Rachbini usai Seminar Publik di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (5/5/2026)
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan mengatakan aspek manajerial dan leadership menjadi kunci kesuksesan perusahaan untuk bisa bertahan di masa krisis. Seorang pemimpin tertinggi harus mampu mengambil keputusan yang tepat di saat perusahaan memasuki masa-masa yang sulit, termasuk melakukan efisiensi di semua lini.

    “Kalau para karyawan tidak paham sedang terjadi krisis, pemimpin yang harus memberikan sinyal jika lagi krisis. Caranya, memangkas bidang atau divisi-divisi yang tidak perlu. Bahkan, saat krisis 1998, saya meminta karyawan untuk tidak belanja hal-hal yang tidak perlu. Bahkan, sekadar membuat pagar rumah saja, saya larang,” kata Dahlan Iskan dalam Seminar Publik “Manajemen Krisis Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Global” yang diselenggarakan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

    Aspek manajerial dan leadership yang kuat itulah yang dibawa Dahlan Iskan saat diminta Presiden SBY memimpin PLN. Dahlan lantas menceritakan bagaimana dia melakukan transformasi di PLN. Direktur Utama PLN periode 2009-2011 tersebut mengakui tidak paham bisnis kelistrikan saat awal masuk PLN. Karena itu dia mencari orang internal PLN untuk belajar dari hulu sampai hilir tentang listrik.

    Baca Juga:
    Peluang Pemimpin Mendatang

    “Saya minta syarat saat diminta Pak SBY jadi Dirut PLN. Jajaran direksi harus saya sendiri yang menentukan. Tidak boleh ada direktur titipan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana sulitnya jika setiap direksi memiliki bos sendiri-sendiri. Biarlah saya menjadi satu-satunya Bos di PLN,” kata Dahlan.

    Kata Dahlan, yang akan membuat situasi krisis menjadi semakin sulit adalah jika pemimpin dan karyawan tidak paham jika sedang krisis. Tata kelola perusahaan dilakukan as usual, seperti biasa seperti zaman sebelum krisis.

    “Kepekaaan pimpinan saat krisis tidak hanya dalam konteks kepemimpinan perusahaan. Tetapi juga berlaku untuk kepemimpinan negara,” kata Dahlan.

    Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Didik J. Rachbini mengatakan pengalaman manajerial Dahlan Iskan sejak dari perusahaan media hingga Dirut PLN dan Menteri BUMN bisa menjadi pelajaran yang menarik untuk sekolah-sekolah manajemen di kampus. “Transformasi yang dilakukan Pak Dahlan di PLN bisa dikaji dengan pendekatan teori-teori manajemen. Pengalaman empiris di dunia bisnis akan memperkaya khasanah keilmuan di bidang manajemen,” kata Didik.

    Baca Juga:
    Tantangan Pemimpin Mendatang

    Didik mengatakan, Indonesia harus mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain khususnya negara maju. Ketertinggalan dalam bidang ekonomi dan peradaban salah satunya bisa disebabkan karena ketertinggalan di bidang pendidikan.

    “Ciri negara maju memiliki lebih 1% dari total penduduknya doktor. Mengapa harus doktor? Untuk mendorong inovasi dan daya saing ekonomi. Doktor bukan sekadar akademisi, tetapi peneliti di industri (R&D), policy designer di pemerintah, dan juga konsultan strategis. Negara dengan banyak doktor cenderung tinggi belanja R&D, tinggi produktivitas dan cepat adaptasi teknologi,” kata Didik.

    Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Prof Dr Ahmad Badawi Saluy mengatakan, kehadiran tokoh nasional dan bisnis seperti Dahlan Iskan akan memperkaya khasanah civitas akademika di kampus dengan pengalaman-pengalaman empiris. “Karena ilmu manajemen itu pada akhirnya diterapkan dalam dunia bisnis dan pemerintahan,” kata Badawi. (REL)

    manajerial Masa krisis tantangan dalam negeri tantangan global Tantangan Pemimpin Nasional
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    B50 dan Neraca Sawit Indonesia

    6 Mei 2026
    Berita Terbaru

    Sampai Kapan Pelaku Usaha Industri Perberasan Merugi?

    6 Mei 2026
    Berita Terbaru

    Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

    5 Mei 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,379 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,638 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,605 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,547 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,166 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.