JAKARTA – Bulan Ramadan menjadi waktu untuk refleksi dan pembaruan. Bagi industri kelapa sawit, momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat manfaat satu komoditas ini di berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga berbagai sektor industri.
Tema tersebut diangkat dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Asian Agri bersama Apical di GIOI Menteng, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan media dan menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pandangan mengenai perkembangan industri kelapa sawit serta kontribusinya dalam kehidupan sehari-hari dan perekonomian Indonesia.
Dalam sambutannya, Johan Kurniawan, Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diajarkan selama Ramadan memiliki kesamaan dengan prinsip yang diperlukan dalam pengelolaan industri kelapa sawit yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Asian Agri dan Apical Optimistis Capai Target Keberlanjutan 2030
“Ramadan mengajarkan kita tentang integritas dan konsistensi—melakukan hal yang benar bahkan ketika tidak ada yang melihat. Prinsip yang sama juga penting dalam memastikan pengelolaan kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Johan.
Ia menambahkan bahwa manfaat yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit tidak muncul secara instan, melainkan merupakan hasil dari pengelolaan yang terintegrasi di sepanjang rantai nilai.
Di sektor hulu, Asian Agri memastikan pengelolaan perkebunan dimulai dari dasar yang tepat. Hal ini mencakup penggunaan bibit unggul Topaz, penerapan praktik budidaya yang bertanggung jawab, serta program peremajaan atau replanting untuk menjaga produktivitas tanpa membuka lahan baru. Kemitraan dengan petani juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit.
“Keberlanjutan tidak mungkin dibangun sendirian. Kemitraan yang kuat dengan petani menjadi kunci untuk menciptakan industri kelapa sawit yang tangguh dan bertanggung jawab,” tambah Johan.
Sementara itu di sektor hilir, Apical mengolah minyak sawit menjadi berbagai produk bernilai tambah melalui rantai pasok yang terintegrasi. Produk tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk minyak goreng, tetapi juga menjadi bahan baku bagi berbagai kebutuhan industri, mulai dari oleokimia hingga energi terbarukan seperti sustainable aviation fuel (SAF).
Baca Juga: Inovasi Digital Asian Agri dan Apical Bentuk Masa Depan Berkelanjutan Industri Sawit
Semangat kebermanfaatan tersebut juga tercermin dalam berbagai inisiatif yang dilakukan selama Ramadan. Di wilayah operasionalnya di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, Asian Agri kembali menyelenggarakan bazar minyak goreng bagi masyarakat sekitar menjelang Idul Fitri. Melalui kegiatan ini, warga dapat membeli minyak goreng premium dengan harga terjangkau untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
Apical juga turut berpartisipasi dalam program bazar minyak goreng yang diselenggarakan bersama Kementerian Perindustrian. Selama tiga hari pelaksanaan, sekitar 600 karton minyak goreng merek Minyakita dan Camar disalurkan kepada masyarakat. Inisiatif-inisiatif ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa manfaat industri kelapa sawit dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Menutup acara, Johan menekankan bahwa Ramadan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh inovasi dan produktivitas, tetapi juga oleh integritas, kemitraan, serta komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas melalui berbagai program dan inisiatif. (SDR)

