JAKARTA – Di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/3/2026) lalu ada transaksi crossing jumbo. Angka mencapai Rp18,77 triliun. Transaksi crossing itu berlangsung di harga Rp6.500 per saham dan di bawah harga pasar yang diperdagangkan dalam rentang Rp6.600–6.725. Saham tersebt ditutup menguat 1,52% ke Rp6.700 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp24,32 triliun pada sesi pertama Kamis (26/3/2026).
Crossing saham adalah transaksi antara dua pihak atau investor yang menggunakan broker atau sekuritas yang sama. Transaksi ini tidak terjadi di pasar reguler, melainkan di pasar negosiasi. Adalah PT FAP Agri Tbk (FAPA) yang mencatatkan transaksi crossing jumbo tersebut. FAPA merupakan emiten kelapa sawit milik. Apakah konglomerat keluarga Fangiono mengendalikan perusahaan ini?.
Apabila menilik kepemilikan saham FAPA, PRINSEP Management Limited menggenggam porsi mencapai 79,31% atau sekitar 2,88 miliar saham dan menjadi pemegang saham pengendali. Di posisi berikutnya, PT Fangiono Perkasa Sejati menguasai 6,98% saham atau setara 253,33 juta saham dan PT FAP Agri Tbk 3,98% atau sekitar 144,42 juta saham.
Kemudian, Paramount Global Enterprises Limited sebesar 2,38%, Sharp Triumph International Limited 2,29%, dan Grand Legacy International Limited dan Summit Global Enterprises Limited masing-masing sekitar 2,26% dan 2,07%.
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase
PRINSEP Management Limited 2,88 Miliar 79,31%
PT Fangiono Perkasa Sejati 253,33 Juta 6,98%
PT FAP Agri Tbk 144,42 Juta 3,98%
Paramount Global Enterprises Limited 86,37 Juta 2,38%
Sharp Triumph International Limited 83,06 Juta 2,29%
Grand Legacy International Limited 81,87 Juta 2,26%
Summit Global Enterprises Limited 74,97 Juta 2,07%
Di sisi lain, pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficiary owner (UBO) FAP Agri adalah Wirastuty Fangiono. Melansir Forbes, Wirastuty memiliki kekayaan sekitar USD1,5 miliar. Ia mengendalikan perusahaan kelapa sawit FAP Agri yang melantai di BEI pada 2021. Perusahaan tersebut didirikan pada 1994 dan kini memiliki konsesi perkebunan kelapa sawit lebih dari 110.000 hektare yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Selain itu, Wirastuty juga memiliki kepemilikan saham di First Resources, perusahaan kelapa sawit yang tercatat di Singapura dan dipimpin oleh adiknya, Ciliandra Fangiono. Sementara Ciliandra bersama keluarganya memiliki kekayaan sekitar USD3,05 miliar, berdasarkan daftar Indonesia’s 50 Richest 2025 per 10 Desember 2025. FAP Agri adalah salah satu perusahaan swasta nasional yang berkembang di Indonesia, yang mengelola dan memproduksi minyak kelapa sawit yang dikelola secara berkelanjutan.
FAPA mulai beroperasi pada 1994 dengan luas total kebun lebih dari 110.000 ha pada 2019. Operasional FAPA membentang di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Riau yang mencakup ke dalam 9 perusahaan (PT), 5 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas total lebih dari 200 ton per jam, dan 1 pabrik pengolahan kernel (kernel crushing plant). (REL)

