JAKARTA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mengantongi laba bersih sebesar Rp1,8 triliun, melonjak 60,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kinerja ini didorong oleh peningkatan volume penjualan serta membaiknya harga jual rata-rata, khususnya dari komoditas kelapa sawit.
Dari sisi pendapatan, emiten sawit TP Rachmat ini mencatatkan Rp12,3 triliun, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen kelapa sawit masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 88% atau sekitar Rp10,8 triliun, tumbuh 23,5% YoY. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO) sebesar 13,2% menjadi Rp14.474 per kilogram.
“Produksi CPO di negara eksportir utama seperti Indonesia dan Malaysia masih terbatas, sementara permintaan global tetap kuat. Di sisi domestik, implementasi kebijakan B40 juga turut menjaga stabilitas permintaan sehingga harga CPO tetap berada pada tingkat yang kondusif bagi industri,” kata Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).
Baca Juga: Kinerja Moncer, Laba DSNG Melonjak 41%
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) meningkat 3,8% menjadi 2,19 juta ton dari 2,11 juta ton. Produksi CPO naik 4,9% menjadi 631.000 ton, sementara produksi palm kernel (PK) meningkat 4,5% menjadi 119.000 ton.
Selain sawit, segmen produk kayu juga menunjukkan perbaikan dengan penjualan mencapai Rp1,7 triliun, naik 7,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Perbaikan kinerja pada segmen ini merupakan hasil dari strategi perseroan dalam menyesuaikan portofolio produk dengan kebutuhan pasar serta memanfaatkan peluang yang muncul di tengah dinamika pasar kayu global dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
Baca Juga: Dharma Satya Nusantara Kantongi Laba Bersih Rp860,5 Miliar
Di sisi lain, segmen energi terbarukan turut mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan sebesar Rp226 miliar, meningkat dari Rp182,8 miliar. Dari sisi neraca, total aset DSNG tercatat Rp17,6 triliun, naik tipis 1,2% YoY. Liabilitas turun menjadi Rp6 triliun seiring penurunan utang bank, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp11,6 triliun.
Ke depan, DSNG berkomitmen menjaga pertumbuhan berkelanjutan melalui efisiensi operasional, peningkatan produktivitas, serta penguatan diversifikasi bisnis. (ANG)

