Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gaming Online: A Useful Manual covering Gaming and Secure Gaming

    23 Juli 2026

    Casino Web-based: One Practical Guide to Games and Secure Participation

    23 Juli 2026

    Gambling On-line: A Practical Manual covering Gaming, Payments along with Secure Play

    23 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

      21 Juli 2026

      Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

      16 Juli 2026

      Agrinas Palma Bangun Ekosistem Agribisnis Perkebunan Melalui Koperasi

      14 Juli 2026

      GAPKI dan Fat and Oil Union of Russia Perkuat Kerja Sama Industri Minyak Nabati

      14 Juli 2026

      Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Terapkan Biodiesel B50

      9 Juli 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Statistikulasi & Cerita Produksi Beras Indonesia yang ‘Wow’

      14 Juli 2026

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026

      Tata Kelola Impor Bahan Baku Pakan Picu Jatuhnya Harga Ayam

      24 Juni 2026
    • Indepth

      Statistikulasi & Cerita Produksi Beras Indonesia yang ‘Wow’

      14 Juli 2026

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      RI Terancam Tekor Rp70,3 Triliun dari Sawit Rakyat

      2 Juli 2026
    • Inovasi

      BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

      21 Juli 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026
    • Nasional

      Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

      16 Juli 2026

      Dominasi Batu Bara Belum Berbuah Harga Optimal, Ada Indikasi Underpricing

      16 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026

      Indonesia Tak Perlu Tambah Kuota Produksi Nikel

      24 Juni 2026

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026
    • Kisah

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Korporasi

      Agrinas Palma Bangun Ekosistem Agribisnis Perkebunan Melalui Koperasi

      14 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul

      12 Juni 2026

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      Diduga Manipulasi Ekspor CPO, Begini Penjelasan Wilmar 

      29 Mei 2026
    • Hilir

      Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Terapkan Biodiesel B50

      9 Juli 2026

      Rest Area KM 57 Cikampek Jadi Saksi Peluncuran B50

      9 Juli 2026

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      B50 Diterapkan, Filter Bahan Bakar Fuso Jadi Perhatian

      7 Juli 2026

      Mandatori B50 Berpotensi Kerek Biaya Penambangan Sekitar 5%

      7 Juli 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » BRIN Sulap Limbah Padi dan Sawit Jadi Produk Biosilika Bernilai Ekonomis
    Berita Terbaru

    BRIN Sulap Limbah Padi dan Sawit Jadi Produk Biosilika Bernilai Ekonomis

    Hasil kajian dari BRIN menyebutkan pertanian padi di seluruh Indonesia setiap tahunnya menghasilkan 10 juta ton sekam dari proses penggilingan padi. Kemudian juga menghasilkan 2 juta ton abu boiler dari pabrik pengolahan kelapa sawit. Limbah tersebut jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi memunculkan masalah baru.
    By Redaksi SawitKita23 Juli 202416 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Pemerintah berupaya menggenjot produktifitas pertanian, khususnya padi. Ketika produksi padi ditingkatkan, otomatis sampah atau limbah hasil pertanian padi juga ikut meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan masalah baru.

    Sejumlah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupaya mengatasi persoalan limbah padi. Yaitu, dengan inovasi mengolah limbah padi menjadi produk biosilika bernilai ekonomi tinggi. Selain diterapkan pada limbah padi, inovasi ini juga bisa diterapkan pada limbah kelapa sawit.

    Inovasi pengolahan limbah padi serta kelapa sawit untuk menjadi produk biosilika tersebut, disampaikan peneliti Pusat Riset Agroindustri (PRA) BRIN Hoerudin. Dia menceritakan pemerintah saat ini berupaya meningkatkan produksi komoditas strategis nasional. Khususnya padi dan kelapa sawit.

    Menurut dia, upaya tersebut bakal diikuti melimpahnya limbah padi dan kelapa sawit. Hasil kajian dari BRIN menyebutkan pertanian padi di seluruh Indonesia setiap tahunnya menghasilkan 10 juta ton sekam dari proses penggilingan padi. Kemudian juga menghasilkan 2 juta ton abu boiler dari pabrik pengolahan kelapa sawit. Limbah tersebut jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi memunculkan masalah baru.

    Hoerudin mengatakan sekam padi atau abu boiler kelapa sawit memiliki kandungan silika yang cukup tinggi. Untuk sekam padi kandungannya 15-20%. Sedangkan pada abu boiler kelapa sawit mencapai 50-60%. Dia mengatakan silika yang dihasilkan oleh organisme hidup, disebut sebagai silika biogenik atau biosilika.

    “Dari 5 ton panen padi/hektare (ha) dan 20 ton panen tandan buah sawit/ha, masing-masing sekitar 230 kg dan 154 kg silika ikut terangkut bersama hasil panen,” kata Hoerudin dalam keterangannya, Senin (22/7/2024).

    Dia menjelaskan silika yang terangkut tersebut setara dengan dosis pupuk makro, yang diberikan. PRA BRIN telah menghasilkan beberapa produk riset biosilika. Yaitu biosilika cair dan biosilika bubuk yang berbahan dasar sekam padi dan abu boiler kelapa sawit dalam bentuk nanopartikel. “Biosilika cair lebih efektif dalam pengaplikasiannya sebagai pupuk cair,” katanya.

    Karena lebih mudah diserap tanaman. Saat ini produk biosilika cair telah diujicobakan di 22 provinsi di Indonesia. Uji coba itu dilakukan untuk tanaman padi, bawang merah, dan tebu.

    Sebelumnya dalam forum diskusi bertajuk Silika Biogenik dari Limbah Industri: From Ash to Cash, Hoerudin mengatakan biosilika menyimpan potensi aplikasi yang cukup beragam. Di antaranya sebagai pupuk dan pestisida.

    Selain itu, penggunaan biosilika juga dapat dimanfaatkan untuk tekstil fungsional dan mengurangi penggunaan krom pada proses penyamakan kulit. Kemudian, biosilika juga berpotensi diaplikasikan sebagai kandidat alternatif material graf pengganti tulang di bidang kedokteran gigi.

    BRIN juga berupaya mengembangkan produksi biosilika dari sekam padi dan abu boiler kelapa sawit dapat menjadi produk alternatif yang lebih ramah lingkungan. Khususnya jika dibandingkan produk silika dari bahan tambang seperti pasir kuarsa, kuarsit dan felsfar yang tidak terbarukan.

    Upaya produksi biosilika dari limbah padi dan kelapa sawit tersebut dapat membantu Indonesia mengurangi impor silika komersial. Selama ini untuk kebutuhan berbagai industri, nilai impor silika komersial mengalami tren peningkatan. Yaitu dari USD56,3 juta tahun 2017 yang lalu, kemudian naik menjadi USD81,99 juta pada 2021.

    Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari mengatakan, kelapa sawit dan padi adalah tanaman silica accumulator. Tanaman yang masuk kategori ini banyak membutuhkan, menyerap dan mengandung silika. Jika produksinya meningkat, maka limbah agroindustri dari komoditas tersebut pun meningkat. Sehingga perlu diolah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi potensi masalah lingkungan dan sosial. (ANG)

    Biosilika BPDPKS BRIN Limbah Sawit
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

    21 Juli 2026
    Berita Terbaru

    Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

    16 Juli 2026
    Berita Terbaru

    Dominasi Batu Bara Belum Berbuah Harga Optimal, Ada Indikasi Underpricing

    16 Juli 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,405 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,915 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,630 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,550 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,200 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.