Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Astra Agro Siapkan Capex Rp1,4 Triliun, 63,8% untuk Replanting

    15 April 2026

    Pengendalian Biaya dan Praktik Keberlanjutan Topang Performa Astra Agro

    15 April 2026

    PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

    15 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Astra Agro Siapkan Capex Rp1,4 Triliun, 63,8% untuk Replanting

      15 April 2026

      Pengendalian Biaya dan Praktik Keberlanjutan Topang Performa Astra Agro

      15 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Astra Agro Tebar Dividen Total Rp458 per Saham

      15 April 2026

      Apical Hadirkan “Medanlicious” untuk Kenalkan Keunggulan Produk melalui Kuliner Interaktif

      1 April 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      BULOG Siap Bangun 100 Infrastruktur Pascapanen Senilai Rp5 Triliun

      1 April 2026

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026

      Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

      8 Januari 2026

      Produsen Pupuk Bisa Ekspor Pupuk Nonsubsidi Lagi

      21 Desember 2025

      Pejabat Eselon 1 Kementan Dirombak, Suwandi Jadi Sekjen

      28 November 2025
    • Indepth

      Perang Israel & AS vs Iran: Harga CPO Meroket!

      30 Maret 2026

      Ada Transaksi Jumbo di Saham FAPA, Dikendalikan Keluarga Fangiono?

      27 Maret 2026

      ‘Bom Waktu’ Stok Jumbo Beras Bulog

      11 November 2025

      Melihat Bekantan dan Tanaman Endemik di Hutan Konservasi Astra Agro

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025
    • Inovasi

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Astra Agro Kenalkan Digitalisasi Perkebunan Sawit ke Mahasiswa Agribisnis IPB

      6 November 2025
    • Nasional

      Pemerintah Terapkan B50 pada 1 Juli 2026, Hemat Subsidi Rp48 Triliun

      31 Maret 2026

      Prabowo: B50 Diberlakukan Tahun Ini

      30 Maret 2026

      Satgas PKH Raup Rp7 Triliun Denda Sawit, Ini Daftarnya

      27 Maret 2026

      Bantuan Beras-Minyak Goreng Disalurkan Minggu Depan

      22 Februari 2026

      Sawit Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

      11 Februari 2026
    • Kisah

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Korporasi

      Astra Agro Siapkan Capex Rp1,4 Triliun, 63,8% untuk Replanting

      15 April 2026

      Pengendalian Biaya dan Praktik Keberlanjutan Topang Performa Astra Agro

      15 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Astra Agro Tebar Dividen Total Rp458 per Saham

      15 April 2026

      Apical Hadirkan “Medanlicious” untuk Kenalkan Keunggulan Produk melalui Kuliner Interaktif

      1 April 2026
    • Hilir

      Pemerintah Terapkan B50 pada 1 Juli 2026, Hemat Subsidi Rp48 Triliun

      31 Maret 2026

      Alokasi B40 Naik Jadi 15,646 Juta Kiloliter

      27 Februari 2026

      MinyaKita Dijual di Atas HET, Mentan: Produsen-Distributor Harus Diproses Hukum

      22 Februari 2026

      Bantuan Beras-Minyak Goreng Disalurkan Minggu Depan

      22 Februari 2026

      Realisasi B40 Sepanjang 2025 Capai 14,2 Juta KL

      13 Januari 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » Pabrik Frozen French Fries Pertama di Indonesia Siap Beroperasi
    Berita Terbaru

    Pabrik Frozen French Fries Pertama di Indonesia Siap Beroperasi

    PT IAP menjadi pionir dan satu-satunya pabrik kentang frozen french fries di Asia Tenggara yang menggunakan bahan baku dalam negeri.
    By Redaksi SawitKita5 Agustus 202460 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Direktur Utama PT Indo Agro Plus Abdul Kadir Assegaf bersiap memencet tombol mesin saat uji coba produksi pabrik kentang frozen French fries di Majalengka, Jawa Barat, Senin (5/8/2024).
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    MAJALENGKA – PT Indo Agro Plus (PT IAP), perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dari hulu ke hilir siap mengoperasionalkan produksi pabrik kentang goreng beku (frozen french fries) miliknya yang berlokasi di Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

    PT IAP merupakan holding company yang bakal mengoperasikan pabrik frozen French fries pertama dan satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, yang menggunakan bahan baku kentang lokal.

    “Tidak cuma di Indonesia, PT IAP menjadi pionir dan satu-satunya pabrik kentang frozen french fries di Asia Tenggara yang menggunakan bahan baku dalam negeri. Mulai dari pembenihan, penanaman, sampai mengolah kentang hasil panen menjadi frozen french fries kami lakukan semua di Indonesia,” kata Direktur Utama PT IAP Abdul Kadir Assegaf di sela acara Simulasi Produksi Mesin Pabrik Kentang di Majalengka, Jawa Barat, Senin (5/8/2024).

    Baca Juga: 
    Buka Gebyar Perbenihan, Wamentan Sudaryono Genjot Akselerasi Swasembada Pangan

    Menurut Abdul Kadir Assegaf, 100% produk frozen French fries yang saat ini beredar di Indonesia merupakan produk impor dari luar negeri. Kentang-kentang impor tersebut dilakukan pengepakan ulang (repackaging) dengan menggunakan merk dagang lokal.

    Abdul Kadir Assegaf berharap, beroperasinya pabrik frozen french fries PT IAP akan menjadi tonggak bagi Indonesia untuk melepaskan diri dari ketergantungan impor frozen french fries.

    “Bayangkan, saat ini gerai-gerai makanan waralaba yang menyajikan french fries juga masih 100% impor. Mudah-mudahan ke depan ketergantungan impor ini bisa berkurang dengan berproduksinya pabrik ini,” ujar Abdul Kadir Assegaf.

    Direktur PT IAP Abdullah Syami menambahkan, perusahaan melakukan ujicoba produksi (running test) pada Senin, 5 Agustus 2024. Ujicoba produksi dihadiri para undangan yang merupakan unsur pemerintah daerah Kabupaten Majalengka, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, dan masyarakat sekitar pabrik.

    Baca Juga:
    Jabat Wamentan, Putra Grobogan Ini Batal Maju sebagai Calon Gubernur Jateng

    Menurut Syami, kentang yang akan digunakan untuk ujicoba produksi diambil langsung dari greenhouse milik PT IAP di daerah Cipada, Lembang, Bandung, Jawa Barat. “Ujicoba produksi menandakan kami siap mulai beroperasi tahun ini juga. Mudah-mudahan pada November 2024, kami sudah siap memasarkan produk kentang goreng beku dari Majalengka ke seluruh Indonesia,” kata Syami.

    Dia menambahkan, kapasitas produksi pabrik kentang frozen french fries PT IAP mencapai 500 kilogram (kg) per jam. Perusahaan menargetkan bisa memproduksi 300 ton frozen french fries dalam satu bulan.

    “Asumsinya kami operasi 20 jam per hari selama satu bulan. Ke depan, kami juga berencana membangun pabrik serupa dengan kapasitas yang lebih besar, mencapai 13,5 ton per jam atau 8.100 ton per bulan,” ujar Syami.

    Ujang Mulya Rusmawi, tokoh masyarakat Desa Bongas Kulon mengatakan, beroperasinya pabrik kentang goreng beku milik PT IAP sudah ditunggu-tunggu masyarakat sekitar.

    Menurut Ujang, masyarakat sudah mendengar rencana pendirian pabrik sejak lama. “Alhamdulillah sekarang akhirnya bisa segera beroperasi,” ujar Ujang.

    Mantan Kepala Desa Bongas Kulon ini berharap, keberadaan pabrik kentang goreng beku PT IAP bisa memberikan kontribusi positif untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

    “Ini kan pasti ada penyerapan tenaga kerja lokal yang dibutuhkan pabrik, tentu juga bakal mendongkrak pertumbuhan bisnis lainnya, seperti kontrakan dan warung-warung,” kata Ujang. (SDR)

    hortikultura Ketahanan pangan Pabrik kentang Peresmian pabrik
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Astra Agro Siapkan Capex Rp1,4 Triliun, 63,8% untuk Replanting

    15 April 2026
    Berita Terbaru

    Pengendalian Biaya dan Praktik Keberlanjutan Topang Performa Astra Agro

    15 April 2026
    Berita Terbaru

    PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

    15 April 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,373 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,561 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,600 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,547 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,162 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.