Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PKS Diimbau Beli TBS sesuai Harga yang Ditetapkan Pemprov

    11 Juni 2026

    Semua Minyakita Diguyur ke Pasar, Tak Ada Buat Bansos!

    11 Juni 2026

    Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi?

    11 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      PKS Diimbau Beli TBS sesuai Harga yang Ditetapkan Pemprov

      11 Juni 2026

      Semua Minyakita Diguyur ke Pasar, Tak Ada Buat Bansos!

      11 Juni 2026

      Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi?

      11 Juni 2026

      Minyakita Langka di Pasaran dan Lampaui HET

      11 Juni 2026

      Lindungi 15 Juta Petani, Prabowo Instruksikan Harga TBS Naik 10%

      11 Juni 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      Pelaku Usaha Industri Perberasan Berdarah-darah, Siapa yang Untung?

      11 Mei 2026

      Sampai Kapan Pelaku Usaha Industri Perberasan Merugi?

      6 Mei 2026

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Pelaku Usaha Industri Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

      24 April 2026
    • Indepth

      Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi?

      11 Juni 2026

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      B50 dan Neraca Sawit Indonesia

      6 Mei 2026

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Pelaku Usaha Industri Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

      24 April 2026
    • Inovasi

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025
    • Nasional

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      Bareskrim Geledah Kantor Eksporter CPO 

      30 Mei 2026

      Diduga Manipulasi Ekspor CPO, Begini Penjelasan Wilmar 

      29 Mei 2026

      Wilmar, Sinar Mas, RGE, dan Musim Mas Diselidiki Kemenkeu 

      29 Mei 2026

      Kejagung Segera Ungkap Identitas 10 Eksportir CPO

      29 Mei 2026
    • Kisah

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Korporasi

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      Diduga Manipulasi Ekspor CPO, Begini Penjelasan Wilmar 

      29 Mei 2026

      Wilmar, Sinar Mas, RGE, dan Musim Mas Diselidiki Kemenkeu 

      29 Mei 2026

      Kejagung Segera Ungkap Identitas 10 Eksportir CPO

      29 Mei 2026

      Beroperasi 1 Juni 2026, Ini Tugas PT Danantara Sumber Daya Indonesia

      22 Mei 2026
    • Hilir

      Semua Minyakita Diguyur ke Pasar, Tak Ada Buat Bansos!

      11 Juni 2026

      Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi?

      11 Juni 2026

      Minyakita Langka di Pasaran dan Lampaui HET

      11 Juni 2026

      Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

      5 Mei 2026

      Aman, Uji Coba B50 Pada Mesin Diesel Sesuai Spesifikasi

      24 April 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » Pendanaan Subsidi Biodiesel Rawan Tak Berkelanjutan
    Berita Terbaru

    Pendanaan Subsidi Biodiesel Rawan Tak Berkelanjutan

    BPK merekomendasikan Menkeu Sri Mulyani Indrawati antara lain agar memerintahkan Direktur Utama BPDPKS menyusun kajian bersama direktur jenderal terkait di Kementerian ESDM membuat perencanaan jangka panjang kebijakan biodiesel di Indonesia.
    By Redaksi SawitKita2 November 202417 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Biodiesel
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Badan Pemerika Keuangan (BPK) menemukan pengelolaan belanja insentif atau subsidi untuk program pengembangan biodiesel di Indonesia belum memperhatikan aspek keberlanjutan pembiayaan.

    Dalam laporan terbarunya, BPK menemukan belanja insentif biodiesel mencapai 90% dari total penggunaan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) atau melebihi kebijakan anggaran pembiayaan kegiatan biodiesel, dan tidak didukung perencanaan pembiayaan berkelanjutan.

    “Akibatnya, program penyediaan dan pemanfaatan biodiesel berisiko tidak memiliki sumber pembiayaan yang keberlanjutan, dan BPDPKS berisiko mengalami kesulitan pendanaan atas program yang mendukung tujuan BPDPKS,” tulis BPK dalam laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) Semester I/2024, dikutip Jumat (1/11/2024).

    Baca Juga:
    Program B40 Bakal Disubsidi Dana BPDPKS

    Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati antara lain agar memerintahkan Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman menyusun kajian bersama direktur jenderal terkait di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat perencanaan jangka panjang kebijakan biodiesel di Indonesia beserta perencanaan pembiayaannya secara berkelanjutan.

    BPDPKS melaporkan realisasi subsidi program biodiesel B35, yang berasal dari dana pungutan ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), mencapai Rp17,03 triliun periode Januari hingga September 2024.

    Baca Juga:
    Mandatori Biodiesel B40 Mulai Berlaku 1 Januari 2025

    Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS Achmad Maulizal mengatakan subsidi—yang digunakan untuk membayar selisih harga indeks pasar (HIP) biodiesel dan solar — disalurkan untuk produksi 7,73 juta kiloliter (kl) volume B35. “Hingga 30 September volume 7.730.507 kl dengan nilai (subsidi) Rp17.031 miliar,” ujar Achmad kepada Maulizal, Rabu (23/10/2024).

    Stop Ketergantungan Impor BBM
    Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto selalu menggaungkan program biodiesel dengan bauran minyak sawit tinggi, bahkan mencapai level B100. Menurut Prabowo, sudah waktunya Indonesia menghentikan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Apalagi, harga minyak dunia akan terus berfluktuasi selama krisis geopolitik masih terjadi di berbagai belahan dunia.

    Baca Juga:
    Penerapan B40 Selamatkan Devisa Rp404,3 Triliun

    “Sekarang Israel diramal akan menyerang ladang-ladang (migas) Iran. Kalau ladang migas diserang, mereka akan balas menyerang ladang-ladang migas sekutu AS. Berarti, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain yang sekutu AS semua (akan terdampak). Kita bisa bayangkan harga minyak akan berapa?,” ujarnya di acara BNI Investor Daily Summit 2024, Rabu (9/10/2024).

    Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai pengembangan program biodiesel B50 akan menggerus volume ekspor CPO dan berimplikasi langsung pada berkurangnya ketersediaan anggaran untuk subsidi biodiesel.

    Ketua Umum GAPKI Eddy Martono memberikan gambaran volume penyediaan ekspor CPO dengan adanya program B35 saat ini saja sudah berada pada level 30,61 juta ton. Seiring dengan pengembangan B40 dan B50, kata Eddy, penyediaan volume ekspor CPO Indonesia bisa makin tergerus masing-masing menjadi 28,27 juta ton dan 24,77 juta ton. “Ini apabila produksi stagnan seperti sekarang, maka akan terjadi penurunan ekspor,” ujar Eddy.

    Baca Juga:
    BPDPKS Dukung Penguatan Peran Petani Sawit Indonesia

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah bakal memangkas volume ekspor CPO sebanyak 5,3 juta ton/tahun untuk program biodiesel B50, demi menunjang ambisi swasembada energi Presiden Prabowo Subianto.

    “Ekspor kita kan 26 juta ton/tahun. Kita untuk mencapai B35, lompat ke B50, butuh 5,3 juta ton/tahun. Kita proses tahun depan, mudah-mudahan paling lambat 2026 selesai,” kata Amran kepada awak media di Gedung Kementerian Pertanian, bulan lalu.

    Skenario Dampak Penerapan B40 dan B50*
    ————————————————–
    Saat ini (B35)
    • Produksi: 54,84 juta ton
    • Konsumsi: 24,23 juta ton, terdiri dari pangan 10,3 juta ton, oleokimia 2,27 juta ton, dan biodiesel 11,66 juta ton
    • Penyediaan ekspor 30,61 juta ton

    B40
    • Produksi: 54,84 juta ton
    • Konsumsi: 26,57 juta ton, terdiri dari pangan 10,3 juta ton, oleokimia 2,27 juta ton, dan biodiesel 14 juta ton
    • Penyediaan ekspor 28,27 juta ton

    B50
    • Produksi: 54,84 juta ton
    • Konsumsi: 30,07 juta ton, terdiri dari pangan 10,3 juta ton, oleokimia 2,27 juta ton, dan biodiesel 17,5 juta ton
    • Penyediaan ekspor 24,77 juta ton

    *) Catatan: produksi, konsumsi, dan kebutuhan industri oleokimia diasumsikan stagnan/tetap. (SDR)

    Aprobi Biodiesel BPDPKS BPK Kemenkeu Kementerian ESDM Menkeu
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    PKS Diimbau Beli TBS sesuai Harga yang Ditetapkan Pemprov

    11 Juni 2026
    Berita Terbaru

    Semua Minyakita Diguyur ke Pasar, Tak Ada Buat Bansos!

    11 Juni 2026
    Berita Terbaru

    Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi?

    11 Juni 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,392 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,794 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,620 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,549 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,189 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.