Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Konversi Lahan Sudah Terjadi Sejak Masa Kolonial

    30 Januari 2026

    Indonesia-China Kerja Sama Industri Sawit Rendah Karbon

    30 Januari 2026

    Sumsel Ekspor 95.400 Benih Sawit ke Peru

    26 Januari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Konversi Lahan Sudah Terjadi Sejak Masa Kolonial

      30 Januari 2026

      Indonesia-China Kerja Sama Industri Sawit Rendah Karbon

      30 Januari 2026

      Sumsel Ekspor 95.400 Benih Sawit ke Peru

      26 Januari 2026

      Agrinas Bukukan Laba Rp 1,6 Triliun di Tahun Pertama Operasi

      26 Januari 2026

      Industri Sawit Diharapkan Terus Tumbuh dan Dorong Perekonomian Nasional

      25 Januari 2026
    • Klinik

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024

      Sekat Kanal di Lahan Gambut Tekan Emisi Gas Karbondioksida

      13 September 2024
    • Pertanian

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026

      Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

      8 Januari 2026

      Produsen Pupuk Bisa Ekspor Pupuk Nonsubsidi Lagi

      21 Desember 2025

      Pejabat Eselon 1 Kementan Dirombak, Suwandi Jadi Sekjen

      28 November 2025

      Catatan Produksi Beras 2025

      24 November 2025
    • Indepth

      ‘Bom Waktu’ Stok Jumbo Beras Bulog

      11 November 2025

      Melihat Bekantan dan Tanaman Endemik di Hutan Konservasi Astra Agro

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025

      39% Lahan Sitaan Satgas PKH Tak Ada Tanaman Sawit

      27 Oktober 2025

      B50 Gerus Neraca Perdagangan Rp18,15 Triliun

      21 Oktober 2025
    • Inovasi

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Astra Agro Kenalkan Digitalisasi Perkebunan Sawit ke Mahasiswa Agribisnis IPB

      6 November 2025

      Astra Agro Bangun 10 Methan Capture hingga 2030

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025
    • Nasional

      Tragedi DAS Garoga Sumatera Utara Akibat Fenomena Alam Ekstrem

      14 Januari 2026

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026

      Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

      8 Januari 2026

      Kemendagri: Sawit Bukan Satu-Satunya Pilihan yang Harus Ditanam di Papua

      6 Januari 2026

      Presiden Ingin Papua Ditanami Sawit hingga Tebu

      6 Januari 2026
    • Kisah
    • Korporasi

      PTPN, Aspek-PIR dan KUD Binaan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh

      20 Desember 2025

      Aturan Kemitraan Kebun Sawit Bakal Diubah: Plasma 80%, Inti 20%

      12 Desember 2025

      Astra Agro Bukukan Capaian Pengurangan Emisi GRK

      28 November 2025

      Sawit Sumbermas Akuisisi Saham SML Rp1,6 Triliun

      27 November 2025

      POSCO Akuisisi Sampoerna Agro Senilai Rp9,44 Triliun

      24 November 2025
    • Hilir

      Realisasi B40 Sepanjang 2025 Capai 14,2 Juta KL

      13 Januari 2026

      Program Biodiesel Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja

      14 November 2025

      UKM dan Koperasi Jadi Pemicu Kemajuan Sawit

      24 Oktober 2025

      Jadikan Harga CPO dan Minyak Bumi sebagai Acuan dalam Penerapan Mandatori Biodiesel

      20 Oktober 2025

      Eropa Banding Putusan WTO soal Sengketa Biodiesel, Mendag: Hanya Ulur Waktu

      7 Oktober 2025
    Button
    Sawit Kita
    Home » Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
    Berita Terbaru

    Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh

    Sebagai salah satu daerah penghasil sawit yang komoditasnya sudah diserap di pasar global, tentu saja Peta Jalan ini akan membuat sawit dari Aceh bernilai lebih tinggi.
    By Redaksi SawitKita26 November 20238 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Konferensi Tahunan (Roundtable) RSPO kembali digelar di Jakarta pada 20-22 November 2023. Mengambil tema “Partners for the Next 20”, forum ini digelar untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak yang berkepentingan dalam mengambil tindakan konkret untuk mengatasi tantangan utama yang dihadapi oleh industri kelapa sawit berkelanjutan.

    Ada yang menarik dari RSPO kali ini, karena di forum ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh akan meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Program peta jalan ini layak diacungi jempol, karena Aceh menjadi salah satu provinsi yang memiliki Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan.

    Sebagai salah satu daerah penghasil sawit yang komoditasnya sudah diserap di pasar global, tentu saja Peta Jalan ini akan membuat sawit dari Aceh bernilai lebih tinggi. Dengan peta jalan ini, Pemprov Aceh bisa menunjukkan kepada pembeli kelapa sawit global bahwa pasokan kelapa sawitnya sudah memenuhi aspek keberlanjutan.

    Artinya produksi sawit yang dihasilkan tidak merusak ekosistem. Inisiatif Pemprov Aceh ini merupakan terobosan baru di level daerah dalam mendorong pengembangan sawit berkelanjutan.

    Dalam pidatonya yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Bustami Hamzah, PJ Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menyatakan kesiapan Aceh untuk mendorong peningkatan akses pasar premium dan investasi hijau di sektor kelapa sawit. Tentunya dengan pengembangan model baru dalam pengelolaan konsesi perkebunan yang berdasarkan prinsip berkelanjutan, restorasi kawasan melalui agroforestri, dan menyiapkan industri turunan kelapa sawit yang bersumber kepada produksi sawit yang terverifikasi.

    Proses penyusunan peta jalan ini tak lepas dari dukungan banyak pihak, baik perusahaan swasta maupun lembaga masyarakat sipil yang selama ini fokus mendukung keberlanjutan pengembangan kelapa sawit di Aceh. Salah satunya adalah Yayasan Inisiatif Dagang Indonesia (YIDH).

    Sebagai salah satu inisiator, YIDH aktif memfasilitasi kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengimplementasikan program sawit berkelanjutan di Provinsi Aceh.

    “YIDH sebagai pihak yang ikut membantu pemerintah Aceh mewujudkan Peta Jalan KSB ini menggunakan kerangka pendekatan lanskap yang kami sebut sebagai ‘Produksi, Proteksi, dan Inklusi (PPI) Compact’ untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam dan komoditas di suatu wilayah yang terpadu dan berkelanjutan, dengan mempertahankan kelestarian ekosistem alami dan pelibatan unsur-unsur masyarakat,” ujar Nassat Idris, Ketua Yayasan IDH Indonesia.

    PPI Compact kemudian disusun dan disepakati oleh multipihak yakni pemerintah, swasta, dan lembaga masyarakat sipil. Dari sisi produksi misalnya, ditetapkan berapa target peningkatan produksi secara berkelanjutan. Dari sisi proteksi, disepakati berapa wilayah hutan yang yang harus direstorasi.

    Setelah kesepakatan dicapai, YIDH mendorong para multipihak untuk berkontribusi melalui sumber daya yang mereka miliki agar target PPI dapat terwujud. Untuk pelaksanaan Peta Jalan itu, YIDH akan mengajak para multipihak mulai dari pemerintah, NGO dan perusahaan swasta untuk membentuk Project Management Unit di tingkat provinsi.

    Project Management Unit inilah yang akan mengoperasionalkan implementasi Peta Jalan ini. Mereka juga akan menyusun rencana aksi (action plan) terkait kelapa sawit di Provinsi Aceh. Program dan target peta jalan ini akan dioperasionalkan sebagai rencana aksi di dokumen strategis Aceh, seperti Rencana Induk Perkebunan.

    “YIDH akan tetap mendukung operasional peta jalan supaya tak hanya jadi dokumen saja, tetapi mengintegrasikan ke dalam rencana program pembangunan. Mulai dari RT, RW, hingga rencana induk perkebunan dan rencana investasi daerah,” lanjut Idris.

    Sebagai salah satu inisiator, YIDH optimistis Peta Jalan akan sukses dijalankan. Pasalnya, sebelum Peta Jalan ini diresmikan, program sawit berkelanjutan di Aceh Tamiang sebagai pilot project sudah berjalan lancar. Model inilah yang akan menjadi contoh dan diterapkan di 13 kabupaten lainnya.

    Peta Jalan Kelapa Sawit Berkelanjutan berperan penting dalam mendukung tercapainya target nasional untuk memberikan sertifikasi RSPO kepada 1 juta petani kelapa sawit pada tahun 2025 mendatang. (SDR)

    Pemprov Aceh RSPO Sawit Berkelanjutan sertifikasi RSPO
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Konversi Lahan Sudah Terjadi Sejak Masa Kolonial

    30 Januari 2026
    Berita Terbaru

    Indonesia-China Kerja Sama Industri Sawit Rendah Karbon

    30 Januari 2026
    Berita Terbaru

    Sumsel Ekspor 95.400 Benih Sawit ke Peru

    26 Januari 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,360 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,401 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,575 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,545 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,137 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.