JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) meraih peringkat idA dengan prospek stabil PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Berdasarkan keterangan Pefindo, peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar yang kuat serta profil keuangan sehat. Namun, peringkat dibatasi oleh eksposur perseroan di segmen pasar konstruksi.
Pefindo juga menyatakan peringkat belum memperhitungkan kontribusi dari lini bisnis baru di sektor kelapa sawit, mengingat aktivitas masih di tahap awal dan dampaknya ke profil kredit diperkirakan terbatas dalam jangka pendek.
“Meskipun demikian, kami akan memantau dengan cermat strategi dan arah kebijakan Agrinas Palma terkait bisnis tersebut,” tulis laporan hasil pemeringkatan Pefindo yang dirilis Selasa (15/7/2025).
Baca Juga: Agrinas Kolaborasi dengan Trimegah, Ini Isi Perjanjiannya
Pefindo menyatakan peringkat bisa direvisi naik jika Agrinas Palma dinilai mampu memperkuat posisi bisnis lewat orderbook yang solid dan visibilitas pendapatan yang lebih baik, serta mempertahankan profil keuangan.
Sebaliknya, penurunan peringkat bisa terjadi jika kinerja operasional mengalami pelemahan signifikan akibat minimnya kontrak baru atau peningkatan utang untuk mendanai modal kerja secara agresif.
Untuk diketahui, Agrinas Palma sebelumnya dikenal sebagai PT Indra Karya (Persero), perusahaan konsultan teknik dan manajemen yang berdiri sejak 1972.
Pada 2025, setelah melalui proses transformasi dan penugasan baru dari pemerintah, nama perusahaan resmi diubah menjadi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan dikukuhkan sebagai BUMN kelapa sawit.
Baca Juga: Jajaran Direksi Agrinas Palma Dirombak, Mohammad Abdul Ghani Jabat Dirut
Di sisi neraca keuangan, Agrinas Palma mengantongi penjualan Rp241,6 miliar pada 2024. Pada saat yang sama, EBITDA perusahaan sebesar Rp22,1 miliar.
Hingga 31 Maret 2025, total aset yang disesuaikan Agrinas Palma sebesar Rp319,8 miliar. Perseroan membukukan total liabilitas dan ekuitas yang disesuaikan masing-masing sebesar Rp37,7 miliar dan Rp188,6 miliar. (REL)

