Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    GAPKI: PKS Tanpa Kebun Ancam Ekosistem Rantai Pasok Sawit

    14 September 2026

    Harga CPO Dunia Kian Melambung

    8 September 2026

    Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

    8 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      GAPKI: PKS Tanpa Kebun Ancam Ekosistem Rantai Pasok Sawit

      14 September 2026

      Harga CPO Dunia Kian Melambung

      8 September 2026

      Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

      8 September 2026

      GAPKI Dorong Gotong Royong dan Kesiapsiagaan Cegah Karhutla

      8 September 2026

      Posisi Petani Lemah dalam Ekosistem Industri Sawit

      31 Agustus 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026

      Tata Kelola Impor Bahan Baku Pakan Picu Jatuhnya Harga Ayam

      24 Juni 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026
    • Indepth

      GAPKI: PKS Tanpa Kebun Ancam Ekosistem Rantai Pasok Sawit

      14 September 2026

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      RI Terancam Tekor Rp70,3 Triliun dari Sawit Rakyat

      2 Juli 2026
    • Inovasi

      BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

      21 Juli 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026
    • Nasional

      Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

      8 September 2026

      GAPKI Dorong Gotong Royong dan Kesiapsiagaan Cegah Karhutla

      8 September 2026

      Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

      16 Juli 2026

      Dominasi Batu Bara Belum Berbuah Harga Optimal, Ada Indikasi Underpricing

      16 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026
    • Korporasi

      Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

      8 September 2026

      Astra Agro Raih Dua Penghargaan pada Investor Gathering Kabupaten Lamandau 2026

      28 Juli 2026

      Agrinas Palma Bangun Ekosistem Agribisnis Perkebunan Melalui Koperasi

      14 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul

      12 Juni 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » GAPKI: PKS Tanpa Kebun Ancam Ekosistem Rantai Pasok Sawit
    Berita Terbaru

    GAPKI: PKS Tanpa Kebun Ancam Ekosistem Rantai Pasok Sawit

    Ada kecurigaan PKS tanpa kebun menjadi penadah hasil curian. 
    By Redaksi14 September 20260 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Pengurus Bidang Sustainability GAPKI, Agam Fatchurrochman (dua kanan) menyampaikan pandangannya di acara Forum Multipihak bertajuk "Memperkuat Rantai Pasok Sawit yang Transparan, Inklusif, dan Berkelanjutan" yang digagas United Nations Development Programme (UNDP) di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link
    JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyampaikan catatan kritis atas maraknya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tanpa kebun dalam Forum Multipihak bertajuk “Memperkuat Rantai Pasok Sawit yang Transparan, Inklusif, dan Berkelanjutan” yang digagas United Nations Development Programme (UNDP) di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
    Forum ini dihadiri jajaran Kemenko Perekonomian, kementerian terkait, asosiasi petani sawit, mitra pembangunan internasional, akademisi, dan masyarakat sipil.
    Wakil Ketua Umum II GAPKI, Susanto, menegaskan bahwa industri kelapa sawit Indonesia merupakan penopang utama perekonomian nasional sekaligus sumber penghidupan jutaan petani dan pekerja.
    “Transparansi, inklusivitas, dan keberlanjutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan  keharusan di tengah dinamika pasar global yang semakin menuntut akuntabilitas dan tanggung jawab sosial lingkungan dari setiap rantai produksi kita,” ujarnya.
    Baca Juga:
    Baku Mutu PKS Tanpa Kebun Wajib di Bawah 100
    Transparansi berarti membangun sistem ketertelusuran terpercaya dari kebun hingga produk akhir. Inklusivitas menegaskan komitmen agar petani dan pekebun rakyat ditempatkan sebagai mitra sejajar.
    Keberlanjutan menjadi fondasi jangka panjang agar industri terus tumbuh sesuai prinsip planet, people, prosperity tanpa mengorbankan hutan dan hak asasi manusia.
    GAPKI berkomitmen mendukung ketiga pilar melalui penerapan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), peningkatan kapasitas petani, digitalisasi rantai pasok, dan dialog terbuka.
    PKS Non-Konvensional Dinilai Ganggu Ekosistem Sawit
    Isu pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun diulas secara mendalam oleh Pengurus Bidang Sustainability GAPKI, Agam Fatchurrochman. “Ekosistem sawit itu sebetulnya adalah ekosistem paling rapi dibandingkan dengan komoditas yang lain,” ujarnya.
    Agam menyebut lebih dari 1.200 PKS, lebih dari 80 kilang pengolahan (refinery), dan lebih dari 150 negara tujuan ekspor merupakan bukti integrasi ekosistem yang sudah terbangun. Namun, ia mengingatkan agar tata niaga yang sudah baik ini jangan sampai menjadi rusak karena kemunculan PKS tanpa kebun.
    Agam memaparkan bahwa pencurian dan penjarahan Tandan Buah Segar (TBS) kini semakin marak. Bahkan tingkat pencurian di sejumlah kebun anggota GAPKI mencapai 50–60%.
    Selaras dengan fenomena itu, Ia menyoroti kemunculan loading ramp atau peron liar yang mengubah kawasan kebun dari kondisi aman menjadi kawasan yang rawan konflik. Ada kecurigaan bahwa PKS tanpa kebun menjadi penadah hasil curian.  Menurutnya, persoalan ini memerlukan pengawasan bersama, tidak bisa ditangani sendiri oleh perusahaan.
    Baca Juga:
    Marak PKS Tanpa Izin, Pemerintah Diminta Bersikap Tegas
    Di samping itu, menurut Agam, akar masalah utama adalah ketimpangan kepatuhan (level playing field) antara PKS konvensional yang diperiksa rutin dan PKS non-konvensional yang pengawasannya minim. Mulai dari legalitas pendirian hingga metrologi dan tata niaga juga menjadi persoalan dan turut memengaruhi mutu produksi CPO nasional.
    “Karena bahan baku dari berondolan cenderung berkadar Asam Lemak Bebas (FFA) lebih tinggi dan kualitasnya tidak konsisten,” ujar Agam.
    Terkait loading ramp, data yang dikemukakan Aris Supratman dari GAPKI cabang Kalimantan Barat cukup mengejutkan. Dari 359 loading ramp yang teridentifikasi di Kalimantan Barat tahun 2025, hanya 97 saja yang sudah memiliki ijin. Mayoritas sebanyak 262 belum berijin.
    GAPKI sangat menyadari bahwa loading ramp dibutuhkan petani sawit. Kendati demikian, loading ramp ini juga harus dikelola. Perlu didaftar, diatur dan diawasi. Tidak bisa didirikan secara bebas oleh siapa saja dan di mana saja. GAPKI juga tidak menolak atau anti PKS tanpa kebun. Pendiriannya harus diatur dan ditata dengan baik.
    Sebagai produsen sawit terbesar dunia dengan 61% produksi CPO global, Agam mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tuntutan ketertelusuran hingga tingkat kebun (tier 3) sesuai EUDR, RSPO, dan ISPO. Ia mempertanyakan sejauhmana PKS non-konvensional menjalankan prinsip NDPE dan memenuhi ketertelusuran yang berlaku efektif 30 Desember 2026.
    Menurutnya, poin-poin yang ditegaskan juga dalam EUDR ini perlu menjadi perhatian penting karena apabila diabaikan berpotensi mencoreng reputasi keberlanjutan sawit Indonesia.
    “Sikap GAPKI jelas, kebebasan berusaha patut didukung karena ini adalah fondasi dari ekonomi di Indonesia. Tetapi kita tidak boleh permisif terhadap pasokan yang tidak jelas, merusak kualitas, yang membuka ruang pencurian, konflik, dan sebagainya,” lanjut Agam sambil menegaskan bahwa GAPKI mendukung kebebasan berusaha dan inklusivitas petani, namun menolak sikap permisif.
    Ia juga mengusulkan aturan dan standar setara bagi seluruh entitas rantai pasok, termasuk AMDAL, UKL-UPL, dan PROPER, disertai ISPO yang konsisten, pemetaan traceability hingga tier 3, dan penguatan pengawasan lintas instansi.
    Petani Swadaya Terjebak Lingkaran Rantai Pasok Panjang
    Peneliti PPKS, Ratnawati Nurkhoiry, memaparkan bahwa dari total 16,8 juta hektare (ha) perkebunan rakyat, sekitar 69% atau 4,7 juta ha merupakan kebun petani swadaya (independent smallholder).
    Petani swadaya menghadapi persoalan struktural berulang: legalitas lahan tidak jelas, sumber benih tak tertelusuri, produktivitas rendah, hingga rantai pemasaran panjang melalui agen atau loading ramp.
    “Ini lingkaran setan,” ujar Ratnawati. Ia menjelaskan bahwa produktivitas rendah menyebabkan pendapatan minim sehingga petani sulit keluar dari ketergantungan terhadap perantara.
    Loading ramp muncul sebagai respons bisnis atas keterbatasan struktural petani kecil, namun semakin panjang rantai pemasaran, semakin kecil bagian nilai (farmer’s share) yang diterima petani.
    Tercatat sekitar 442 unit PKS tanpa kebun di Indonesia, dengan risiko persaingan pasokan tidak sehat, meski juga membuka peluang harga lebih baik.
    Riset PPKS di Sumatera Utara mengenai transformasi sebuah usaha dagang menjadi koperasi bersertifikasi RSPO menunjukkan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, serta penurunan risiko produksi hingga 55%. Ini membuktikan perbaikan tata kelola loading ramp adalah peluang nyata bagi kesejahteraan petani swadaya.
    Perspektif RSPO: Loading Ramp Perlu Diatur, Bukan Dihilangkan
    M. Windrawan Inatha, Strategic Advisor CECT Universitas Trisakti berlatar belakang RSPO, menegaskan peran loading ramp sulit dihilangkan mengingat fungsi ekonomi-sosialnya bagi petani kecil.
    “Fungsi-fungsi begitu yang mungkin akan susah kita hilangkan, kecuali diatur. Jadi si loading ramp-nya yang kita akan atur,” ujarnya, mencontohkan akses pembiayaan informal berupa pinjaman cepat yang sulit diperoleh petani dari lembaga keuangan formal.
    Windrawan memaparkan bahwa dari sekitar 3,22 juta pekebun sawit, baru 1,54 juta yang memiliki STDB, sementara kepatuhan ISPO masih di bawah 2%.
    Ia mendorong loading ramp masuk sistem traceability resmi melalui standardisasi bukti transaksi agar tidak menjadi celah hasil pencurian, sembari mengutip posisi KPPU tahun 2020 yang menyatakan PKS tanpa kebun dapat mendorong kompetisi sehat jika diatur memadai.
    Ia mengusulkan ISPO bergeser dari mempersoalkan status kepemilikan kebun menjadi berfokus pada pengawasan supply base perusahaan, dengan pendekatan proyek percontohan bersama UNDP sebagai langkah awal. (REL)
    GAPKI ISPO PKS Mini PKS Tanpa Kebun RSPO UNDP
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi

      Related Posts

      Berita Terbaru

      Harga CPO Dunia Kian Melambung

      8 September 2026
      Berita Terbaru

      Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

      8 September 2026
      Berita

      GAPKI Dorong Gotong Royong dan Kesiapsiagaan Cegah Karhutla

      8 September 2026
      Top Posts

      Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

      24 April 202528,417 Views

      Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

      15 November 202310,108 Views

      Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

      13 Juni 20237,652 Views

      Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

      7 Maret 20253,550 Views

      Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

      31 Oktober 20233,227 Views
      Stay In Touch
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram
      • Telegram
      Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
      • Tentang Kami
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      © 2026 SawitKita. Made by MR.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.