Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Elon Review: What UK Beginners Should Know Before They Play

    16 Juni 2026

    LeoVegas en MX: reseña de reputación, ventajas y límites para jugadores principiantes

    16 Juni 2026

    Olympe meilleurs jeux et slots FR : analyse comparative du catalogue, du live et des conditions

    16 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Ekspor Sawit Lewat DSI, Begini Respon Singapura

      12 Juni 2026

      Ekspor Sawit Wajib Lewat DSI Mulai 2027

      12 Juni 2026

      Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul

      12 Juni 2026

      PKS Diimbau Beli TBS sesuai Harga yang Ditetapkan Pemprov

      11 Juni 2026

      Semua Minyakita Diguyur ke Pasar, Tak Ada Buat Bansos!

      11 Juni 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      Pelaku Usaha Industri Perberasan Berdarah-darah, Siapa yang Untung?

      11 Mei 2026

      Sampai Kapan Pelaku Usaha Industri Perberasan Merugi?

      6 Mei 2026

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Pelaku Usaha Industri Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

      24 April 2026
    • Indepth

      Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi?

      11 Juni 2026

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      B50 dan Neraca Sawit Indonesia

      6 Mei 2026

      BULOG dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu

      1 Mei 2026

      Pelaku Usaha Industri Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

      24 April 2026
    • Inovasi

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025
    • Nasional

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      Bareskrim Geledah Kantor Eksporter CPO 

      30 Mei 2026

      Diduga Manipulasi Ekspor CPO, Begini Penjelasan Wilmar 

      29 Mei 2026

      Wilmar, Sinar Mas, RGE, dan Musim Mas Diselidiki Kemenkeu 

      29 Mei 2026

      Kejagung Segera Ungkap Identitas 10 Eksportir CPO

      29 Mei 2026
    • Kisah

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Korporasi

      Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul

      12 Juni 2026

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026

      Diduga Manipulasi Ekspor CPO, Begini Penjelasan Wilmar 

      29 Mei 2026

      Wilmar, Sinar Mas, RGE, dan Musim Mas Diselidiki Kemenkeu 

      29 Mei 2026

      Kejagung Segera Ungkap Identitas 10 Eksportir CPO

      29 Mei 2026
    • Hilir

      Semua Minyakita Diguyur ke Pasar, Tak Ada Buat Bansos!

      11 Juni 2026

      Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi?

      11 Juni 2026

      Minyakita Langka di Pasaran dan Lampaui HET

      11 Juni 2026

      Ketinggalan Jauh, Malaysia Baru Akan Terapkan B15

      5 Mei 2026

      Aman, Uji Coba B50 Pada Mesin Diesel Sesuai Spesifikasi

      24 April 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » UU Khusus Sawit Mendesak, Perlu Dibentuk Badan Otoritas Sawit
    Berita Terbaru

    UU Khusus Sawit Mendesak, Perlu Dibentuk Badan Otoritas Sawit

    By Redaksi SawitKita18 Mei 20263 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link
    PEKANBARU – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau menilai pembentukan Undang-Undang (UU) khusus kelapa sawit sudah menjadi kebutuhan mendesak. Selain memperkuat kepastian hukum dan tata kelola industri sawit nasional, regulasi tersebut juga diharapkan menjadi dasar pembentukan Badan Otoritas Sawit Indonesia (BOSI) sebagai lembaga koordinasi khusus sektor sawit.
    Wacana pembentukan UU perkelapasawitan sebelumnya bergulir dari DPR RI. Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mendorong pemerintah segera menyusun regulasi khusus atau lex specialis untuk sektor sawit. Menurutnya, sawit saat ini sudah menjadi komoditas strategis nasional karena berkontribusi besar terhadap devisa negara, ketahanan energi melalui biodiesel, serta penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
    Sekretaris DPW Apkasindo Riau Djono A. Burhan mengatakan keberadaan UU khusus sawit menjadi penting karena industri sawit saat ini sudah berkembang sangat besar, namun belum memiliki payung hukum yang benar-benar spesifik dan terintegrasi. Menurutnya, berbagai persoalan sawit selama ini muncul karena banyaknya kementerian dan lembaga yang mengatur sektor tersebut dengan aturan dan interpretasi masing-masing.
    Baca Juga:
    Firman Soebagyo Desak Pemerintah Segera Susun UU Khusus Kelapa Sawit
    Apkasindo bahkan mencatat ada sekitar 37 kementerian/lembaga yang berkaitan langsung dengan industri sawit nasional. “Karena belum ada UU khusus sawit, akhirnya kementerian dan lembaga punya aturan sendiri-sendiri. Yang paling terdampak itu petani,” ujar Djono, Sabtu (16/5/2026).
    Djono mengatakan, sawit bukan lagi sekadar komoditas perkebunan biasa. Industri sawit disebut menyumbang sekitar 3,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 16 juta petani di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong hilirisasi sawit melalui program biodiesel seperti B50.
    Karena itu, menurutnya, kepastian hukum dan arah pengembangan industri sawit menjadi semakin penting. Apkasindo menilai UU khusus sawit nantinya harus mampu menjadi semacam “sapu jagat” yang menyatukan seluruh kebijakan sawit nasional. Karena itu, mereka mendorong pembentukan Badan Otoritas Sawit Indonesia (BOSI) yang memiliki kewenangan koordinatif lintas sektor.
    Djono mengatakan, keberadaan BOSI diharapkan dapat membuat seluruh kementerian dan lembaga memiliki satu acuan hukum yang sama dalam mengatur sektor sawit. Dengan begitu, kebijakan yang diterapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dan memunculkan multitafsir di lapangan.
    Baca Juga:
    Menaker Tindak Lanjuti RUU Perlindungan Buruh Sawit
    “Kalau ada UU khusus sawit dan ada Badan Otoritas Sawit Indonesia, maka seluruh kementerian bisa mengacu pada aturan yang sama. Jadi ada kepastian hukum bagi pelaku industri, terutama petani,” katanya.
    Djono mengungkapkan, gagasan pembentukan BOSI juga telah dibahas langsung di tingkat nasional. Ia menyebut Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung beberapa waktu lalu telah berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya pembentukan lembaga khusus yang fokus mengoordinasikan tata kelola industri sawit nasional.
    Selain mendorong pembentukan BOSI, Apkasindo juga berharap petani sawit mendapat keterwakilan langsung dalam badan tersebut. Pasalnya, sekitar 41% produksi sawit nasional saat ini berasal dari petani sawit rakyat.
    Menurut Djono, petani selama ini masih sering menjadi pihak yang paling dirugikan akibat tidak sinkronnya kebijakan sawit. Salah satu contoh yang disorot ialah implementasi penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang dinilai belum berjalan maksimal.
    Meski pemerintah telah memiliki aturan penetapan harga TBS melalui Permentan Nomor 13 Tahun 2024, banyak petani disebut belum menikmati harga sesuai ketetapan pemerintah. Alasannya, pabrik kelapa sawit kerap menilai kualitas buah petani tidak sesuai standar.
    Di sisi lain, kemitraan antara perusahaan dan petani yang sebenarnya sudah didorong dalam regulasi juga belum berjalan optimal. Apkasindo menilai banyak perusahaan enggan bermitra karena akan berdampak terhadap kepastian harga pembelian TBS dari petani. Selain soal harga, Apkasindo juga menyoroti persoalan legalitas lahan yang masih membayangi petani sawit.
    Djono mengatakan, masih ada petani yang sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), namun lahannya tetap terindikasi masuk kawasan hutan. Kondisi itu disebut memunculkan ketidakpastian dan membuat sebagian petani mulai khawatir untuk berinvestasi di kebun mereka, termasuk membeli pupuk dan meningkatkan produktivitas.
    Menurut Djono, keberadaan UU khusus sawit nantinya juga diharapkan dapat memperkuat roadmap jangka panjang industri sawit nasional, termasuk penguatan bursa sawit Indonesia agar mampu menjadi referensi harga sawit dunia. “Indonesia produsen sawit terbesar dunia. Harusnya kita bisa menjadi referensi harga sawit dunia, bukan hanya bergantung pada pasar luar negeri,” ujarnya. (REL)
    Apkasindo DPR komoditas strategis UU Perkelapasawitan
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Ekspor Sawit Lewat DSI, Begini Respon Singapura

    12 Juni 2026
    Berita Terbaru

    Ekspor Sawit Wajib Lewat DSI Mulai 2027

    12 Juni 2026
    Berita Terbaru

    Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul

    12 Juni 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,395 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,811 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,620 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,549 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,192 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.