Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Agrinas Putus Semua KSO Pengelolaan Perkebunan

    8 Oktober 2026

    Industri Sawit Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    8 Oktober 2026

    Penanganan Karhutla Jangan Gunakan Pendekatan Strict Liability

    3 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Agrinas Putus Semua KSO Pengelolaan Perkebunan

      8 Oktober 2026

      Industri Sawit Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

      8 Oktober 2026

      Penanganan Karhutla Jangan Gunakan Pendekatan Strict Liability

      3 Oktober 2026

      Catat, Hari Ini Semua SPBU Sudah Jual BBM Biodiesel B50

      1 Oktober 2026

      Astra Agro Raih Disway Awards 2026

      1 Oktober 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026

      Tata Kelola Impor Bahan Baku Pakan Picu Jatuhnya Harga Ayam

      24 Juni 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026
    • Indepth

      Penanganan Karhutla Jangan Gunakan Pendekatan Strict Liability

      3 Oktober 2026

      GAPKI: PKS Tanpa Kebun Ancam Ekosistem Rantai Pasok Sawit

      14 September 2026

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026
    • Inovasi

      BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

      21 Juli 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026
    • Nasional

      Penanganan Karhutla Jangan Gunakan Pendekatan Strict Liability

      3 Oktober 2026

      Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

      8 September 2026

      GAPKI Dorong Gotong Royong dan Kesiapsiagaan Cegah Karhutla

      8 September 2026

      Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

      16 Juli 2026

      Dominasi Batu Bara Belum Berbuah Harga Optimal, Ada Indikasi Underpricing

      16 Juli 2026
    • Korporasi

      Agrinas Putus Semua KSO Pengelolaan Perkebunan

      8 Oktober 2026

      Astra Agro Raih Disway Awards 2026

      1 Oktober 2026

      Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

      8 September 2026

      Astra Agro Raih Dua Penghargaan pada Investor Gathering Kabupaten Lamandau 2026

      28 Juli 2026

      Agrinas Palma Bangun Ekosistem Agribisnis Perkebunan Melalui Koperasi

      14 Juli 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana
    Berita Terbaru

    BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana

    By Redaksi11 Februari 20263 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Deputi Bidang Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    MEDAN – Perubahan iklim menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terkahir. Termasuk bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung tahun 2025 di Pulau Sumatera.

    “Bencana alam yang terjadi akhir tahun lalu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat disebabkan iklim dunia yang terus memanas serta adanya siklon tropis di sekitar Sumatera,” kata Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

    Penegasan ini disampaikan Dr Ardhasena saat menjadi pembicara pada Diskusi Ilmiah bertajuk “Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra” di Kampus USU (Universitas Sumatra Utara) Medan, Selasa (10/2/2026).

    Baca Juga:
    Warek USU: Perlu Pendekatan Kolaboratif Antisipasi Bencana

    Dalam paparannya, Dr Ardhasena menyampaikan ada 10 badai tropis yang awal tumbuhnya di Laut Banda. Jika diperluas sedikit ke arah selatan, ada lebih dari 30 siklon tropis yang tercatat tumbuh di sana. “Wilayah ini sering menjadi titik awal bibit siklon,” katanya.

    Perubahan iklim yang ditandai cuaca ekstrem, kata Dr Ardhasena, juga mendorong terjadinya curah hujan ekstrem di Sumatera pada November dan Desember tahun lalu. Curah hujan yang ekstrem antara lain disebabkan terjadinya pusaran badai, konvergensi yang membentuk awan secara masif pada wilayah pertemuan angin, dan konveksi (mekanisme perpindahan panas) akibat pemanasan permukaan air laut yang membentuk awan secara masif.

    “Hingga Juni tahun ini akan terjadi curah hujan yang tinggi di kawasan Selatan khatulistiwa. Kondisi tersebut, perlu diantisipasi dengan langkah-langkah yang tepat,” kata Ketua Umum A3I (Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia) tersebut.

    Baca Juga:
    Tragedi DAS Garoga Sumatera Utara Akibat Fenomena Alam Ekstrem

    Dari data satelit BMKG, siklon tropis Senyar pada November 2025 lalu, membuat curah hujan sangat tinggi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lima lokasi dengan curah hujan tertinggi yaitu Singkil Utara (Aceh) dengan curah hujan 225.0 mm, dan empat wilayah di Sumbar yaitu Limau Purut 182.0 mm, Ulakan Tapakis 177.0 mm, Staklim Padang Pariaman 167.5 mm, dan Tambang Semen Padang 145.0 mm.

    “Tiga wilayah di Kabupaten Langkat Sumatera Utara yaitu Gebang, Cempa, dan Secanggang juga mencatat curah hujan yang sangat tinggi pada akhir November tahun lalu,” katanya.
    Kata Dr Ardhasen, normal curah hujan adalah 474 mm. Namun curah hujan pada November 2025 mencapai 1356 mm. Dan curah hujan saat terjadi bencana adalah tiga kali dari curah hujan pada November 2025.

    “Perubahan iklim adalah perubahan signifikan dalam pola cuaca global atau regional yang terjadi dalam jangka waktu panjang, biasanya puluhan tahun hingga berabad-abad. Dan tahun 2025 adalah tahun terpanas ketiga dalam pencatatan suhu bumi,” katanya.

    Curah hujan maksimum harian, kata Dr Ardhasena, di masa depan semakin meningkat dan kejadian ekstrem makin sering terjadi.Curah hujan lebih dari 250 mm yang memiliki periode ulang 100 tahun pada periode saat ini, pada masa depan menjadi semakin sering karena memiliki periode ulang yang lebih pendek menjadi di bawah 20 puluh tahun saja.

    “Jadi, perubahan iklim global di mana suhu bumi semakin memanas, adalah penyebab utama terjadi bencana seperti hujan ekstrem sehingga memicu tanah longsor,” katanya. (REL)

    Bencana Sumatera BMKG Perubahan Iklim Universitas Sumatera Utara
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi

      Related Posts

      Berita Terbaru

      Agrinas Putus Semua KSO Pengelolaan Perkebunan

      8 Oktober 2026
      Berita Terbaru

      Industri Sawit Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

      8 Oktober 2026
      Berita Terbaru

      Penanganan Karhutla Jangan Gunakan Pendekatan Strict Liability

      3 Oktober 2026
      Top Posts

      Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

      24 April 202528,421 Views

      Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

      15 November 202310,271 Views

      Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

      13 Juni 20237,664 Views

      Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

      7 Maret 20253,550 Views

      Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

      31 Oktober 20233,238 Views
      Stay In Touch
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram
      • Telegram
      Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
      • Tentang Kami
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      © 2026 SawitKita. Made by MR.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.