Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Casino on-line sites described through the complete player path

    28 Juli 2026

    Casino on-line services: from account creation to conscientious activity

    28 Juli 2026

    Casino on-line services: from account creation to responsible gaming

    28 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Astra Agro Raih Dua Penghargaan pada Investor Gathering Kabupaten Lamandau 2026

      28 Juli 2026

      BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

      21 Juli 2026

      Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

      16 Juli 2026

      Agrinas Palma Bangun Ekosistem Agribisnis Perkebunan Melalui Koperasi

      14 Juli 2026

      GAPKI dan Fat and Oil Union of Russia Perkuat Kerja Sama Industri Minyak Nabati

      14 Juli 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu

      28 Juli 2026

      Statistikulasi & Cerita Produksi Beras Indonesia yang ‘Wow’

      14 Juli 2026

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026
    • Indepth

      Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu

      28 Juli 2026

      Statistikulasi & Cerita Produksi Beras Indonesia yang ‘Wow’

      14 Juli 2026

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026
    • Inovasi

      Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu

      28 Juli 2026

      BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

      21 Juli 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Nasional

      Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

      16 Juli 2026

      Dominasi Batu Bara Belum Berbuah Harga Optimal, Ada Indikasi Underpricing

      16 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026

      Indonesia Tak Perlu Tambah Kuota Produksi Nikel

      24 Juni 2026

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026
    • Kisah

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026
    • Korporasi

      Astra Agro Raih Dua Penghargaan pada Investor Gathering Kabupaten Lamandau 2026

      28 Juli 2026

      Agrinas Palma Bangun Ekosistem Agribisnis Perkebunan Melalui Koperasi

      14 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul

      12 Juni 2026

      Penolakan Puluhan Desa Atas Beras Bantuan Bulog: “Bom Waktu” Mulai Menyala?

      11 Juni 2026
    • Hilir

      Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu

      28 Juli 2026

      Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Terapkan Biodiesel B50

      9 Juli 2026

      Rest Area KM 57 Cikampek Jadi Saksi Peluncuran B50

      9 Juli 2026

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      B50 Diterapkan, Filter Bahan Bakar Fuso Jadi Perhatian

      7 Juli 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » Meningkatkan Fruit Set TBS dengan Penyerbukan Berbasis Drone
    Berita Terbaru

    Meningkatkan Fruit Set TBS dengan Penyerbukan Berbasis Drone

    Nilai fruit set erat kaitannya dengan kandungan minyak yang diperoleh dalam satu TBS karena buah yang berkembang akan membentuk daging buah (mesocarp) yang mengandung minyak.
    By Redaksi SawitKita31 Oktober 2024104 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Drone bisa membantu penyerbutkan kelapa sawit
    Penyerbukan kelapa sawit bisa dibantu dengan teknologi drone.
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Salah satu kondisi yang membuat petani sawit khawatir belakangan ini adalah rendahnya nilai fruit set pada tandan buah segar. Fruit set adalah perbandingan atau rasio buah yang berkembang karena terjadi penyerbukan dalam satu tandan buah sawit (TBS). Nilai fruit set erat kaitannya dengan kandungan minyak yang diperoleh dalam satu TBS karena buah yang berkembang akan membentuk daging buah (mesocarp) yang mengandung minyak.

    Karena itu nilai fruit set yang tinggi sangat diharapkan karena dapat menghasilkan minyak sawit lebih banyak. Nilai fruit set yang rendah tentu merugikan petani. Beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan nilai fruit set antara lain penyerbukan bantuan (assisted pollination) hingga introduksi Elaeidobius kamerunicus berbasis teknologi Hatch & Carry.

    Untuk membantu petani meningkatkan nilai fruit set, Dr. Agus Susanto dan Tim Peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melakukan penelitian konsep pengantaran kumbang dan serbuk sari menggunakan Unmanned Aerial Vechile (UAV) atau drone. Ringkasan riset yang didanai oleh BPDPKS ini diterbitkan dalam buku ringkasan Grant Riset Sawit 2023 dengan judul Teknologi Pengantaran Serbuk Sari (Pollen Vectoring Technology) untuk Penyerbukan Kelapa Sawit.

    Baca Juga:
    Energi Photon untuk Atasi Bercak Daun Pada Pembibitan Sawit

    Menurut Dr. Agus Susanto, penelitian ini merupakan pengembangan dari sistem Hatch & Carry yang sudah ada untuk meningkatkan efektivitas penyerbukan sehingga nilai fruit set sawit meningkat. Konsep teknologi yang ditawarkan dalam penelitian ini antara lain teknik produksi massal sumber kumbang penyerbuk selaku vektor serbuk sari melalui manipulasi peletakan telur di sumber bunga jantan dengan berbagai tingkat kemekaran.

    Selain itu, target yang ingin dicapai adalah optimasi material pembawa kumbang penyerbuk, dan optimasi material pembawa untuk serbuk sari. Konsep teknologi juga diharapkan dapat dilakukan kalibrasi drone untuk pengahantaran kumbang penyerbuk sebagai agen polinasi.

    Pada tahun pertama, penelitian ini sukses menyelesaikan dua konsep tahapan yaitu teknik produksi massal kumbang penyerbuk dengan manipulasi peletakan telur dan optimasi material pembawa kumbang penyerbuk. Dalam penelitian ini 100 ekor kumbang individu merupakan perlakuan yang paling efisien. Hasilnya adalah tingkat multiplikasi 5 kali pada tingkat kemekaran bunga jantan 25%; 17 kali pada tingkat 50%; 20 kali pada tingkat 75% dan 24 kali pada tingkat kemekaran bunga jantan 100%.

    Baca Juga:
    Mengubah POME dengan Mikrolaga Menjadi Bahan Bernilai Tambah

    Sedangkan tingkat kemekaran bunga jantan untuk memperoleh individu E. kamerunicus tertinggi adalah 100%, tingkat kemekaran 50% dapat menjadi alternatif pengganti.

    Hasil analisis percobaan optimasi material pembawa kumbang penyerbuk menunjukkan bahwa durasi penyimpanan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi tingkat mortalitas kumbang E. kamerunicus. Semakin lama durasi penyimpanan pada masing-masing taraf material pembawa, kepadatan kumbang, dan suhu inkubasi maka tingkat kematian kumbang akan semakin meningkat.

    Durasi simpan yang terbaik adalah 3 hari dengan suhu optimum 10-15 °C dengan jenis material millet sebagai pilihan terbaik pada kepadatan rendah, dan kaul jagung pada kerapatan tinggi.

    Drone selanjutnya akan mengangkut perangkat insect release mechanism (IRM) dengan komposisi media millet sebagai pembawa, polen dengan konsentrasi 3 g/L, serta dengan kepadatan 2000 kumbang per volume uji. Implementasi teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai fruit set sawit dengan model penyerbukan menggunakan drone. (NYT) 

     

    Harga TBS Inovasi Inovasi digital Kelapa Sawit Perkebunan Sawit Petani Sawit sawit Tandan Buah Segar Teknologi
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Astra Agro Raih Dua Penghargaan pada Investor Gathering Kabupaten Lamandau 2026

    28 Juli 2026
    Berita Terbaru

    Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu

    28 Juli 2026
    Berita Terbaru

    BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

    21 Juli 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,405 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,936 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,634 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,550 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,201 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.