Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sawit Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

    11 Februari 2026

    Ekofisiologis Tak Sesuai Picu Banjir dan Tanah Longsor

    11 Februari 2026

    BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana

    11 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Sawit Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

      11 Februari 2026

      Ekofisiologis Tak Sesuai Picu Banjir dan Tanah Longsor

      11 Februari 2026

      BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana

      11 Februari 2026

      Warek USU: Perlu Pendekatan Kolaboratif Antisipasi Bencana

      11 Februari 2026

      CSR Lestari Tani Teladan Fokus di Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi

      8 Februari 2026
    • Klinik

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024

      Sekat Kanal di Lahan Gambut Tekan Emisi Gas Karbondioksida

      13 September 2024
    • Pertanian

      Prabowo Bakal Sita 4-5 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal di 2026

      8 Januari 2026

      Ikuti Perintah KDM, Kebun Sawit di Cirebon Diganti Mangga Gincu

      8 Januari 2026

      Produsen Pupuk Bisa Ekspor Pupuk Nonsubsidi Lagi

      21 Desember 2025

      Pejabat Eselon 1 Kementan Dirombak, Suwandi Jadi Sekjen

      28 November 2025

      Catatan Produksi Beras 2025

      24 November 2025
    • Indepth

      ‘Bom Waktu’ Stok Jumbo Beras Bulog

      11 November 2025

      Melihat Bekantan dan Tanaman Endemik di Hutan Konservasi Astra Agro

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025

      39% Lahan Sitaan Satgas PKH Tak Ada Tanaman Sawit

      27 Oktober 2025

      B50 Gerus Neraca Perdagangan Rp18,15 Triliun

      21 Oktober 2025
    • Inovasi

      Tim BiFlow ITS Surabaya Juara Kompetisi Inovasi Digital Sawit

      13 November 2025

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Astra Agro Kenalkan Digitalisasi Perkebunan Sawit ke Mahasiswa Agribisnis IPB

      6 November 2025

      Astra Agro Bangun 10 Methan Capture hingga 2030

      3 November 2025

      Digitalisasi Astra Agro Jadi Kunci Ketelusuran Sawit

      2 November 2025
    • Nasional

      Sawit Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

      11 Februari 2026

      Ekofisiologis Tak Sesuai Picu Banjir dan Tanah Longsor

      11 Februari 2026

      BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana

      11 Februari 2026

      Warek USU: Perlu Pendekatan Kolaboratif Antisipasi Bencana

      11 Februari 2026

      Tragedi DAS Garoga Sumatera Utara Akibat Fenomena Alam Ekstrem

      14 Januari 2026
    • Kisah
    • Korporasi

      CSR Lestari Tani Teladan Fokus di Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi

      8 Februari 2026

      PTPN, Aspek-PIR dan KUD Binaan Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh

      20 Desember 2025

      Aturan Kemitraan Kebun Sawit Bakal Diubah: Plasma 80%, Inti 20%

      12 Desember 2025

      Astra Agro Bukukan Capaian Pengurangan Emisi GRK

      28 November 2025

      Sawit Sumbermas Akuisisi Saham SML Rp1,6 Triliun

      27 November 2025
    • Hilir

      Realisasi B40 Sepanjang 2025 Capai 14,2 Juta KL

      13 Januari 2026

      Program Biodiesel Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja

      14 November 2025

      UKM dan Koperasi Jadi Pemicu Kemajuan Sawit

      24 Oktober 2025

      Jadikan Harga CPO dan Minyak Bumi sebagai Acuan dalam Penerapan Mandatori Biodiesel

      20 Oktober 2025

      Eropa Banding Putusan WTO soal Sengketa Biodiesel, Mendag: Hanya Ulur Waktu

      7 Oktober 2025
    Button
    Sawit Kita
    Home » Replanting Jadi Masalah Krusial bagi Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit
    Berita Terbaru

    Replanting Jadi Masalah Krusial bagi Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit

    Pemerintah melakukan program peremajaan sawit rakyat (PSR) untuk meningkatkan produksi minyak sawit mentah dalam negeri.
    By Redaksi SawitKita21 November 202377 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Kebutuhan dunia terhadap produk minyak nabati asal sawit kini sudah tidak terelakkan lagi seiring dengan terpenuhinya tuntutan dunia terhadap produk minyak sawit yang berkelanjutan. Indonesia merupakan pemasok minyak nabati tersebut.

    Sebagaimana dikutip dari indonesia.go.id, setelah masalah pasar dan keberlanjutannya sudah mampu diatasi, masalah keberlanjutan pasokan juga butuh jaminan. Artinya, produktivitas kelapa sawit pun harus berkelanjutan. Persoalannya, seiring dengan umur kelapa sawit, kebanyakan perkebunan, terutama perkebunan milik rakyat harus segera diremajakan.

    Dalam konteks kepemilikan, perkebunan sawit di Indonesia terbagi dalam tiga klasterisasi, yakni perkebunan yang dikuasai rakyat, perkebunan sawit besar milik negara dan perkebunan sawit besar milik swasta.

    Data Ditjen Perkebunan Kementan menunjukkan, total luasan lahan sawit di Indonesia sebanyak 16,38 juta hektare (ha). Dari total lahan seluas itu, sekitar 53% atau sekitar 8,64 juta diusahakan oleh perusahaan swasta, 42% atau sekitar 6,94 juta ha oleh perkebunan rakyat, dan 5%, atau sekitar 800.000 dikuasai BUMN.

    Dari data di atas, porsi pengusahaan perkebunan yang diusahakan oleh rakyat termasuk besar, yakni mencapai 6,04 juta ha, atau dengan porsi 42%. Sayangnya, bila dilihat dari tingkat produktivitasnya, perkebunan yang pengusahaannya dilakukan rakyat termasuk rendah.

    Faktornya, umur pohon sawitnya kebanyakan sudah tua, perkebunan mereka dikelola dalam skala kecil, bibit unggul kurang, penerapan teknologi yang sederhana, serta tingginya presentase tanaman tua dan rusak.

    Pemerintah menyadari kondisi itu. Di sisi lain, industri sawit juga menjadi tulang punggung perekonomian nasional, sehingga keberlangsungannya harus terus dijaga. Oleh karena itu, masalah peremajaan (replanting) menjadi masalah krusial bagi keberlanjutan industri kelapa sawit sehingga produktivitas tanaman tetap terjaga di tengah keterbatasan lahan akibat moratorium.

    Program peremajaan kelapa sawit tidak juga mudah seperti membalikkan telapak tangan. Peremajaan juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit, mulai pemilihan bibit unggul, pesemaian 3 bulan, pesemaian 9 bulan, dan pemilihan sistem peremajaan.

    Dalam rangka itu, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar USD386 juta atau setara dengan Rp6,1 triliun. Anggaran itu disiapkan untuk program peremajaan sawit rakyat (PSR). Tahun ini, pemerintah menargetkan peremajaan seluas 180.000 ha.

    Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, program PSR ini perlu dilakukan, salah satunya untuk meningkatkan produksi minyak sawit mentah dalam negeri. Terlebih, pada 2050, dunia akan memerlukan tambahan 200 juta ton produksi minyak nabati dengan perkiraan bahwa populasi dunia akan mencapai 9,8 miliar jiwa.

    “Indonesia telah melakukan penanaman kembali sawit seluas 200.000 ha sejak tahun 2007 dan seluas 180.000 ha sedang dilakukan penanaman kembali di tahun ini dengan mengalokasikan anggaran sebesar USD386 juta,” ujar Airlangga dalam Indonesia Palm Oil Conference 2023 di Nusa Dua, Kamis (2/11/2023) lalu.

    Menurutnya, minyak sawit merupakan cara yang berkelanjutan dan efisien untuk memenuhi permintaan minyak nabati yang terus meningkat. Apalagi, kelapa sawit tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, melainkan sudah meluas penggunaannya. Bahkan, kini juga sudah sebagai bahan bakar transportasi yang lebih ramah lingkungan, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan. “Indonesia sendiri telah mengembangkan SAF yang dikenal dengan BioAvtur 2.4% atau J2.4,” terang Airlangga.

    Sementara itu, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman mengatakan, BPDPKS telah menyiapkan anggaran sebesar Rp30 juta per ha untuk mendukung petani memulai proses PSR. Anggaran tersebut akan ditransfer secara langsung ke rekening petani yang kemudian bisa digunakan oleh koperasi/kelompok petani untuk pembiayaan program PSR.

    Eddy menyebut, rata-rata setiap tahunnya sudah 160 kelompok petani sawit yang mengelola program PSR secara profesional dan mandiri. “Program peremajaan bukan hanya solusi bagi permasalahan kesenjangan keuangan, tetapi juga menciptakan akses bagi petani terhadap hubungan pasar,” terang Eddy.

     

    Perluasan Pasar

    Selain masalah keberlanjutan produktivitas kelapa sawit, Indonesia kini juga masih menghadapi masalah pasar, terutama tujuan ke Uni Eropa. Bahkan, Uni Eropa baru saja menyetujui undang-undang produk deforestasi atau yang dikenal EU Deforestation Regulation (EUDR).

    Adanya kebijakan ini tentu dapat berdampak terhadap pasar ekspor komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia. Meski bukan tujuan terbesar ekspor CPO, Eropa termasuk pasar yang penting CPO Indonesia.

    Wajar, pemerintah dan pelaku usaha tengah memutar otak untuk mengatasi masalah pasar itu. Pelaku usaha kelapa sawit kini berusaha melakukan peningkatan ekspor CPO ke pasar China pada 2024.

    Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono, para pengusaha berencana mengoptimalkan kembali potensi ekspor ke Negeri Panda. “China akan kita tingkatkan supaya balik lagi ke angka 8 juta (ton), karena sebelumnya terjadi penurunan,” ujar Eddy Kamis (2/11/2023).

    Selain China, Eddy mengatakan, peningkatan ekspor produk sawit juga akan menyasar ke negara-negara mitra dagang pasar nontradisional. Di antaranya seperti negara-negara di kawasan Eropa Timur, Asia Tengah, dan Afrika. “Kita akan genjot lagi,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Eddy menuturkan bahwa ekspor saat ini sudah didominasi oleh produk sawit yang telah melalui proses penghiliran. Rata-rata produk olahan sawit tersebut dalam bentuk barang jadi, maupun barang setengah jadi.

    Adapun produk penghiliran yang mulai banyak diminati yakni olein dan oleokimia. “Sekarang memang permintaan di produk CPO sudah kecil banget. Nah mereka (negara importer) sekarang (lebih minat) produk yang sudah dihilirisasi,” ujarnya. (SDR)

     

    keberlanjutan kelapa sawit Kelapa Sawit produktivitas rendah replanting
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi SawitKita
    • Facebook

    Related Posts

    Berita Terbaru

    Sawit Kunci Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

    11 Februari 2026
    Berita Terbaru

    Ekofisiologis Tak Sesuai Picu Banjir dan Tanah Longsor

    11 Februari 2026
    Berita Terbaru

    BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana

    11 Februari 2026
    Top Posts

    Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

    24 April 202528,361 Views

    Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

    15 November 20239,450 Views

    Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

    13 Juni 20237,577 Views

    Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

    7 Maret 20253,545 Views

    Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

    31 Oktober 20233,144 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 SawitKita. Made by MR.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.