Close Menu
Sawit Kita

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penguatan Kemitraan Petani Sawit Butuh Pendekatan Sosiologi Antropologi

    15 September 2026

    Lahan Makin Terfragmentasi, USU Dorong Model Korporasi Petani Sawit

    15 September 2026

    Dukung Hilirisasi, BPDP Dorong Korporatisasi Petani Sawit Berkelanjutan

    15 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Sawit KitaSawit Kita
    • Home
    • Sawit

      Penguatan Kemitraan Petani Sawit Butuh Pendekatan Sosiologi Antropologi

      15 September 2026

      Lahan Makin Terfragmentasi, USU Dorong Model Korporasi Petani Sawit

      15 September 2026

      Dukung Hilirisasi, BPDP Dorong Korporatisasi Petani Sawit Berkelanjutan

      15 September 2026

      RSI dan USU Dorong Penguatan Kelembagaan Petani Sawit

      15 September 2026

      GAPKI: PKS Tanpa Kebun Ancam Ekosistem Rantai Pasok Sawit

      14 September 2026
    • Klinik

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      Grant Riset Sawit 2025: 55 Proposal Lolos Seleksi Presentasi

      11 November 2025

      Mengenal Tandan Partenokarpi dan Cara Pengendaliannya

      27 Februari 2025

      Apakah Pupuk Hayati Cocok untuk Sawit?

      30 November 2024

      Ini Manfaat Asam Humat untuk Tingkatkan Produksi Sawit

      25 November 2024
    • Pertanian

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026

      Tata Kelola Impor Bahan Baku Pakan Picu Jatuhnya Harga Ayam

      24 Juni 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026
    • Indepth

      GAPKI: PKS Tanpa Kebun Ancam Ekosistem Rantai Pasok Sawit

      14 September 2026

      Sejarah Biodiesel di Indonesia:  Dimulai B5, Kini Telah B50

      9 Juli 2026

      Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas

      9 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      RI Terancam Tekor Rp70,3 Triliun dari Sawit Rakyat

      2 Juli 2026
    • Inovasi

      BPDP Dorong Riset Sawit Tembus Pasar

      21 Juli 2026

      Potensi Gula Merah Sawit yang Dianak-tirikan

      23 Juni 2026

      Dukung B50, Kementan Ciptakan Bioreaktor Biodiesel

      24 April 2026

      PTPN IV PalmCo Jadi Lokasi Implementasi Inovasi Serangga Penyerbuk Asal Tanzania

      15 April 2026

      China Tertarik Beli Kredit Karbon Sawit

      27 Februari 2026
    • Nasional

      Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

      8 September 2026

      GAPKI Dorong Gotong Royong dan Kesiapsiagaan Cegah Karhutla

      8 September 2026

      Kasus Hukum Febrie Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara

      16 Juli 2026

      Dominasi Batu Bara Belum Berbuah Harga Optimal, Ada Indikasi Underpricing

      16 Juli 2026

      Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

      24 Juni 2026
    • Korporasi

      Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi Penyebab Karhutla

      8 September 2026

      Astra Agro Raih Dua Penghargaan pada Investor Gathering Kabupaten Lamandau 2026

      28 Juli 2026

      Agrinas Palma Bangun Ekosistem Agribisnis Perkebunan Melalui Koperasi

      14 Juli 2026

      Pertaruhan Tugas BULOG Saat Stok Beras Jumbo

      7 Juli 2026

      Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul

      12 Juni 2026
    Button
    Sawit Kita
    Home » Malaysia Mulai Produksi Avtur Campuran Sawit pada 2027, Indonesia Kapan?
    Berita Terbaru

    Malaysia Mulai Produksi Avtur Campuran Sawit pada 2027, Indonesia Kapan?

    Berdasarkan Peta Jalan Transisi Energi Nasional yang diterbitkan pemerintah Malaysia pada 2023, pemerintah menetapkan mandat pencampuran SAF yang dimulai dengan 1%, dan menargetkan pencampuran sebesar 47% pada 2050.
    By Redaksi28 November 202414 Views
    Facebook Twitter LinkedIn Telegram Email WhatsApp
    pesawat
    Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Malaysia berencana untuk mulai memproduksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) pada tahun 2027, dengan kapasitas produksi awal satu juta metrik ton per tahun.

    Mengutip Reuters pada Rabu (27/11/2024), Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Johari Abdul Ghani di hadapan parlemen mengatakan, kapasitas produksi akan meningkat secara bertahap berdasarkan hasil produksi pabrik dan ketersediaan bahan baku.

    Baca Juga:
    Pertamina Siap Tingkatkan Komposisi SAF 5% pada 2030

    Menurutnya, sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia, Malaysia berada dalam posisi strategis untuk menjadi salah satu produsen SAF terkemuka di dunia. Berdasarkan Peta Jalan Transisi Energi Nasional yang diterbitkan pemerintah Malaysia pada 2023, pemerintah menetapkan mandat pencampuran SAF yang dimulai dengan 1%, dan menargetkan pencampuran sebesar 47% pada 2050.

    Johari menambahkan bahwa EcoCeres Renewable Fuels Sdn Bhd dan Petronas, bermitra dengan Enilive dan Euglena, sedang membangun kilang dan pabrik produksi SAF dengan kapasitas masing-masing 350.000 dan 650.000 metrik ton per tahun.

    Baca Juga:
    SAF Masa Depan Energi Terbarukan di Dunia

    “Dengan pembangunan dua pabrik ini, kita akan memiliki kapasitas untuk memproduksi satu juta metrik ton SAF,” katanya, seraya menambahkan bahwa kelebihannya dapat diekspor ke negara-negara non-produsen SAF lainnya.

    Dia mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan berbagai insentif pajak untuk menarik investor ke Malaysia dan menjadikan negara itu sebagai pusat pengembangan SAF.

    Baca Juga
    Kemenangan Trump Ciptakan Goncangan Pasar Minyak Nabati Dunia

    Johari menambahkan, produksi SAF akan menguntungkan petani kecil dan pelaku industri kelapa sawit karena limbah kelapa sawit memiliki nilai lebih tinggi daripada minyak kelapa sawit itu sendiri.

    Di kawasan Asean, Singapura telah mengumumkan rencananya untuk mewajibkan semua penerbangan yang berangkat dari negara tersebut untuk menggunakan SAF mulai 2026 dan berencana untuk menaikkannya menjadi 3-5% pada 2030, tergantung pada perkembangan global dan ketersediaan serta penerapan SAF yang lebih luas.

    Sementara itu, pada Oktober lalu, Indonesia menerbangkan penerbangan komersial pertamanya menggunakan bahan bakar jet campuran minyak kelapa sawit. Penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai nasional Garuda Indonesia tersebut membawa lebih dari 100 penumpang dari ibu Jakarta ke Surakarta yang berjarak sekitar 550 km (342 mil). (ANG)

    Bioenergi energi bersih Energi Hijau energi ramah lingkungan energi terbarukan Energi Terbarukan Kelapa Sawit Malaysia SAF
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Redaksi

      Related Posts

      Berita Terbaru

      Penguatan Kemitraan Petani Sawit Butuh Pendekatan Sosiologi Antropologi

      15 September 2026
      Berita Terbaru

      Lahan Makin Terfragmentasi, USU Dorong Model Korporasi Petani Sawit

      15 September 2026
      Berita Terbaru

      Dukung Hilirisasi, BPDP Dorong Korporatisasi Petani Sawit Berkelanjutan

      15 September 2026
      Top Posts

      Satgas PKH Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Sumut

      24 April 202528,417 Views

      Ini Perbedaan Antara Pupuk Phonska dan Phonska Plus

      15 November 202310,154 Views

      Pupuk Dolomit untuk Sawit, Cocokkah?

      13 Juni 20237,655 Views

      Tekan Emisi Global, Program B40 Dipuji Malaysia

      7 Maret 20253,550 Views

      Genggam Aset Rp42,6 Triliun, Sinar Mas Jadi Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia

      31 Oktober 20233,230 Views
      Stay In Touch
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram
      • Telegram
      Facebook Instagram X (Twitter) LinkedIn Telegram WhatsApp
      • Tentang Kami
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      © 2026 SawitKita. Made by MR.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.